9 Perkara yang Harus Dijauhi agar Ibadah Puasa Tidak Sia-sia – Bagyanews.com
Connect with us

Kalam

9 Perkara yang Harus Dijauhi agar Ibadah Puasa Tidak Sia-sia

Published

on

[ad_1]


loading…

Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, selain menunaikan kewajiban, kita juga berharap pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. Namun, jika puasa tidak bernilai pahala, tentu akan sangat melelahkan, bahkan hanya mendapat lapar dan dahaga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thabraniy dalam Al Kabir)

Apa yang terjadi dalam puasa seseorang tersebut? Mengapa amalan puasa orang tersebut tidak teranggap, padahal dia telah susah payah menahan dahaga mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Dinukil dari berbagai sumber, berikut perkara-perkara yang membuat puasa kita hanya sia-sia saja:

1. Menjalankan puasa dengan tidak ikhlas

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan tentang banyaknya orang yang puasanya sia-sia:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar” (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)

Baca juga: Amalan 10 Hari Kedua Ramadhan dan 5 Perkara yang Harus Dijauhi

Siapa saja mereka? Yang pertama adalah orang yang mengerjakan puasa namun tidak ikhlas, tidak karena Allah. Ibadah hanya akan diterima Allah Ta’ala jika ikhlas. Demikian pula puasa. Termasuk keutamaannya, hanya bisa didapatkan kalau didasari iman dan hanya mengharap balasan dari Allah. Perhatikan hadis berikut ini:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘Alaih)

2. Suka berkata-kata kotor atau keji

Orang yang berkata keji alias rafats, yang secara mudahnya berarti pornografi, puasanya juga akan sia-sia.

الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai, maka barang siapa sedang berpuasa janganlah berkata keji dan mengumpat, jika seseorang mencela atau mengajaknya bertengkar hendaklah dia mengatakan: aku sedang berpuasa. (Muttafaq ’alaih)

3. Sering mengumpat dan marah

Sebagaimana hadts di atas, mengumpat juga membuat pahala puasa berkurang bahkan hilang sama sekali. Ia juga bisa membuat puasa menjadi sia-sia. Demikian pula marah, ia juga bisa membuat puasa menjadi sia-sia. Mengumpat dan marah adalah setali tiga uang.

4. Mencela dan mengajak bertengkar

Jika ada orang yang mencela atau mengajak berkelahi, Rasulullah menuntunkan agar orang yang berpuasa menahan diri. Cukup menjawab bahwa dirinya sedang berpuasa.

Jika ada yang mengajak berkelahi saja kita disuruh menahan diri, bagaimana jika kita yang mencela dan mengajak bertengkar? Pahala puasa bisa melayang. Bahkan puasa menjadi sia-sia.

5. Menggunjing atau ghibah

[ad_2]

Sumber Berita kalam.sindonews.com

#Perkara #yang #Harus #Dijauhi #agar #Ibadah #Puasa #Tidak #Siasia

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved