Connect with us

IT

Ini Cara Memotret Dalam Gelap Dengan Smartphone

Published

on



Teknologi – Era digital memberikan kemudahan tersendiri bagi masyarakat yang hidup saat ini. Berbagai aktifitas bisa dilakukan dengan sangat efisien dan lebih mudah tidak terbatas, melalui sebuah ponsel seorang creator bisa memberikan hasil hasil yang epik dengan mudah.

Hasil tak kalah dengan mengunakan alat profesional, sebuah pemotretan dalam gelap dan harus dilakukan oleh seorang profesional sudah tidak lagi menjadi ciri. Dengan Night Mode yang ditingkatkan, pengurangan noise, serta teknologi Nona-binning memudahkan pengguna untuk menghasilkan kualitas foto terbaik dalam kondisi low-light apa lagi teknologi Nona-binning 12MP, hasil akan menjadi sempurna.

Fitur fitur tersebut disajikan dalam satu packag pada ponsel Samsung Galaxy S21 Ultra 5G. Berikut cerita salah satu digital creator.

“Ini pertama kalinya saya menggunakan smartphone untuk pengambilan video bersepeda. Saya kagum terutama dengan fitur-fitur seperti Director’s View dan Pro Video Mode yang sangat praktis namun tetap memberikan saya kebebasan untuk berekspresi tanpa perlu repot-repot mengganti lensa pada kamera seperti yang biasa saya lakukan ketika mengambil gambar menggunakan kamera DSLR. Fitur-fitur yang ditampilkan oleh Samsung Galaxy S21 Ultra 5G ini memang bukan fitur main-main yang gimmicky, karena memang terasa sekali fungsinya, bahkan bagi seorang Digital Creator seperti saya sekalipun,” ujar Muhammad Fenno, Digital Creator.

Untuk baterai Fenno-pun mengakui, meskipun shooting baru dimulai jam 5.30 handphonenya sudah dipakai sebelum itu untuk di testing. Baterainya sudah sangat mumpuni untuk ukuran shooting. Fenno lantas membandingkan dengan kamera professional yang sering ia gunakan saja harus ganti ke baterai cadangan.

Lain hal Taba Sanchabachtiar membagikan pengalamannya pada saat ia harus men-direct Ernest Prakasa dan Pevita Pearce untuk menceritakan keseharian mereka, menggunakan Samsung Galaxy S21 Series 5G.

Membuat alur cerita yang baik, yang dikemas melalui estetika yang ciamik memang merupakan pekerjaan seorang Creative Director. Menariknya, pada kesempatan kali ini adalah, Taba dan tim tidak hanya harus mengambil gambar yang bagus, tetapi juga bagaimana mengkorelasikan fitur-fitur yang dimiliki, dengan kebutuhan-kebutuhan dari para Social Expressor ini. Untungnya Galaxy S21 Series 5G memiliki fitur-fitur yang cocok banget untuk para Social Expressor.

“Bagi saya, fitur Director’s View merupakan salah satu fitur yang patut diacungi jempol. Dengan mengaktifkan semua kamera, sehingga pengguna dapat mengganti lensa yang diinginkan secara seamless pada saat merekam. Bagi creative director seperti saya, hal ini sangat memudahkan untuk menyampaikan story dengan perubahan berbagai angle, bikin story tambah epic dan juga sangat memudahkan tanpa harus repot-repot mengganti lensa,” ujar Taba Sanchabachtiar.

Taufiqul Furqan, Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia mengatakan Samsung senantiasa mendengarkan feedback dari pelanggan kami. Oleh karena itu kami senantiasa menghadirkan inovasi-inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan kami. Melalui Samsung Galaxy S21 Series 5G, Samsung memahami keinginan para social expressor untuk membagikan konten-konten yang mereka hasilkan dengan cepat.


Photo Credit : Samsung Galaxy S21 Series 5G/Doc/ist

 

Atti K.





Sumber Berita

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IT

Literasi Digital Targetkan Jangkau 100 Juta Orang

Published

on

By



Teknologi – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate berharap, empat pilar modul dan kurikulum literasi digital yang telah disusun dapat diberikan kepada 100 juta masyarakat di Indonesia. Sehingga, masyarakat dapat mengetahui esensi yang sebenarnya dalam menggunakan ruang digital.

Empat modul dan kurikulum tersebut antara lain Budaya Bermedia Sosial, Aman Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Cakap Bermedia Digital.

“Setidaknya dalam empat tahun ke depan kita memberikan pelatihan digital bagi 100 juta rakyat kita,” katanya saat meluncurkan Empat Modul dan Kurikulum Literasi Digital melalui siaran virtual pada Akun YouTube Siberkreasi, Jumat (16/04/2021).

Berbekal empat modul tersebut, kondisi ruang digital di dalam negeri berpotensi akan semakin lebih baik. Ukurannya, banyak pengguna dunia digital untuk keperluan yang bersifat positif maupun produktif dalam beberapa waktu ke depan.

Modul yang dirumuskan akan menjadi kecakapan dasar yang harus dimiliki oleh masyarakat dalam negeri ketika mengakses dunia maya. Dengan begitu, setiap pengguna dapat mengetahui berbagai pengetahuan yang berkaitan penggunaan ruang digital.

“Modul-modul kurikulum yang paling dasar untuk kepentingan masyarakat agar bisa menggunakan uang digital secara bermanfaat,” terangnya.

Dalam memperluas pelatihan yang ada pada empat modul ini, pihaknya akan menggandeng sebanyak 110 pemerintah daerah, instansi pemerintah hingga organisasi kemasyarakatan. Sebab, lembaga-lembaga tersebut, merupakan garda terdepan dalam upaya penyebaran pengetahuan yang berada di atas.

Peran pemerintah tersebut, disinyalir akan membuat keterlibatan masyarakat menjadi semakin masif di wilayahnya masing-masing. Dengan begitu, daya jangkau kepada masyarakat pengguna ruang digital dapat dilakukan secara optimal.

“Perlu kerja kolaboratif kerja bersama-sama seluruh kementerian, melibatkan setidaknya 110 lembaga dan organisasi organisasi kemasyarakatan,” imbuhnya.

Diharapkan, ketika masyarakat luas mengikuti kegiatan kali ini, maka dapat saling menularkan energi positif ini. Sehingga saling membagikan pengetahuan yang didapatkan melalui modul kepada sesama pengguna ruang digital.

“Mengajak para ibu rumah tangga, bapak dan ibu. Untuk mendidik dan mengajak serta anak-anaknya dan mengambil bagian untuk menjelaskan kepada para kakek dan nenek,” pungkasnya.


Photo Credit: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. ANTARA/Galih Pradipta

Koes Anindya
Latest posts by Koes Anindya (see all)





Sumber Berita

Continue Reading

IT

Kepala BRIN Sebut Jepang Mitra Penting di Bidang Teknologi

Published

on

By



Teknologi – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Jepang, YM Kanasugi Kenji.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Bambang mengungkapkan, bahwa Jepang merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia, khususnya dalam kerja sama pengembangan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

“Dalam konteks kerja sama bidang IPTEK, Jepang merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia, bukan hanya karena memiliki program (penelitian bersama) seperti SATREPS yang cukup diminati oleh peneliti Indonesia, tetapi juga kerja sama antar universitas dan banyak peneliti Indonesia yang merupakan lulusan Jepang seperti di BPPT dan LIPI,” katanya, Selasa (13/04/2021).

Dalam pertemuan itu, keduanya juga bertukar pandangan mengenai upaya penanganan pandemi Covid-19 yang menjadi perhatian masyarakat global saat ini. Salah satunya, Bambang menyebutkan, kerjasama yang terjalin antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT Panasonic Healthcare Indonesia dalam pembuatan ventilator CPAP Ven-I Essential 3.5.

“Ada satu produk ventilator yang dirancang oleh ITB yang sekarang menjadi bagian dari produksi Panasonic Health Care Indonesia, ini merupakan kemajuan dimana kita tidak hanya bicara tentang riset dasar, tetapi juga bagaimana membawa output riset ke dalam industri,” jelasnya.

Selain ventilator, Menteri Bambang juga mengungkapkan bentuk kolaborasi riset lainnya mengenai vaksin COVID–19 antara ITB dan Osaka University.

“Kita perlu meneruskan kerja sama pengembangan riset vaksin ini, meskipun bukan yang pertama, namun kita masih punya waktu untuk terus mengidentifikasi dan menyelesaikan varian baru yang belum dapat teratasi hingga saat ini,” imbuhnya.

Selain itu, Bambang juga membahas program kerjasama yang telah berjalan seperti Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS), serta kerja sama pengembangan fasilitas laboratorium Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dan Science Techno Park di beberapa universitas yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB).

Dalam pertemuan tersebut, Bambang dan YM Kanasugi saling menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Jepang, dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Keduanya berharap hubungan yang telah terjalin baik antara Indonesia dan Jepang dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang.


Photo Credit : Menteri Riset, dan Teknologi/Kepa BRIN Bambang Brodjonegoro, saat menjadi Opening Keynote dalam Kegiatan Data Gov AI 2019 Summit di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. (07/11/19). FILE/RISTEK/BRIN

 

Muhamad Nurabain
Latest posts by Muhamad Nurabain (see all)





Sumber Berita

Continue Reading

IT

Butuh Perangkat Untuk Konten Tak Terbatas Ini Produknya

Published

on

By


Butuh Perangkat Untuk Konten Tak Terbatas Ini Produknya



Teknologi – Pandemi Covid-19 memaksa orang orang beraktifitas di dalam rumah dan mengubah kebiasaan kebiasan baru maasyarakat. Membuat masyarakat dengan cepat beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi digital. Media sosial adalah salah satu alternatif untuk mengembangkan kreatifitas khususnnya gend-z dan Millenial.

Menangkap peluang tersebut Samsung memberikan produk yang memang di peruntukan untuk para kreator Gen-Z dan Milenial yang ingin membuat konten yang stand out dan out of the box. Dengan Samsung Galaxy A32|A52|A72 kamera yang memiliki ketahanan terhadap air dan debu (IP67) serta memiliki Awesome Camera 64MP.

“Samsung Galaxy A32 hadir dengan Awesome Quad Camera 64MP (64+8+5+5) yang memungkinkan pengguna untuk berkreasi tanpa batas dan menghasilkan konten yang awesome dan mengundang banyak ‘likes’. Untuk mereka yang ingin out of the box, Samsung Galaxy A72 (64+12+5+8) hadir dengan Awesome Quad Camera 64MP,” ungkap Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia dalam webinar, Jumat (9/4).

Ia mengungkapkan untuk pengambilan gambar dalam keadaan minim cahaya samsung A72 memiliki tambahan fitur Optical Image Stabilization (OIS) agar pengambilan gambar bisa lebih stabil. Sementara untuk fitur IP67 memungkinkan para kreator bisa lebih kreatif lagi membuat konten tanpa harus dibatasi cipratan air dan debu.

Rifki Antariksa, seorang content creator, didapuk membuat konten sosial media Awesome yang stand out dan out of the box menggunakan Samsung Galaxy A series terbaru. Ia menangkap Momen Dramatis di Bawah Air dengan lensa utama beresolusi 64MP OIS (f/1.8). Ia menjelaskan kemampuan resistansi terhadap air dan debu yang dimiliki oleh Galaxy A52|A72 membuat anak muda berani basah dan kotor.

“Untuk merekam video slow motion (slo mo) mengunakan Galaxy A72 di bawah rintikan air, atur jarak Model 1-2M di depan rintikan air, sehingga dapat menghasilkan video dengan efek hujan tanpa model harus basah. kata Rifki.

sementara itu untuk mengambil gambar agar model terlihat jenjang dan stylish bisa mengunakan lensa ultra-weide pada galaxi A32 dengan kamera 8MP.


Photo Credit : Rifki Antariksa, content creator dan Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia (ki-ka) usai webinar/Doc/ist


 

Atti K.





Sumber Berita

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved