Connect with us

IT

Masuk Red Notice, Kominfo Hapus Konten Medsos Joseph Paul Zhang

Published

on



Teknologi – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan tindakan tegas terhadap perbuatan dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Joseph Paul Zhang.

Diketahui, Joseph Paul Zhang ternyata hanya merupakan nama akun. Pria yang mengaku sebagai nabi ke-26 itu disebut memiliki nama asli Shindy Paul Soerjomoelyono (SPS).

Sesuai akunnya JPZ, nama aslinya di dalam DPO tersebut dengan inisial SPS.

Kominfo langsung melakukan penghapusan terhadap konten tersebut di berbagai platform media sosial (medsos) serta melaporkannya ke penegak hukum.

Sehingga, oknum tersebut mendapatkan efek jera terhadap perbuatan yang telah dilakukannya.

“Kominfo melakukan langkah tegas dan cepat terkait dengan pernyataan yang dilakukan oleh Paul Zhang,” kata Juru Bicara Kementeria Kominfo Dedy Permadi dikutip dari YouTube Kominfo TV, Kamis (22/04/2021).

Perbuatan di atas, diduga telah melanggar pasal 28, Juncto 45A Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Konsekuensi dari pelanggaran di atas Paul Zhang mendapat ancaman hukuman penjara selama enam tahun dan diberikan denda hingga senilai Rp1 miliar.

Langkah tegas yang dimaksud oleh Kominfo adalah pemutusan akses terhadap konten bersangkutan yang menimbulkan kontroversi. Maksudnya, Kominfo melakukan penghapusan terhadap konten tersebut di berbagai platform media sosial (medsos).

Dengan mengerahkan patroli siber di berbagai platform medsos, pihaknya tengah menghapus setiap konten Joseph Paul Zhang yang terindikasi melanggar aturan. Ketika muncul di berbagai platform medsos yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Patroli di atas, dilakukan selama 24 jam tanpa henti untuk melakukan tindakan tegas terhadap akun yang menggunggah konten Paul Zhang yang kontroversial tersebut.

“Konten-konten yang berisi ujaran kebencian tersebut akan segera diproses dengan tindakan blokir jika masih ditemukan,” katanya.

Dari tindakan di atas, Kominfo dalam kurun waktu dua hari ini telah melakukan blokir sebanyak total 20 konten yang berada di berbagai platform. Secara detail, per Minggu (18/04/2021) sudah dilakukan blokir terhadap 7 konten dan per Senin (19/4/2021) sudah dilakukan blokir terhadap 13 konten.

Dalam memaksimalkan upaya di atas, diperlukan peran aktif dari masyarakat untuk melakukan pengaduan terhadap konten yang melanggar aturan di atas. Pasalnya, masyarakat yang melihat di berbagai platform dapat melaporkan kepada pihaknya.

Tujuannya, Kominfo dapat segera melakukan pemblokiran konten yang memiliki kecenderungan negatif tersebut.

“Masyarakat dapat melakukan pelaporan bila melihat konten negatif tersebut melalui situs dapat melaporkannya melalui kanal aduankonten.co.id,” tuturnya.

Dari upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kominfo, Dedy berharap, masyarakat dapat senantiasa tenang menghadapi dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Paul Zhang. Sebab, aparat penegak hukum telah melakukan tindak lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku di dalam negeri.

Serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk melakukan penegakan hukum sepenuhnya kepada Paul Zhang. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dilakukan melalui medsosnya pada beberapa waktu yang lalu.

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang menjaga persatuan perdamaian di antara sesama, baik di ruang fisik maupun ruang digital,” paparnya.

Jadi Buruan Dalam DPO

Mabes Polri akan mengupayakan pengajuan red notice kepada pihak Interpol terkait pencarian tersangka Joseph Paul Zhang, yang telah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kemarin dari hasil rapat imigrasi, dengan berbagai pertimbangan tetap kita upayakan mengajukan red notice ke Interpol. Nanti di Lyon akan dibahas apakah bisa masuk red notice atau tidak kemudian akan kita lakukan,” ujar Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, Rabu (21/04/2021).

Pengajuan red notice diharapkan bisa disetujui sehingga bisa mempersempit ruang gerak Joseph berpindah-pindah negara yang masuk dalam keanggotaan Interpol.

“Ya mudah-mudahan kalau nanti red notice disetujui, kalau dia mau negara-negara yang masuk Interpol akan menolak, kalau misalnya yang bersangkutan masuk ke sana,” pungkasnya.


Photo Credit: Joseph Paul Zhang atau Shindy Paul Soerjomoelyono (SPS). FILE/Ist. Photo

 

Didik Fitrianto
Latest posts by Didik Fitrianto (see all)





Sumber Berita

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IT

Perkuat Sinyal Deteksi Dini Tsunami BPPT Siapkan 3 Alat Canggih yang Dilengkapi Sinergi Pentahelix

Published

on

By





Teknologi – Indonesia berada di zona “Ring of fire”, Jalur yang dilalui pertemuan lempeng inilah yang menjadi zona rawan gempa di Indonesia. melihat hal tersebutdan belajar dari histori bencana yang terjadi di indonesia. Pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan sistem peringatan dini tsunami atau yang lebih dikenal dengan Indonesia Tsunami Early Warning System atau Teknologi InaTEWS.

“Indonesia Tsunami Early Warning System atau Teknologi InaTEWS mengunakan pengembangan sistem peringatan bencana berbasis teknologi tersebut mengunakan berbagai instrumen sesuai dengan kebutuhan lokasi, seperti Teknologi Buoy (InaBuoy), Teknologi Kabel Optik Bawah Laut (InaCBT – Cable Based Tsunameter), Teknologi Coastal Acoustic Tomografi (InaCAT), hingga Pemodelan berbasis Kecerdasan Artifisial,” hal itu di ungkapkan oleh Kepala BPPT Hammam Riza dalam Media Gathering yang bertemakan Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Buoy, Kabel Serat Optik, dan Akustik Tomografi, Selasa (8/6).

Ia juga menjelaskan BPPT sejak Tahun 2019 telah membangun tiga teknologi tersebut dalam rangka mendukung InaTEWS Nasional BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Sensor tsunami dari InaTEWS BPPT dapat mengirimkan data secara berkesinambungan kepada BMKG dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana tsunami di Indonesia.

Untuk menunjang hal tersebut BPPT telah menyusun grand design peta jalan teknologi mitigasi dengan mengoperasikan InaBuoy di 13 lokasi, InaCBT di 7 lokasi, InaCAT di 3 lokasi dan didukung dengan pengolahan kecerdasan artifisial. Semua Teknologi InaTEWS ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2024, tambah Hammam.

Sejumlah peristiwa bencana alam seperti bencana besar di Tahun 2018 yang menerpa Lombok, Palu, dan Selat Sunda menjadi pengalaman berharga bagi semua pihak dalam memperingatkan datangnya bencana sedini mungkin.


Photo Credit : Kepala BPPT Hammam Riza (berbaaju putih) dalam Media Gathering yang bertemakan Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Buoy, Kabel Serat Optik, dan Akustik Tomografi, Selasa (8/6)/Doc/ist


 

Atti K.





Sumber Berita

Continue Reading

IT

Perkuat Sinyal Deteksi Dini Tsunami, BPPT Siapkan Pentahelix

Published

on

By





Teknologi – Indonesia berada di zona “Ring of fire”, Jalur yang dilalui pertemuan lempeng inilah yang menjadi zona rawan gempa di Indonesia. melihat hal tersebutdan belajar dari histori bencana yang terjadi di indonesia. Pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan sistem peringatan dini tsunami atau yang lebih dikenal dengan Indonesia Tsunami Early Warning System atau Teknologi InaTEWS.

“Indonesia Tsunami Early Warning System atau Teknologi InaTEWS mengunakan pengembangan sistem peringatan bencana berbasis teknologi tersebut mengunakan berbagai instrumen sesuai dengan kebutuhan lokasi, seperti Teknologi Buoy (InaBuoy), Teknologi Kabel Optik Bawah Laut (InaCBT – Cable Based Tsunameter), Teknologi Coastal Acoustic Tomografi (InaCAT), hingga Pemodelan berbasis Kecerdasan Artifisial,” hal itu di ungkapkan oleh Kepala BPPT Hammam Riza dalam Media Gathering yang bertemakan Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Buoy, Kabel Serat Optik, dan Akustik Tomografi, Selasa (8/6).

Ia juga menjelaskan BPPT sejak Tahun 2019 telah membangun tiga teknologi tersebut dalam rangka mendukung InaTEWS Nasional BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Sensor tsunami dari InaTEWS BPPT dapat mengirimkan data secara berkesinambungan kepada BMKG dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana tsunami di Indonesia.

Untuk menunjang hal tersebut BPPT telah menyusun grand design peta jalan teknologi mitigasi dengan mengoperasikan InaBuoy di 13 lokasi, InaCBT di 7 lokasi, InaCAT di 3 lokasi dan didukung dengan pengolahan kecerdasan artifisial. Semua Teknologi InaTEWS ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2024, tambah Hammam.

Sejumlah peristiwa bencana alam seperti bencana besar di Tahun 2018 yang menerpa Lombok, Palu, dan Selat Sunda menjadi pengalaman berharga bagi semua pihak dalam memperingatkan datangnya bencana sedini mungkin.


Photo Credit : Kepala BPPT Hammam Riza (berbaaju putih) dalam Media Gathering yang bertemakan Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Buoy, Kabel Serat Optik, dan Akustik Tomografi, Selasa (8/6)/Doc/ist

 

Atti K.





Sumber Berita

Continue Reading

IT

Kominfo Ajak WSIS Kembangkan Masyarakat Digital

Published

on

By




Teknologi – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak delegasi dari Azerbaijan, Bangladesh, Bulgaria, Chili, Ghana, Guinea, Yordania, Rumania, dan Thailand, serta ITU, UNESCO, UNDP, UNCTAD dan delegasi lain untuk meningkatkan komitmen dalam mengembangkan masyarakat digital. Upaya itu dilakukan dengan memperkuat tiga sektor yakni infrastruktur digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.

“Antusiasme delegasi dari berbagai belahan dunia menandakan komitmen untuk mencapai masyarakat digital. Di mana setiap orang dapat berkreasi, mengakses, memanfaatkan dan berbagi informasi, baik di platform offline maupun online,” jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba dalam Minesterial Round Table WSIS Forum 2021, dari Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Mewakili Menkominfo Johnny G. Plate, Sekjen Mira Tayyiba menegaskan komitmen membangun masyarakat digital memiliki kontribusi penting dalam pemulihan pascapandemi COVID-19. Sekjen Kementerian Kominfo menyontohkan upaya Indonesia dalam melakukan percepatan pemulihan dengan menyeimbangkan kebijakan kesehatan dan ekonomi, untuk yang hasilnya cukup menjanjikan.

“Beberapa indikator menunjukkan peningkatkan optimisme Indonesia dalam pengelolaan COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Untuk tingkat kasus aktif tercatat 5,2%, lebih rendah dari global tingkat 11,09% dan tingkat pemulihan 92% lebih tinggi dari tingkat global 86,83%,” paparnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Sekjen Mira menyatakan kondisi perekonomian Indonesia mulai membaik pada kuartal pertama 2021 ini.

“Ditutup pada pertumbuhan -0,74% tahun ke tahun, jika dibandingkan dengan -2.19% tahun-ke-tahun di Q4 tahun 2020,” paparnya.

Dalam acara itu, Sekjen Kementerian Kominfo menjelaskan Pemerintah Indonesia telah melakukan program vaksinasi COVID-19 paling awal. Melalui program vaksinasi, Pemerintah Indonesia akan membangun bangsa yang kuat dan siap menghadapi tantangan potensial di tahun-tahun mendatang.

“Sejak Januari 2021, kami telah meluncurkannya tiga dari empat fase vaksinasi massal. Pada hari ini, 13.8 juta orang telah divaksinasi dari 181,5 juta penerima yang ditargetkan,” paparnya.

Dalam acara itu, sesuai arahan Menkominfo, Sekjen Mira mendorong diskusi antardelegasi fokus pada upaya dan pengembangan insiatif dalam mengatasi masalah multidimensi berkaitan dengan teknologi digital.

“Mempertimbangkan masalah multi-dimensi digital, saya juga menantikan diskusi yang memperkaya diantara semua para pemangku kepentingan hadir di Forum ini,” ungkapnya.

Perkuat Tiga Sektor Digital

Dalam forum itu, Sekjen Mira Tayyiba memaparkan fokus pengembangan teknologi digital di Indonesia sebagai penopang percepatan pemulihan perekonomian dan penanggulangan pandemi COVID-19. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia.

“Di saat sektor lain terdampak wabah virus Corona, sektor TIK mengalami peningkatan kumulatif ke kumuatif sebesar 10,58% pada tahun 2020. Sementara pada kuartal pertama 2021 bertumbuh pada 8,72% tahun-ke-tahun. Perekonomian Indonesia membaik pada kuartal pertama 2021 ini, ditutup pada pertumbuhan -0,74% tahun ke tahun, jika dibandingkan dengan -2.19% tahun-ke-tahun di Q4 tahun 2020,” paparnya.

Berkaca pada kondisi itu, Sekjen Kementerian Kominfo memaparkan adanya potensi pemanfaatan teknologi digital yang terus meningkat dan membuat Pemerintah Indonesia optimistis dengan potensi digital yang sangat besar.

“Kami akan bisa mampu mengatasi krisis saat ini dan bangkit kembali lebih kuat,” tegasnya.

Sekjen Mira menyatakan saat ini Pemerintah Indonesia fokus melaksanakan percepatan transformasi digital.

“Peta Jalan Digital Indonesia ini untuk memberikan pedoman strategis bagi pemerintah untuk berubah menjadi sepenuhnya terhubung ke dalam masyarakat digital melalui empat sektor yang meliputi: infrastruktur digital, tata kelola digital, digital ekonomi, dan masyarakat digital,” tuturnya.

Sekjen Kementerian Kominfo menyoroti sektor infrastruktur digital, ekonomi digital dan masyarakat digital yang diharapkan menjadi penopang pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Pada sektor infrastruktur digital, Indonesia terus mengupayakan jangkauan Internet yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tangguh, melalui penyebaran serat optik, tautan gelombang mikro, dan satelit teknologi,” tuturnya.

Sementara di sektor ekonomi digital, Pemerintah Indonesia berupaya untuk terus meningkat kapabilitas digital di sektor prioritas untuk mendorong produktivitas, pertumbuhan berbasis inovasi. “Sambil mengintensifkan teknologi digital dalam bisnis dan startup. Ini termasuk memfasilitasi 30 juta UMKM untuk bergabung secara digital pada tahun 2024,” jelas Sekjen Mira.

Pada sektor masyarakat digital, Sekjen Kementerian Kominfo mengatakan Pemerintah Indonesia terus berusaha untuk mempertajam keterampilan talenta digital bangsa melalui penyediaan pelatihan keterampilan digital untuk 100.000 profesional dan melakukan pemberian sertifikasi kebijakan digital kepada 300 pembuat kebijakan senior di sektor publik maupun swasta.

“Sehubungan dengan hal ini, saya juga ingin mengingat bahwa Gerakan Nasional Literasi Digital sendiri dianugerahi sebagai salah satu Pemenang WSIS tahun lalu. Nilai-nilai SIBERKREASI terletak pada peran literasi digital, yang penting dalam mendorong masyarakat untuk menggunakan internet dengan cara yang aman dan produktif,” tegasnya.

Sekjen Mira menjelaskan, Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi ini menerapkan empat pilar utama sebagai kurikulumnya yang mencakup etika digital, keamanan digital, keterampilan digital, dan digital budaya.

“Untuk tahun 2021, Siberkreasi menargetkan 12,4 juta unit orang-orang dengan pembinaan literasi digital yang memadai dan diharapkan jumlahnya akan semakin terakumulasi menjadi 100 juta orang di tahun-tahun mendatang.” tuturnya.

Adapun tujuan diselenggarakannya forum ini adalah sebagai pedoman TIK untuk masyarakat dan ekonomi yang Inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.


Photo Credit: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. ANTARA/Galih Pradipta

 

Koes Anindya
Latest posts by Koes Anindya (see all)





Sumber Berita

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved