Ketika Pamannya Bertaubat, Tinggalkan Takhta, dan Menjadi Pencari Kayu Bakar – Bagyanews.com
Connect with us

Kalam

Ketika Pamannya Bertaubat, Tinggalkan Takhta, dan Menjadi Pencari Kayu Bakar

Published

on

[ad_1]


loading…

Ibnu Arabi yang bernama lengkap Muhyiddin Abu Abdullah Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Abdullah Hatimi at-Ta’i adalah seorang sufi. Beliau lahir tahun 1165 Masehi (560 Hijriah) dalam sebuah kota benteng bernama Mursia, di timur Andalusia. Claude Addas, dalam buku berjudul “Quest for The Red Sulphur; The Life og Ibn ‘Arabi” menulis bakat rohani Ibn Arabi mengalir deras dari garis ayah dan ibunya. Paling tidak ada tiga pamannya—dua dari garis ibu dan satu dari garis ayah—yang mengilhaminya memasuki jalan rohani.

Baca juga: Mengapa Mereka Mengklaim Ibnu Arabi Orang Kristen Rahasia?

Kisah pertobatan pamannya yang bernama Abu Muhammad Abdullah al-Arabi al-Thai adalah yang paling sederhana. Orang ini mengalami lompatan rohani yang kerap terjadi pada para wali: sebuah pertobatan sekonyong-konyong yang berlangsung di usia lanjut.

Suatu hari, seorang pemuda datang ke apotek Abu Muhammad untuk meminta obat tertentu. Melihat kebodohan pemuda itu dalam soal obat-obatan, Abu Muhammad tertawa meledek. Ternyata pemuda itu adalah orang yang sudah sampai pada ketinggian rohani yang jauh melampaui usianya.

Dia pun segera menjawab: “Kebodohanku dalam soal ini tak terlalu buruk. Sebaliknya, hai orang tua, kelalaian dan pembangkanganmu pada Allah bakal mendatangkan banyak keburukan yang besar!”

Jawaban pemuda itu terasa sangat menusuk hingga Abu Muhammad langsung minta pemuda itu membimbingnya dalam ibadah. Tak berapa lama setelah itu Abu Muhammad meninggal dunia.

Baca juga: Ibnu Arabi, Kecantikan Perempuan Berkaitan dengan Realitas Ketuhanan

Pangeran Berber
Kisah Yahya bin Yughan al-Sanhaji, paman Ibn Arabi dari garis ibu, mungkin membawa kesan paling mendalam. Yahya adalah pangeran Berber yang mendadak sontak melepas tahta dan menginfakkan seluruh hartanya untuk mengabdikan jiwa dan raganya pada Allah.

Ibn Arabi menempatkannya sebagai salah satu contoh orang zuhud, yaitu orang yang secara suka rela meninggalkan kenikmatan dunia rendah dan mengutamakan Allah di atas seluruh makhluk-Nya. Dalam karya utamanya, al-Futûhât al-Makkiyyah, Ibn Arabi menuturkan rincian kisah pertobatan penguasa Tlemcen ini.

[ad_2]

Sumber Berita kalam.sindonews.com

#Ketika #Pamannya #Bertaubat #Tinggalkan #Takhta #dan #Menjadi #Pencari #Kayu #Bakar

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved