Selamat Jalan Mufassir Abad 21 – Bagyanews.com
Connect with us

Kalam

Selamat Jalan Mufassir Abad 21

Published

on



loading…

Umat Islam di dunia berduka dengan wafatnya salah satu ulama besar yang dikenal sebagai Mufassir Abad 21 Prof Dr Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni, Jumat (19/3/2021). Beliau wafat di hari yang mulia di Istanbul Turki pada usia 91 tahun.

Dai lulusan Mesir asal Kalimantan Selatan, Ustaz Dr Miftah el-Banjari menyampaikan rasa dukanya dengan wafatnya ulama kelahiran Suriah itu. Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni dikenal sebagai ulama yang produktif.

Baca Juga: Habib Quraisy Baharun: Wafatnya Ulama Laksana Bintang yang Padam

“Awal perkenalan pertama saya dengan Kitab Tafsir Al-Qur’an adalah Kitab Tafsir Shafwatu Tafasir karya Al-Imam Syekh Ali as-Shabouni. Mulai sejak itulah ketertarikan saya untuk mendalami bidang Tafsir Al-Qur’an,” kata Ustaz Miftah.

Kitab Tafsir Shafwatu Tafasir memberikan kesan bahwa Kitab Tafsir Al-Qur’an itu bukanlah kitab tinggi yang sulit dan pelik dibaca dan dipahami. Meski sebelumnya, kitab-kitab tafsir semacam Ibnu Kastir, Jalalain, Qurthubi atau At-Thabari sudah mudah ketahui, tapi khusus terkait tafsir Shafwatu Tafasir menyajikan karya tafsir modern yang sistematis, mendalam, tapi dengan bahasa yang mudah dipahami kalangan awam atau bagi kalangan santri.

Kitab Shafwatu Tafasir yang ditulis dalam masa 40 tahun itu merupakan Masterpiece karya gemilang ulama Syiria itu. Selain, masih ada karya monumental lainnya, seperti Tafsir Ahkam yang tak kalah populer.”Alhamdulillah, saya pun senang mengoleksi karya karya beliau,” kata Ustaz Miftah yang juga pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran.

Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni dilahirkan pada tahun 1930 M di Halab, Syiria. Beliau mendapat pendidikan awal dari ayah beliau yang juga seorang ulama. Beliau juga pernah berguru dengan para ulama terkemuka di Halab seperti Syaikh Muhammad Najib Sirajuddin, Syaikh Muhammad Said al-Idlibi dan Syekh Muhammad Raghib al-Tabbakh.

Selanjutnya beliau melanjutkan pendidikannya di Universiti al-Azhar, Mesir, sehingga tahun 1952. Dua tahun berikutnya, di universitas yang sama, beliau memperolehi Syahadah Al-‘Alimiyyah yang setaraf dengan Ijazah Kedoktoran dalam bidang Syariah.

Setelah pulang dari Mesir, Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni kembali ke kota kelahirannya. Beliau mengajar di berbagai madrasah yang ada di Halab dari tahun 1955 hingga 1962. Setelah itu, beliau mendapatkan tawaran untuk mengajar di Fakulti Syariah Universiti Umm Al-Qura dan Fakulti Ilmu Pendidikan Islam Universiti King Abdul Aziz, Arab Saudi.

Kebanyakan karya beliau adalah berkenaan tafsir dan ulum Al-Qur’an seperti Rawa’i al-Bayan Tafsir Ayat al-Ahkam; Al-Tibyan fi ‘Ulum Al-Qur’an; Sofwah Al-Tafasir; Mukhtasar Tafsir Ibnu Kathir; Mukhtasar Tafsir al-Thabari dan lain-lain.



Berita Selengkapnya

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved