Tadabur Surat Ar-Rahman Ayat 9-12 Bercerita Tentang Buah Kurma - Bagyanews.com
Connect with us

Kalam

Tadabur Surat Ar-Rahman Ayat 9-12 Bercerita Tentang Buah Kurma

Published

on


loading…

Ustaz Mukhlis Mukti Al-Mughni
Yayasan Pustaka Afaf

Berikut lanjutan tadabur Surah Ar-Rahman, surah ke-55 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 78 ayat. Surah Ar-Rahman disebut juga pengantin surat-surat. Seperti dijelaskan dalam hadis: “Segala sesuatu ada pengantinnya, dan pengantin Al-Qur’an adalah Surat Ar-Rahmaan.”

Kandungan Surah Ar-Rahman banyak bercerita tentang aneka nikmat Allah yang sering terlupakan untuk kita renungi dan syukuri. Berikut tadaburnya.

Surah Ar-Rahman Ayat 9:

وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ

“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (Ar-Rahman Ayat 9)

Pesan dan Hikmah:
1. Ayat ini mempertegas kembali agar jangan curang dalam menimbang. Tegakkan keadilan dalam menimbang.

2. Ada satu surat ancaman terhadap pelaku kecurangan dalam timbangan, yaitu Surat Al-Muthafifiin.

3. Semakna dengan maksud neraca adalah istilah ummatan wasathan. Umat pertengahan. Sebaik-baik sikap dalam suatu urusan adalah yang pertengahan. Karena posisi tengah bisa melihat kiri dan kanan. Sikap tengah ini amat penting agar kita tidak menjadi ektsrem kiri dan ekstrim kanan.

Surah Ar-Rahman Ayat 10:

وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ

“Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya).” (Ar-Rahman:10)

Pesan dan Hikmah:
1. Nikmat dan kekuasaan Allah berikutnya adalah bumi yang diratakan Allah. Artinya, Allah bentangkan agar mudah diletakkan segala sesuatu di atas bumi yang rata itu seperti gunung, bukit, hutan, sungai, lautan dan lain sebagainya.

2. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tujuan Allah meratakan bumi agar segala sesuatu yang diciptakan Allah bisa hidup stabil dan aman di atasnya.

Surah Ar-Rahman Ayat 11:

فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ

“Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.” (Ar-Rahman: 11)

Pesan dan Hikmah:
1. Di antara manfaat diratakannya bumi adalah ditumbuhkannya buah-buahan yang beraneka bentuk, warna, rasa dan aromanya.

2. Menunjukkan kemuliaan buah kurma yang tentunya memiliki banyak khasiat, baik kuma basah maupun kering. Juga kandungan gula dan mineral yang dimiliki kurma cukup tinggi. Ibnul Qayyim saat sakit di musim haji, beliau mengobati dirinya dengan mengonsumsi kurma dan air zam-zam.

3. Disebutkan kelopak mayang juga menunjukkan fungsinya yang luar biasa, mulai dari melindungi buah hingga membuatnya matang dan mengering.

4. Kurma menjadi makanan favorit Rasulullah dan masyarakat Arab. Bahkan penghuni surga.

Surah Ar-Rahman Ayat 12:

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ

“Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.” (Ar-Rahman:12)

Pesan dan Hikmah:
1. Allah menyebutkan bentuk nikmat dan kekuasaan dalam menciptakan biji-bijian yang berkulit seperti gandum, padi, jagung dan kacang-kacangan. Semua itu nikmat yang luput untuk kita syukuri. Betapa Allah melibatkan banyak peran untuk bisa menghadirkan sepiring nasi di meja hidangan kita, mulai dari petani, pedagang, pemasak sampai pemakannya.

2. Karenanya di antara usaha yang dipuji oleh Rasulullah adalah bercocok tanam. Seperti dalam sabdanya, “Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman lalu hasilnya dimakan oleh burung, binatang dan manusia melainkan itu menjadi sedekah untuknya.” Petani disebut dengan Al-Fallah yang artinya orang yang beruntung, untung materi dan untung pahala.

3. Allah pun menciptakan bunga-bunga untuk memperinndah dan mempercantik dunia dengan aneka warna dan bentuk serta aromanya.

Wallahu A’lam

Baca Juga: Tadabur Surat Ar-Rahman Ayat 5-8, Berikut Hikmahnya

(rhs)



Berita Selengkapnya

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalam

Mengenal Tugas Lain Malaikat Jibril

Published

on

By



loading…

Tugas Malaikat Jibril yang kita ketahui adalah menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Namun timbul pertanyaan, setelah Baginda Rasul wafat, apakah tugas Malaikat Jibril selesai pula?

Dan ternyata, masih ada tugas-tugas lain yang dilaksanakan Malaikat Jibril ini terkait kehidupan manusia di bumi. Apa saja tugasnya? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tugas-tugas lain daru Malaikat Jibril yang perlu kita ketahui, antara lain:

Baca juga: Jibril Malaikat Paling Mulia, Pakaiannya Sutera, Berhiaskan Permata dan Intan

1. Menjadi pemimpin para malaikat untuk turun ke bumi.

Tugas ini dilakukan setidaknya satu tahun sekali., yakni pada malam Lailatul Qadr di bulan Ramadhan. Pada malam yang mulia tersebut, para malaikat turun ke bumi untuk memberi keselamatan dan keberkahan.

2. Memenuhi dan menahan hajat orang yang berdoa

Hal ini sebagaimana riwayat Imam Al-Baihaqi dari Tsabit, dia berkata,

“Telah sampai kepadaku bahwa Allah Swt mendelegasikan Malaikat Jibril dalam urusan memenuhi hajat hidup manusia. Apabila seorang mukmin berdoa, maka Allah pun berkata kepada Jibril; Wahai Jibril, tahan dulu untuk memenuhi hajatnya karena Aku sungguh sangat senang mendengar lantunan doanya. Apabila orang kafir berdoa, Allah pun berkata kepadanya; Wahai Jibril, penuhi apa yang menjadi hajatnya karena sesungguhnya Aku tidak suka mendengar lantunan doanya.”

3. Mendampingi orang yang sakaratul maut dalam keadaan suci

Saat seseorang mengalami sakaratul maut dan orang tersebut dalam keadaan suci, malaikat Jibril turun ke sisi orang tersebut. Dia kemudian membawa tugas dari Allah untuk membawa rahmat dan kemudahan bagi orang yang sedang sekarat tersebut.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Hal ini juga ditegaskan oleh Syekh Nawawi dalam kitab Nuruzh Zhalam. Dia menjelaskan,

“Imam Jalaluddin Al-Suyuthi berkata bahwa Malaikat Jibril menghadiri kematian seseorang yang meninggal dalam keadaan punya wudhu.”

4. Mengurus angin

Semua urusan yang berkaitan dengan angin, maka semuanya dikendalikan oleh Malaikat Jibril. Ini sebagaimana riwayat Imam Al-Baihaqi dalam kitab Syuabul Iman berikut,

“Empat Malaikat yang mengurusi urusan dunia yaitu Jibril, Mikail, Malaikat Maut, dan Israfil. Jibril diserahi untuk mengatur angin dan para tentara (malaikat). Mikail diserahi untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan. Malaikat Maut diserahi untuk mencabut nyawa, sedangkan Israfil diserahi tugas menyampaikan perintah kepada mereka.”

Itulah beberapa tugas malaikat Jibril selain menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad Saw. Hal ini membuktikan bahwa Malaikat Jibril saat ini tidak menganggur. Ia masih memiliki tugas yang perlu diembannya sampai dengan hari kiamat nanti walaupun Nabi Muhammad Shalllallahu alaihi wa sallam sudah wafat.

Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Kahfi Dicicil?

Wallahu A’lam

(wid)



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Kalam

Surga yang Warnanya Hijau Tua

Published

on

By


loading…

Ustaz Mukhlis Mukti Al Mughni
Yayasan Pustaka Afaf,
Lulusan Al-Azhar Mesir

Surat Ar-Rahman dijuluki sebagai pengantinnya Al-Qur’an. Surat ini bercerita tentang aneka nikmat Allah yang wajib kita syukuri.

Di dalam Surat Ar-Rahman, Allah mengingatkan manusia dengan ayat yang diulang-ulang sebanyak 31 kali: “Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzibaan” (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?).

Berikut lanjutkan Tadabur Ar-Rahman Ayat 63-70. Allah mengabarkan tentang nikmat surga dan keindahannya. Ganjaran surga ini diperuntukkan bagi mereka yang bertakwa dan beramal saleh ketika di dunia.

Ayat 63:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 63)

Ayat 64:

مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ

“Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.” (Ar-Rahman: 64)

Pesan dan Hikmah:
1. Gambaran dua surga lainnya adalah terlihat hijau tua. Yang tentunya sedap dipandang mata dan menentramkan jiwa.

Ayat 65:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 65)

Ayat 66:

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ

“Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.” (Ar-Rahman: 66)

Pesan dan Hikmah:
1. Beda dengan dua surga sebelumnya yang mata airnya mengalir. Di dua surga lainnya ini disebutkan mata air yang terus memancar namun tidak mengalir.

Ayat 67:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 67)

Ayat 68:

فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ

“Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.” (Ar-Rahman: 68)

Pesan dan Hikmah:
1. Disebutkan dua nama buah tersebut menunjukkan keistimewaan, manfaat juga khasiat dari buah tersebut.

Ayat 69:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 69)

Ayat 70:

فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ

“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar-Rahman: 70)

Pesan dan Hikmah:
1. Dalam dua surga lainnya diberikan pula layanan bidadari yang berkahlak baik dan cantik jelita.

Menurut Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H, selain dari surga itu ada dua surga lagi yang terbuat dari perak, yakni bentuk bangunan, perhiasan, bejana-bejana dan dan apa yang ada pada keduanya yang diperuntukkan bagi golongan kanan. Kedua surga tersebut (kelihatan) hijau tua warnanya. Keduanya berwarna hijau pekat karena sangat hijau dan subur.

Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar yakni memancur. Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dari berbagai macam jenis buah-buahan, khususnya kurma dan delima yang memiliki sangat banyak manfaat dan kegunaannya.

Wallahu A’lam

Baca Juga: Tadabur Ar-Rahman Ayat 47-50: Gambaran Surga dan Keindahannya

(rhs)



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Kalam

5 Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Published

on

By



loading…

Kewajiban paling utama dalam mendidik anak adalah mengenalkan Allah Ta’ala kepada mereka. Ini agar si anak mencintai Allah Ta’ala, tuhan semesta alam. Harus ditanamkan pada diri si anak bahwa Allah Ta’ala yang menciptakan dirinya dan seluruh alam semesta.

Wajib juga kepada si anak dijarkan untuk mengenal dan mencintai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Kenalkan si anak kepada Allah dan rasulNya dengan cara-cara yang baik dan sabar.

Baca juga: Pentingnya Mendidik Anak Berorientasi Akhirat

Dengan mengenal Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka si anak mengenal dan memahami syariat Islam secara benar untuk diamalkan. Maka, wajib diajarkan tauhid kepada si anak, yaitu bagaimana menanamkan dalam hati bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya tiha. Jauhkan serta laranglah anak dari berbuat syirik.

Ini sebagaimanan nasihat Luqman kepada anaknya, :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau memperskutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.’” (QS. Luqman: 13).

Ulama menuntun untuk mengajarkan lima hal kepada anak anak kita, yaitu:

1. Mengenalkan nama-nama Allah Ta’ala yang Maha Agung.

2. Mengucap salam saat masuk rumah.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika masuk rumah, maka salamlah, menjadi berkah bagimu dan ahlul baitmu.
HR Tarmidzi, hasan.

Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Kahfi Dicicil?

3. Mengajarkan Surat Al-Fatihah

Karena akan dia baca tiap hari berkali-kali, maka pahalanya mengalir terus.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Al-Fatihah adalah surat teragung yang diberikan padaku.” (HR Bukhari).

4. Mengajarkan cara shalat yang sesuai sunnah.

Karena ia shalat tiap hari maka pahala mengalir terus. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Ajarilah anak shalat di usia 7 tahun.” (HR Tarmidzi).

5. Ajarkan tiga wirid sebelum tidur.



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved