Puasa Umat Terdahulu, Bagaimana Umat Kristen dan Yahudi? – Bagyanews.com
Connect with us

Kalam

Puasa Umat Terdahulu, Bagaimana Umat Kristen dan Yahudi?

Published

on

[ad_1]


loading…

Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Islam sesuai dengan perintah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183. Dalam ayat tersebut disampaikan, bahwa puasa juga diwajibkan kepada umat-umat terdahulu sebelum diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad SAW . Allah SWT berfirman:يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَۙ

Yaa ayyuhal laziina aamanuu kutiba ‘alaikumus Siyaamu kamaa kutiba ‘alal laziina min qablikum la’allakum tattaquun

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. ( QS Al-Baqarah : 183)

Baca juga: Meninggal Dunia, Apakah Masih Punya Kewajiban Puasa?

Mayoritas mufassir menafsirkan bahwa perintah puasa telah diwajibkan kepada para Nabi dan umat-umat sejak Nabi Adam, nabi-nabi setelahnya dan umat-umat sebelum kita.

Al-Thabari dalam tafsir “Jami’ul Bayan Fi Ta’wil Al-Qur’an” mengutip pendapat Abu Ja’far menjelaskan, penggalan kalimat “sebagaimana diwajibkan atas umat sebelum kalian” pada kalimat tersebut terdapat perbedaan di kalangan ahlu ta’wil antara penekanan tasybih antara kewajiban puasa atau puasa umat-umat sebelum kita.

Meski demikian, kedua perbedaan pendapat tersebut konteksnya adalah pada maksud orang-orang terdahulu termasuk cara, waktu, dan lama puasa mereka.

Andaikan penekanan pada puasa orang-orang yang serupa dengan umat Muslim maka rujukannya adalah kaum Nasrani. Karena mereka juga pernah diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Hanya saja waktu puasa mereka berbeda yakni dari waktu Isya ke waktu Isya esok harinya. Tidak boleh makan dan minum, juga tidak boleh bergaul dengan Istrinya.

Rupanya, hal itu memberatkan bagi mereka, lantas mereka sepakat untuk memindahkan waktu puasanya sesuai dengan musim, hingga mengalihkan ke pertengahan musim panas dan musim dingin.

Mereka mengatakan “untuk menebus apa yang kita kerjakan, kita akan menambah puasa kita sebanyak dua puluh hari” dari yang sebelumnya 30 hari. Dengan begitu mereka berpuasa sebanyak 50 hari.

[ad_2]

Sumber Berita kalam.sindonews.com

#Puasa #Umat #Terdahulu #Bagaimana #Umat #Kristen #dan #Yahudi

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved