Connect with us

News

MERENDAM DENDAM Nur Rofik KS

Published

on


 

 

 

 

 

MERENDAM DENDAM Nur Rofik KS

 

Malam memekikkan sunyi

Angan merendam pilu

Hayalan melambung tinggi

Tentang dendam lalu

 

Kemana kaki melangkah pasti

Bila kau jauhkan diri

Dari kepasrahan pada Ilahi

 

Panggul, 17 Juni 2020

 

Bagus. Sudah bagus. Koreksi hanya pafa kata “hayalan”. Menurut kakek seharusnya :khayalan” tapi coba buka KBBI .. mungkin kakek yang salah.

Ayo coba #4334

 

Selamat berlatih.

Source link


[ad_2]
Sumber Berita

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

TERTIMBUN TANAH | Obrolan Santai – SastraMagz.com

Published

on

By


TERTIMBUN TANAH

Jagat Satria Pasopati

 

Belati menusuk merajam

Lukanya begitu dalam

Jiwa menjadi kelam

Terkapar pada malam

 

Tercecer percikan yang merah

Sungguh menyengat amis darah

Raga mati tertimbun tanah

 

Jateng, 17-06-20

 

Bagus. Tak ada yangh mesti dikoreksi. Silakan coba #4334.

Source link


[ad_2]
Sumber Berita

Continue Reading

News

Puisi-puisi Dody Kristianto termuat di MataPuisi Agustus 2020 – SastraMagz.com

Published

on

By


Kaidah
Diet Ketat

Kau
diusir oleh perjamuan ini

sebab
harus kau tetak segera

raksasa
bersarang dalam

rimba
raya diri.

 

Adab
ini bakal menghalaumu

dari
semua kenikmatan.

Yang
di depanmu andaikanlah

hampa
belaka.

 

Sebab
bila kau kalah

oleh
lipuran pandang,

anasir
suram menyerang

diam-diam
merambah tubuh,

merambani
peraluranmu,

mengunci
liku lenggak gerikmu.

 

Bukankah
perutmu disawang

kian
membubung, melambung.

Bukankah
kau pantang terpikat

gelagat
loba yang tak puas

meski
gunung membentang

telah
tertelan.

 

Tenangkan
nafsumu.

Ikat
hasrat menggelegakmu.

Tekan
simpul-simpul laparmu.

 

Susu
murni biar umpama nanah

yang
jijik di kerongkongan.

Pun
aroma rempah  menguar dari

gulai
dan kari tak lebih kebohongan

di
meja makan.   

 

(2019)

Kantuk

 

Aku
datang dengan sopan.

Kau
jangan berlalu dari

gelanggang
berirama ini.

 

Sudah
kutata kursi, televisi.

Kurapikan
perabot. Tergelar

selimut
panjang sepanjang

 

ranjang.
Maka sandarkan

puisimu,
kendurkan urat

kencang
kata-katamu.

 

Aku
pula maujud rayuan

yang
menggerakkan kelopak

matamu
biar renang ke seberang.

 

Melintasi
palung dangkal ini.

Kian
kusedapkan hawa dingin

dengan
secangkir susu paling

 

suam.
Pulang segera dari segala

jaga.
Simpan ia rapat-rapat

di
lemarimu. Bukankah sebidang

 

kasur
adalah haribaan paling setia

menyandingmu
menyaksikan

gulita
langit malam ini dalam

 

mimpi.
Sebab ia yang paling tak

kau
tunggu, paling kau hindarkan

dari
gelanggang tanpa aran, akan

 

bijak
menyelinap dan memindah

segala
di ruang tamu tanpa

menguar
kidung gaduh.

 

(2019)
 


Pemirsa blog saia yang budiman, setelah empat tahunan lebih saya tidak memutakhirkan blog saia ini, tibalah waktu bagi saia untuk mengaktifkan kembali blog ini. Sembari sambilan pula saya dan kawan-kawan di Kabe Gulbleg mempersiapkan sebuah project. Untuk awalan aktif ngeblog lagi, saia akan suguhkan beberapa puisi saia yang termuat pada medio 2019-2020-an. Berikut adalah dua puisi yang termuat pada zine pdf Matapuisi edisi Agustus 2020 yang digawangi oleh duet penyair Hasan Aspahani dan Dedy Tri Riyadi. Ada tujuh puisi yang tersiar di terbitan Matapuisi Agustus 2020 yang juga secara khusus mengulas almarhum Sapardi Djoko Damono. Ada pun versi lengkapnya, kawan-kawan bolehlah berlangganan Matapuisi dengan menghubungi Bang Hasan Aspahani atau Mas Dedy Tri Riyadi. Terima kasih.   



Sumber Berita

Continue Reading

News

Puisi-puisi Aksan Taqwin Embe – SastraMagz.com

Published

on

By


Pemirsa blog saia yang budiman, agar gak sepi-sepi amat, blog tercinta saia ini akan saya isi kembali dengan puisi-puisi dari Kawan Aksan Taqwin Embe, yang sebenarnya lebih moncer sebagai cerpenis. Puisi-puisi ini sendiri sebelumnya telah tayang di laman lensasastra.id edisi 7 Maret 2021. Bila kawan-kawan ingin membaca puisi-puisi Bung Aksan secara lengkaplah, bolehlah singgah ke laman Puisi Aksan Taqwin Embe – lensasastra.id 

Buruh yang Mendadak Jatuh Cinta

semula pertemuan yang asam
dibuat sekawanan usai lembur semalaman
dicecap sampai tuntas. Umpama kopi hingga tandas.
aku perantau
aku pun
sepasang buruh itu jatuh cinta
karena merasa saling menemukan rumah.

2020

Dolanan Pertama

Cublek…cublek suweng, suwenge randa’ ireng
Kecantol ning kelambi, ambune rengga-renggi

Kepulangan di petang hari adalah ketergesaanmu
yang bukan biasanya. langkah pelan tenggelam
dengan nyanyian bocah-bocah
di pelataran rumah. kau merundukkan tubuh.
mengendus berkali-kali. bau yang kau sembunyikan.
kemudian membasuh dengan sabun.
berkalikali.

sir, sir pong wedele dobong. sir, sir pong wedele dobong.

berkali-kali kau menyembunyikan ketakutan.
membungkus kecemasan dengan suara lantang.
sering naik tikam. mengunci kalimat yang nyaris
tidak bisa dibalas dengan lapang dada.
kecuali amarah.

Sopo sing nggawa, sopo sing nggawa?

di meja makan tanpa suara. keluar masuk rumah
dengan muka bara. lalu kau tak pernah tahu
diam-diam kutukan yang dirapal istrimu
bermula dari gerak bibirmu yang tak bisa
kau sembunyikan.
waktu itu.

Tangerang Selatan, 2019

Dolanan Kedua

Permainan dimulai. ketika kecemasan tubuh
bermula. saat kekasihmu kerap melayangkan bara
dari bibirnya. kau mencari tahu. tentang jantung
kerap diburu cemburu.
permainan itu dimulai. ketika kau dan kekasihmu
menyatukan tubuh.

“Aku rindu kau.”
tapi kalimatnya hanyalah deru angin
yang menempa wajahmu. kau mencabut rambutnya
secara perlahan. tubuh senantiasa pasrah. ketika
jatuh dalam dekapan.

“Aku sangat suka lembut rambutmu,” bisikmu.
kau tak lagi percaya soal nujum. atau perhitungan
tanggal-tanggal sepasang. sebab kalimat rindu
bermula dari nafsu yang tumbuh.

permainan kau mulai setiap malam. dengan sepotong jarum
dan boneka mungil; bernama kekasihmu
dari lelaki tua waktu itu. bersamanya kau
bisa tertawa dan menderaskan air mata.

Tangerang Selatan, 2019


Aksan Taqwin Embe
. Sastrawan Berkarya Tahun 2019 ke wilayah 3T; Seruyan-Kalimantan Tengah, utusan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia pernah terpilih sebagai perwakilan penulis muda Indonesia dalam Majelis Sastra Asia Tenggara, kategori cerpen 2018. Terpilih dalam Emerging Writers Ubud Writers and Readers Festival 2017. Saat ini ia bekerja menjadi guru di Insan Cendekia Madani, Serpong dan menjadi Redaktur Buletin Tanpa Batas.



Sumber Berita

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved

VERIFIED & SECURED
BY: R3
SSL Valid: Jun 21, 2021 - Sep 19, 2021