Anggota Komisi Fatwa MUI KH Mukti Ali Qusyairi menyebut banyak para ulama yang mengaitkan COVID-19 dengan thaun atau wabah. Sebab, dapat menimpa dan menulari banyak orang yang tidak memandang jenis kelamin, usia, kebangsaan dalam satu wilayah bahkan bisa meluas ke berbagai wilayah.
Kiai Mukti mengatakan, menurut Imam Ibnu Hajar, dalam kitabnya Badz al-Maun Fi Fadhilat At-Thaun, seseorang yang terpapar thaun atau wabah, lalu dia meninggal, maka dia wafat dalam keadaan syahid . Dalam hal ini, seseorang yang bisa dikatakan mati dalam keadaan syahid atau tidaknya dapat dilihat dari perilakunya dalam menyikapi COVID-19 ini.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar Merindukan Mati Syahid, Berikut Doanya
Kiai Mukti menyebut sikap seorang muslim harus selalu taat menaati protokol kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar dalam menghadapi Covid-19 ini. “Dia ikhtiar menaati protokol Kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, tidak berkerumun. Dia telah ikhtiar agar tidak terpapar corona,” ucap Kiai Mukti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/7/2021).
Kiai Mukti menambahkan dalam kondisi saat ini jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan. Sebab, seperti sedang membuat celaka yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kemudian, Kiai Mukti mengatakan, Allah SWT sudah mengingatkan hambanya untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat membahayakan dirinya, seperti dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 195 yang berbunyi: وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ
“Janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri.”