Menjadikan Umat Yahudi Kembali Berjaya – Bagyanews.com
Connect with us

Kalam

Menjadikan Umat Yahudi Kembali Berjaya

Published

on



loading…

Iblis berkata: “Ya, Tuhanku! Oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, maka aku akan membujuk mereka yang ada di muka bumi untuk melakukan perbuatan maksiat, dan menjadikan mereka sebagai sekutuku.” (Surat Al Hijr: 39)

“Kecuali mereka yang beriman kepada-Mu dan mendapatkan taufik untuk menaati segala petunjuk dan perintah Allah.” (Surat Al-Hijr: 40)

Baca Juga: Dahsyatnya Hari Kiamat (1): Malaikat Maut Menjerit Saat Mencabut Nyawanya Sendiri

Berapa banyak orang yang disucikan oleh keagungan Tuhan, dan berapa banyak orang yang mengabdikan hidupnya untuk menjalankan rencana mengerikan yang dibuat oleh setan? Perhatikan baik-baik petikan Surah Al-Baqarah ayat 102 berikut yang artinya:

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir“.

Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”

Apa Makna Dibalik Ayat Tersebut?
Dua puluh tahun setelah Yerusalem diambil alih, The Dome of the Rock (Kubah Shakhrah) direbut oleh sekelompok prajurit biarawan, yaitu Ksatria Kuil Sulaiman (The Knight of the Temple of Solomon), atau Ksatria Templar. Di Yerusalem, mereka mulai semakin jauh menyimpang dari ajaran Kristen.

Mereka mempelajari ajaran rahasia Kabala, yaitu bentuk kuno ilmu sihir kaum Yahudi, beserta beberapa tulisan dan ritual hitam. Kaum Yahudi mempelajarinya selama masa perbudakan Firaun, lalu dikembangkan di Babilonia pada
masa Nebukadnezar.

Pada tahun 1307, Raja Philippe dari Prancis menangkap mereka dengan tuduhan penyangkalan terhadap Kristus, melakukan hubungan sesama jenis, dan pemujaan terhadap ilmu sihir. Tetapi, semua itu tak berakhir begitu saja. Apa yang dimulai di Babilonia dan Mesir Kuno, masih berlangsung hingga kini.



Berita Selengkapnya

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved