Connect with us

Kalam

Wapres Ajak Orang Kaya Bantu Negara Hilangkan Bahaya Kemiskinan

Published

on



loading…

JAKARTA – Wakil Presiden ( Wapres ) Maruf Amin mengingatkan pentingnya membayar zakat, infaq dan sodaqoh. Menurutnya, zakat bukan sekedar menunaikan kewajiban kepada Allah SWT, tapi juga membawa kegembiraan kepada golongan yang membutuhkan, apalagi di masa pandemi Covid-19.

Maruf menjelaskan, sebagai seorang muslim memiliki kewajiban melaksanakan ibadah-ibadah yang berkaitan dengan Allah, yakni salat, puasa, zakat dan haji bagi yang yang mampu.

Selain zakat, sambung dia, infaq dan sodaqoh juga menjadi wajib hukumnnya bagi seorang muslim yang memiliki harta berlebih, apalagi di saat banyak orang miskin yang tidak bisa makan. Sebab di dalam harta yang dimiliki juga mengandung hak orang yang membutuhkan.

Baca juga: Inilah Golongan yang Tidak Boleh Diberi Zakat Fitrah

“Padahal dalam Islam itu, selain zakat juga ada yang lain, yaitu sodaqoh, infaq, jadi di dalam harta kamu itu katanya ada hak, lissa ili wal bahrum siwal zakat, selain zakat itu ada. Jadi tidak cukup bagi orang yang punya harta kelebihan, selain zakat, itu masih ada kewajiban lain yaitu infaq, sodaqoh, infaq itu sesuatu yang dianjurkan memberikan kepada orang lain, tapi bukan wajib. Tetapi bisa menjadi wajib bahkan ketika kemiskinan, banyak orang tidak makan,” kata Maruf dalam ‘Tausiyah Ketua Dewan Pertimbangan MUI-Prof Dr KH Maruf Amin: Zakat, Infaq dan Sodaqoh’ yang disiarkan di kanal Youtube Official_TVMUI, Kamis (13/5/2021).

Maka dari itu, Maruf menuturkan, para ulama mengatakan bahwa menghilangkan bahaya kemiskinan itu adalah fardhu kifayah, artinya harus ada orang yang mengambil peran, di samping negara untuk menghilangkan bahaya kemiskinan itu. Dalam kitab Fathul Muin juga disebutkan, yang disebut fardhu kifayah itu antara lain, menghilangkan bahaya yang menimpa orang yang baik, baik itu orang Islam, bahkan juga orang nonmuslim.

“Bahaya yang sangat berat, artinya sampai tidak makan, atau dia sampai tidak berpakaian atau tidak punya pakaian, itu bahaya yang harus dihilangkan, fardhu kifayah,” katanya.

Baca juga: Membayar Zakat Fitrah Secara Online, Sahkah?

Selain kelaparan, sambung Maruf, orang yang tidak ada sandang, pangan, mungkin juga pendidikan, kesehatan dan kepentingan publik yang merupakan suatu kebutuhan masyarakat. Jika ada masyarakat yang mengalami hal seperti itu, maka itu wajib dibantu dengan hukum fardhu kifayah bagi orang yang mempunyai kelebihan.

Jadi, Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu menegaskan, selain zakat, infaq atau sodaqoh dalam situasi di mana banyak orang kesusahan yang memerlukan itu menjadi wajib hukumnya. Dan itu merupakan tuntunan agama Islam.

“Maka itu, beruntunglah dia, seperti kata Imam Ibnu Athoillah, kalau secara lahir oleh Allah kamu dijadikan bisa melaksanakan perintahnya, dan di dalam batinnya diberikan rezeki, menyerah, pasrah kepada kehendak Allah. Itu yang disebut Allah memberikan nikmat yang besar,” terang Maruf.

Oleh karena itu, kata dia, secara lahiriah seorang muslim menjalankan perintah, tapi secara batin menyerah dan pasrah mepada apa yang dikehendaki oleh Allah. Saat mendapatkan kesenangan, orang itu pasti dia istislam, atau dia menerima itu.

“Tapi yang tidak istislam itu sering kali kalau dia diberikan kesulitan, seperti kita ditimpa Covid-19, kemudian mengalami kemiskinan,” kata Maruf.

(abd)



Berita Selengkapnya

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalam

Banyak Aset Tercipta Jika Akademisi dan Santri Bersinergi

Published

on

By


loading…

JAKARTA – Lembaga Wakaf Paramadina kini hadir di tengah masyarakat menyambut masa depan dengan menebarkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Membawa harapan melalui berbagai program untuk mewujudkan pembangunan ekonomi Islam secara mandiri dan berkelanjutan.

Universitas Paramadina adalah salah satu Perguruan Tinggi yang berasal dari wakaf melalui Yayasan Wakaf Paramadina yang didirikan sejak 1998. Tahun 2021 ini, Yayasan Wakaf Paramadina (YWP) mendirikan lembaga khusus untuk mengelola wakaf secara produktif, bernama Lembaga Wakaf Paramadina (LWP). Alhamdulillah telah memiliki sertifikasi Nazhir Wakaf Uang dari BWI dengan nomor 3.3.00281 tertanggal 24 Mei 2021.

Dengan adanya bukti sertifikasi, LWP dapat mengumpulkan dana dari masyarakat umum dalam bentuk Wakaf Uang. Uang yang terkumpul diperuntukan membangun aset-aset produktif dan sebagian akan diinvestasikan. Hasil investasi akan digunakan untuk menebar manfaat lebih banyak lagi.

Walaupun Paramadina baru terdaftar legal sebagai Nazhir pada 2021, namun sesungguhnya YWP telah melakukan banyak aktivitas yang mengusung konsep wakaf. Seperti wakaf tanah dan gedung (aset tetap) serta wakaf profesi.

Tidak hanya wakaf, Paramadina juga telah menjalankan filantropi dalam bentuk Baitul Mall Paramadina, Nasi Murah Paramadina (RAHMA), Paramadina Fellowship, Paramadina Sosial Responsibility (PSR). Kegiatan dan program sosial tersebut telah memberikan beasiswa lebih dari 500 mahasiswa S1 hingga S3, mendirikan dan membiayai operasional 200 PAUD, memberikan ratusan beasiswa bagi anak dari keluarga tidak mampu, khususnya selama pandemi telah memberikan bantuan APD di banyak Rumah Sakit, serta menyalurkan bantuan hampir 1 Milyar rupiah kepada korban yang terdampak Covid-19.

Kehadiran Lembaga Wakaf Paramadina (LWP) ditandai dengan acara launching yang diadakan Jumat 18 Juni 2021, di Aula Universitas Paramadina. Sekaligus penandatanganan kerja sama LWP dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Waqaf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS).

Launching LWP ini dihadiri oleh Dr (HC) Drs H Muhammad Jusuf Kalla sebagai Dewan Pembina YWP dan selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI); Hendro Martowardojo (Ketua Umum YWP); Prof Dr Didik J Rachbini (Rektor Universitas Paramadina); Dr Imam Saptono mewakili Badan Wakaf Indonesia (BWI); Ventje Rahardjo Soedigno SE, MEc (Ketua KNEKS).

Dr Prima Naomi MT selaku ketua Lembaga Wakaf Paramadina menjelaskan bahwa fokus LWP adalah pada bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah. Adapun program-program yang telah dicanangkan sebagai berikut: Program Pembangunan Kampus Baru & Masjid Paramadina beserta Wakaf Center Building, Wakaf Riset & Inkubator Binsis Mikro, Wakaf Design 1000 UMKM, Beasiswa Full S1 untuk 100 Santri Binaan, Beasiswa Full S2 untuk 50 Takmir Masjid & Nazhir, Rahma 1000 Bantuan Gizi dan Pendidikan Bagi Anak Jalanan, Bantuan Covid 500 Guru PAUD & Madrasah serta berbagai program lainnya.

Program Lembaga Wakaf Paramadina akan dikelola oleh anak-anak muda yang merupakan mahasiswa maupun alumni Universitas Paramadina, memiliki konsen terhadap Wakaf. Sebagai direktur Eksekutif ditunjuk Wusda Hesta Wibawa, merupakan enterpreneur muda berbasis syariah. LWP dijalankan sinergi dengan berbagai pihak, diantaranya bermitra strategik dengan DMI, BSI, WaCIDS, Komunitas Entrepreneur dan mitra lainnya.

Bersama DMI, Wakaf Paramadina hendak menyalurkan beasiswa untuk 150 Takmir, Nazir dan Santri, serta memberikan bantuan 1000 gerobak untuk Badan Usaha Milik Masjid (BUMM). Bersama WaCIDS, LWP menjalankan misi meningkatkan literasi & riset wakaf dengan harapan ke depan akan hadir program studi khusus wakaf. Bersama BSI menjadi jalan bagi Wakaf Paramadina untuk kemudahan transaksi keuangan syariah, investasi syariah serta melakukan promosi bersama melalui JadiBerkah.id.

Setelah acara launching, dilanjutkan MoU dengan KNEKS dan WACIDS, serta press conference. Lembaga Wakaf Paramadina menjadi satu langkah kesempatan bagi semua untuk beramal. Wakaf produktif sebagai sebuah investasi akhirat yang sustainable, berkelanjutan tak terputus amalnya. Bagi Kawan Wakaf yang ingin berpartisipasi menginvestasikan amal bersama LWP, dapat mengunjungi halaman donasi kami di link berikut ini.

Selanjutnya Jusuf Kalla akan meninjau lokasi kampus baru Paramadina yang berada di Cilangkap.

Baca Juga: Tanda-tanda Era Baru Kebangkitan Perwakafan Nasional Mulai Terlihat

(rhs)



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Kalam

Memohon dan Mintalah Kepada Allah Hingga Hal yang Remeh

Published

on

By



loading…

Memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk permintaan kita, sangat dianjurkan. Karena pintu Allah akan selalu terbuka untuk permintaan yang besar sampai perkara yang kecil dan remeh sekalipun. Allah sangat menyukai hamba yang meminta sesuatu hanya kepada-NYA.

Baca juga: 5 Ilmuwan Muslim, Peletak Ilmu Dasar Teknologi Kecantikan Masa Kini

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

Baca juga: Ada Keutamaan Besar di Shalat Qabliyah Ashar. Yuk, Amalkan!

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan, kecuali orang yang aku berikan makan. Maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku berikan pakaian, Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan aku berikan” (HR. Muslim).

Coba perhatikan hadis qudsi tersebut. Hanya urusan makan dan pakaian saja, Allah perintahkan kita untuk meminta kepada-Nya. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:

Baca juga: Anak Perempuan Penghalang dari Api Neraka

“Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut. Karena ia sedang meminta kepada Allah Azza wa Jalla” (HR. Ibnu Hibban, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’).

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Dahulu para salaf meminta kepada Allah dalam shalatnya, semua kebutuhannya sampai-sampai garam untuk adonannya dan tali kekang untuk kambingnya” (Jami’ Al Ulum wal Hikam, 1/225).

Baca juga: China Desak AS dan Rusia Kurangi Jumlah Bom Nuklirnya

Bagaimana cara meminta kepada Allah?

Dilansir dari About Islam, adalah dengan cara menengadahkan kedua tangan yakni berdoa. Berdoa merupakan cara bagi umat muslim untuk meminta pertolongan kepada Allah.

Karena dengan berdoa, maka tidak ada pembatas antara Tuhan dan hamba-Nya. Berdoa juga dapat dilakukan muslim kapan saja, pagi, siang, malam, atau dini hari. Pintu Allah selalu terbuka untuk hamba-hamba yang senantiasa mengingat-Nya.

Baca juga: Kemnaker Gagalkan Penyelundupan 11 Pekerja Migran ke Timteng

Allah justru akan sangat marah jika hamba-Nya tidak pernah meminta sesuatu kepada-Nya. Itu artinya, hamba tersebut sombong karena tidak membutuhkan bantuan Allah. Allah selalu senang kepada hamba yang selalu membutuhkan-Nya setiap saat. Selalu bertanya kepada Allah dan jangan pernah malu untuk meminta kepada-Nya berkali-kali.

Maka perbanyaklah doa kepada Allah, bahkan perkara yang kecil-kecil karena semakin menunjukkan kefaqiran kita di hadapan Allah Ta’ala.

Baca juga: KRL Mania, Layanan Bogor-Jakarta Kota di Stasiun Manggarai Ada di Lantai 3

Wallahu A’lam.

(wid)



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Kalam

5 Ilmuwan Muslim, Peletak Ilmu Dasar Teknologi Kecantikan Masa Kini

Published

on

By



loading…

Di era modern saat ini, tak dipungkiri kaum wanita yang melakukan perawatan kecantikan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada seperti sulam alis, extension bulu mata, sedot lemak hingga operasi plastik.

Sebenarnya teknologi kecantikan ini akan memiliki biaya lebih besar ketimbang menggunakan cara alami . Tetapi karena hasilnya jauh lebih cepat dan praktis maka banyak perempuan yang merasa tidak keberatan dengan biaya yang akan dikeluarkan. Oleh sebab itu teknologi kecantikan pada saat ini menjadi salah satu fenomena di era modern, terutama di kalangan wanita termasuk muslimah.

Baca juga: Mengenal 7 Pintu Neraka yang Mengerikan

Pada dasarnya, Islam tidak melarang seorang muslimah untuk mempercantik diri. Namun demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang perbuatan yang berlebihan, terlebih sampai mencelakai diri sendiri. Mempercantik diri boleh saja selama hal itu tidak ditujukan untuk dosa dan kemaksiatan serta tidak mendatangkan kemudharatan.

Dan tahukah Anda, bahwa ternyata banyak kontribusi ilmuwan Muslim di bidang teknologi kecantikan yang sekarang berkembang ini. Parfum misalnya. Parfum telah dikenal di Jazirah Arab sejak sebelum datangnya Islam, kemudian oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam disunnahkan dipakai oleh laki-laki setiap akan ke masjid, dan oleh wanita setiap akan bertemu suaminya. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah beberapa ilmuwan peletak ilmu dasar teknologi kecantikan:

Baca juga: Anak Perempuan Penghalang dari Api Neraka

1. Al-Hayan dan Al Kindi untuk cikal bakal parfum

Ahli kimia Jabir al-Hayan (lahir 722 M) dan Al-Kindi (lahir 801 M) mengembangkan banyak sekali teknik untuk membuat parfum dan kosmetik sebagaimana obat-obatan. Mereka mengembangkan teknik destilasi, evaporasi dan filtrasi untuk mendapatkan koleksi bau harum berbagai jenis bunga, buah, kulit buah, kulit pohon, daun hingga akar dari ratusan jenis tumbuhan. Sebagian zat ini ada yang larut di air, ada pula yang di minyak.

2. al-Kindi, penemu sabun

Sebenarnya produk utama ilmu kimia adalah sabun. Sabun ini awalnya dibuat dari reaksi kimia yang melibatkan minyak sesam, potassium, alkali, kapur dan tanah lumpur. Namun sabun modern yang dibuat dari minyak nabati dan aromatik, resep awalnya juga ditemukan oleh ilmuwan Muslim. Sabun ini berbeda dari sabun awal yang berubah menjadi deterjen. Al-Kindi menyediakan resep paling awal untuk memproduksi zat-zat ini dalam bukunya Kitab Kimiya’ al-‘Itr (Book of the Chemistry of Perfume). Pekerjaan al-Kindi ini dilanjutkan terus sampai ke masa Abu Ali ibn Sina di abad 11 M.

Baca juga: Berbuat Baik Kepada Binatang

3. Abu al-Qasim az-Zahrawi, penemu lipstik

Pada 1000 M, Abu al-Qasim az-Zahrawi menemukan lipstik dalam bentuk yang bertahan hingga kini.

4. Abu l-Hasan ‘Ali Ibn Nafi‘, perintis sekolah kecantikan

Sekitar abad 8-9 M, seorang saintis dan musisi Andalusia Abu l-Hasan ‘Ali Ibn Nafi‘ – yang lebih dikenal dengan nama Ziryab, telah meletakkan dasar-dasar kosmetika dan estetika dengan membuka sekolah kecantikan pertama di Alcazar, Cordoba. Di sana, Ziryab pertama-tama mengajari istrinya sendiri dan beberapa wanita – yang kemudian menjadi para asistennya untuk mengajari wanita-wanita lainnya – berbagai hal, dari mendesain mode pakaian hingga membentuk bulu mata dan bercelak. Dia juga menemukan depilatori untuk menghilangkan bulu tubuh yang berlebihan, deodoran yang dioleskan di ketek dan menemukan pasta gigi, meskipun bahan-bahannya sekarang sudah tidak diketahui lagi.

Baca juga: Anies Tidak Tartarik Bahas Pembongkaran Jalur Sepeda, Sedang Fokus Masalah Covid-19

Kala itu, Ziryab juga menyarankan untuk memakai jenis pakaian yang berbeda untuk pagi, siang dan malam hari, bahkan mode yang berbeda setiap pergantian musim. Hal ini membuat seorang sejarawan Perancis Henri Terrace menyebut Ziryab “Bapak fashion”, yang mempengaruhi keseluruhan industri fashion hingga hari ini.

Sedangkan untuk memperkuat suasana indah, Ziryab juga memperkenalkan tata cara makan yang sekarang disebut sebagai table manner, di mana ada tiga tahap: soup, main course dan desert. Dia juga memulai tradisi baru menggunakan tempat minum dari bahan gelas atau kristal, menggantikan cangkir logam, sehingga keindahan minuman dapat ditonjolkan untuk membangkitkan selera. Makanan yang halal dan baik adalah kunci kesehatan, dan kesehatan adalah kunci kecantikan.

Baca juga: Kini Media Sosial Jadi Primadona Tempat Jualan



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved