Connect with us

Kalam

Lebaran Warga Indonesia di Kota Granit Aberdeen Skotlandia

Published

on



loading…

JAKARTA – Di tengah suasana pandemi Covid-19, umat Islam di dunia tetap merayakan Idul Fitri 1442 Hijriyah dalam suasana penuh kegembiraan dan kekeluargaan, termasuk warga negara Indonesia (WNI) di Aberdeen, Skotlandia.

Lebaran di Aberdeen tahun ini terasa sangat spesial dan unik. Sebab untuk kali pertama WNI diberikan kesempatan untuk mengorganisir salat Idul Fitri khusus untuk WNI sendiri di Masjid Jami Syed Syah Mustafa, masjid terbesar dan tertua di Kota Aberdeen.

Masjid Jami Syed Syah Mustafa merupakan satu dari tiga masjid di Aberdeen. Lokasinya di tengah-tengah kota, berdekatan dengan pusat perbelanjaan dan berdampingan langsung dengan Gereja Episkopal Santo Yohanes yang memberikan izin salah satu ruangannya untuk digunakan untuk menyelenggarakan salat tarawih, salat Jum’at dan salat Id lantaran terbatasnya kapasitas ruangan masjid.

Baca juga: Suka Cita Prajurit TNI Rayakan Idul Fitri di Wilayah Konflik Kongo

Hubungan baik yang sangat harmonis ini adalah simbol ukhuwah insaniyah yang terjaga sangat baik antara umat muslim dan umat kristiani di Aberdeen. Cerminan toleransi ini tentunya mengingatkan kita antara mesjid Istiqlal dan gereja Katedral di Indonesia yang lokasinya juga berdekatan.

Di masjid Jami Syed Syah Mustafa, salat Idul Fitri dilaksanakan bergiliran lantaran adanya ketentuan batas maksimal kerumunan. Jamaah khusus WNI mendapatkan giliran paling akhir, yaitu pukul 11.30 sampai 12.30 waktu setempat.

Khutbah Idul Fitri pun disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan ditranslasikan ke dalam Bahasa Inggris mengingat adanya warga Indonesia yang memiliki pasangan yang belum bisa berbahasa Indonesia dengan lancar.

Ustaz Rahmat Sifaurahman yang bertindak sebaga khatib menyampaikan ceramah dengan tema Pentingnya Persatuan Umat dan Ukhuwah Islamiyah. Ustaz Rahmat Sifaurahman adalah imam dan khatib dua mesjid di Aberdeen, yaitu di Syed Shah Mustafa dan Aberdeen Mosque and Islamic Centre (AMIC).

Dalam ceramahnya, Ustaz Rahmat menyampaikan bahwa persatuan umat adalah kunci keberhasilan dalam meraih tujuan untuk membangun negri yang baldatun thayyibatun wa robbun ghafur. Tema ini diangkat mengingat saat ini mudahnya umat dipecah-belah oleh isu-isu yang tidak signifikan sehingga umat Islam pada khususnya berselisih diantara satu dengan lainnya.

Alquran dan sunnah Rasulullah adalah pemersatu utama umat muslim yang harus dipegang teguh bersama-sama dan mengesampingkan ego pribadi dan golongan serta menumbuhkan budaya saling memahami dan memaafkan.

Baca juga: Klaten Gempar, Ustaz Juriono Meninggal Dunia Saat Beri Khotbah Usai Salat Idul Fitri

”Setidaknya terdapat sekitar 80 orang WNI yang hadir pada pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini, sudah sesuai dengan batas maksimum kerumunan keagamaan yang diizinkan oleh pemerintah setempat di masa pandemi,” ungkap Lesmana Djayapertapa, ekspatriat sekaligus tokoh WNI di Aberdeen.

Ahli computational fluid dynamics ini mengatakan, kesempatan menyelenggarakan salat Idul Fitri di Masjid Syed Shah Mustafa dengan jamaah khusus hanya bagi WNI merupakan suatu keistimewaan tersendiri bagi komunitas warga Indonesia.

”Kepercayaan ini merupakan bukti bahwa komunitas Muslim Indonesia yang sangat terbuka dan mudah berbaur dengan komunitas Muslim di Aberdeen lainnya terutama bagi komunitas Muslim Pakistan-Bangladesh yang menjadi pengurus dari masjid ini,” ungkap lelaki yang akrab dipanggil Mono ini.

Selama Ramadhan tahun 2021, Komunitas Muslim Indonesia memiliki beberapa program, di antaranya penggalangan dana dengan cara penjualan kurma yang keuntungannya disumbangkan untuk Palestina, Yaman, dan Rohingya bekerjasama dengan Dates Project, sebuah lembaga kemanusiaan internasional. Selain itu, komunitas Muslim Indonesia juga berpartisipasi dalam menyediakan makanan buka puasa (iftar) berciri khas Indonesia sekitar 1000 kotak makanan selama bulan ramadhan tahun ini yang didistribusikan melalui mesjid-mesjid setempat.

Baca juga: Tahun Ketiga Lebaran Tanpa Ani Yudhoyono, SBY Didoakan Sehat

Pengalaman Tak Terlupakan

Miftah Hidayat, salah satu mahasiswa program doktor di Aberdeen sangat berkesan bisa mengikuti salat Idul Fitri bersama para WNI di negara lain. Berkumpul lebaran bersama dengan sesama warga negara Indonesia di luar negeri tentunya menjadi pengalaman yang tak terlupakan. “Lebaran tahun ini menjadi pengalaman paling berkesan dibandingkan lembaran beberapa tahun sebelumnya” ungkap Miftah.

Selama pandemi dengan kebijakan lockdown di seluruh wilayah Skotlandia membuat intensitas pertemuan antara WNI di Aberdeen semakin berkurang. “Setidaknya berkumpulnya kita melalui lebaran ini membuat silaturrahim antara warga dan pelajar terjalin kembali yang sempat terputus akibat pandemi,” ungkap pria berkacama yang sekaligus ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Aberdeen tersebut.

Pada momentum Idul Fitri ini, PPI mengorganisir kegiatan potluck, kumpul-kumpul bersama dengan membawa makanan yang selanjutnya digabung untuk dinikmati secara bersama, yang dirangkaikan dengan halal bi halal outdoor antar pelajar di Aberdeen. Kegiatan dilaksanakan selepas salat Id dengan tetap mematuhi protocol kesehatan covid-19 dari pemeritah setempat. Kegiatan potluck ini menyajikan beranekaragam ciri khas makanan Indonesia, termasuk coto makassar, opor ayam, rendang, bakso dan mie Aceh.

(muh)



Berita Selengkapnya

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalam

Banyak Aset Tercipta Jika Akademisi dan Santri Bersinergi

Published

on

By


loading…

JAKARTA – Lembaga Wakaf Paramadina kini hadir di tengah masyarakat menyambut masa depan dengan menebarkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Membawa harapan melalui berbagai program untuk mewujudkan pembangunan ekonomi Islam secara mandiri dan berkelanjutan.

Universitas Paramadina adalah salah satu Perguruan Tinggi yang berasal dari wakaf melalui Yayasan Wakaf Paramadina yang didirikan sejak 1998. Tahun 2021 ini, Yayasan Wakaf Paramadina (YWP) mendirikan lembaga khusus untuk mengelola wakaf secara produktif, bernama Lembaga Wakaf Paramadina (LWP). Alhamdulillah telah memiliki sertifikasi Nazhir Wakaf Uang dari BWI dengan nomor 3.3.00281 tertanggal 24 Mei 2021.

Dengan adanya bukti sertifikasi, LWP dapat mengumpulkan dana dari masyarakat umum dalam bentuk Wakaf Uang. Uang yang terkumpul diperuntukan membangun aset-aset produktif dan sebagian akan diinvestasikan. Hasil investasi akan digunakan untuk menebar manfaat lebih banyak lagi.

Walaupun Paramadina baru terdaftar legal sebagai Nazhir pada 2021, namun sesungguhnya YWP telah melakukan banyak aktivitas yang mengusung konsep wakaf. Seperti wakaf tanah dan gedung (aset tetap) serta wakaf profesi.

Tidak hanya wakaf, Paramadina juga telah menjalankan filantropi dalam bentuk Baitul Mall Paramadina, Nasi Murah Paramadina (RAHMA), Paramadina Fellowship, Paramadina Sosial Responsibility (PSR). Kegiatan dan program sosial tersebut telah memberikan beasiswa lebih dari 500 mahasiswa S1 hingga S3, mendirikan dan membiayai operasional 200 PAUD, memberikan ratusan beasiswa bagi anak dari keluarga tidak mampu, khususnya selama pandemi telah memberikan bantuan APD di banyak Rumah Sakit, serta menyalurkan bantuan hampir 1 Milyar rupiah kepada korban yang terdampak Covid-19.

Kehadiran Lembaga Wakaf Paramadina (LWP) ditandai dengan acara launching yang diadakan Jumat 18 Juni 2021, di Aula Universitas Paramadina. Sekaligus penandatanganan kerja sama LWP dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Waqaf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS).

Launching LWP ini dihadiri oleh Dr (HC) Drs H Muhammad Jusuf Kalla sebagai Dewan Pembina YWP dan selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI); Hendro Martowardojo (Ketua Umum YWP); Prof Dr Didik J Rachbini (Rektor Universitas Paramadina); Dr Imam Saptono mewakili Badan Wakaf Indonesia (BWI); Ventje Rahardjo Soedigno SE, MEc (Ketua KNEKS).

Dr Prima Naomi MT selaku ketua Lembaga Wakaf Paramadina menjelaskan bahwa fokus LWP adalah pada bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah. Adapun program-program yang telah dicanangkan sebagai berikut: Program Pembangunan Kampus Baru & Masjid Paramadina beserta Wakaf Center Building, Wakaf Riset & Inkubator Binsis Mikro, Wakaf Design 1000 UMKM, Beasiswa Full S1 untuk 100 Santri Binaan, Beasiswa Full S2 untuk 50 Takmir Masjid & Nazhir, Rahma 1000 Bantuan Gizi dan Pendidikan Bagi Anak Jalanan, Bantuan Covid 500 Guru PAUD & Madrasah serta berbagai program lainnya.

Program Lembaga Wakaf Paramadina akan dikelola oleh anak-anak muda yang merupakan mahasiswa maupun alumni Universitas Paramadina, memiliki konsen terhadap Wakaf. Sebagai direktur Eksekutif ditunjuk Wusda Hesta Wibawa, merupakan enterpreneur muda berbasis syariah. LWP dijalankan sinergi dengan berbagai pihak, diantaranya bermitra strategik dengan DMI, BSI, WaCIDS, Komunitas Entrepreneur dan mitra lainnya.

Bersama DMI, Wakaf Paramadina hendak menyalurkan beasiswa untuk 150 Takmir, Nazir dan Santri, serta memberikan bantuan 1000 gerobak untuk Badan Usaha Milik Masjid (BUMM). Bersama WaCIDS, LWP menjalankan misi meningkatkan literasi & riset wakaf dengan harapan ke depan akan hadir program studi khusus wakaf. Bersama BSI menjadi jalan bagi Wakaf Paramadina untuk kemudahan transaksi keuangan syariah, investasi syariah serta melakukan promosi bersama melalui JadiBerkah.id.

Setelah acara launching, dilanjutkan MoU dengan KNEKS dan WACIDS, serta press conference. Lembaga Wakaf Paramadina menjadi satu langkah kesempatan bagi semua untuk beramal. Wakaf produktif sebagai sebuah investasi akhirat yang sustainable, berkelanjutan tak terputus amalnya. Bagi Kawan Wakaf yang ingin berpartisipasi menginvestasikan amal bersama LWP, dapat mengunjungi halaman donasi kami di link berikut ini.

Selanjutnya Jusuf Kalla akan meninjau lokasi kampus baru Paramadina yang berada di Cilangkap.

Baca Juga: Tanda-tanda Era Baru Kebangkitan Perwakafan Nasional Mulai Terlihat

(rhs)



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Kalam

Memohon dan Mintalah Kepada Allah Hingga Hal yang Remeh

Published

on

By



loading…

Memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk permintaan kita, sangat dianjurkan. Karena pintu Allah akan selalu terbuka untuk permintaan yang besar sampai perkara yang kecil dan remeh sekalipun. Allah sangat menyukai hamba yang meminta sesuatu hanya kepada-NYA.

Baca juga: 5 Ilmuwan Muslim, Peletak Ilmu Dasar Teknologi Kecantikan Masa Kini

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

Baca juga: Ada Keutamaan Besar di Shalat Qabliyah Ashar. Yuk, Amalkan!

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan, kecuali orang yang aku berikan makan. Maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku berikan pakaian, Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan aku berikan” (HR. Muslim).

Coba perhatikan hadis qudsi tersebut. Hanya urusan makan dan pakaian saja, Allah perintahkan kita untuk meminta kepada-Nya. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:

Baca juga: Anak Perempuan Penghalang dari Api Neraka

“Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut. Karena ia sedang meminta kepada Allah Azza wa Jalla” (HR. Ibnu Hibban, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’).

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Dahulu para salaf meminta kepada Allah dalam shalatnya, semua kebutuhannya sampai-sampai garam untuk adonannya dan tali kekang untuk kambingnya” (Jami’ Al Ulum wal Hikam, 1/225).

Baca juga: China Desak AS dan Rusia Kurangi Jumlah Bom Nuklirnya

Bagaimana cara meminta kepada Allah?

Dilansir dari About Islam, adalah dengan cara menengadahkan kedua tangan yakni berdoa. Berdoa merupakan cara bagi umat muslim untuk meminta pertolongan kepada Allah.

Karena dengan berdoa, maka tidak ada pembatas antara Tuhan dan hamba-Nya. Berdoa juga dapat dilakukan muslim kapan saja, pagi, siang, malam, atau dini hari. Pintu Allah selalu terbuka untuk hamba-hamba yang senantiasa mengingat-Nya.

Baca juga: Kemnaker Gagalkan Penyelundupan 11 Pekerja Migran ke Timteng

Allah justru akan sangat marah jika hamba-Nya tidak pernah meminta sesuatu kepada-Nya. Itu artinya, hamba tersebut sombong karena tidak membutuhkan bantuan Allah. Allah selalu senang kepada hamba yang selalu membutuhkan-Nya setiap saat. Selalu bertanya kepada Allah dan jangan pernah malu untuk meminta kepada-Nya berkali-kali.

Maka perbanyaklah doa kepada Allah, bahkan perkara yang kecil-kecil karena semakin menunjukkan kefaqiran kita di hadapan Allah Ta’ala.

Baca juga: KRL Mania, Layanan Bogor-Jakarta Kota di Stasiun Manggarai Ada di Lantai 3

Wallahu A’lam.

(wid)



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Kalam

5 Ilmuwan Muslim, Peletak Ilmu Dasar Teknologi Kecantikan Masa Kini

Published

on

By



loading…

Di era modern saat ini, tak dipungkiri kaum wanita yang melakukan perawatan kecantikan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada seperti sulam alis, extension bulu mata, sedot lemak hingga operasi plastik.

Sebenarnya teknologi kecantikan ini akan memiliki biaya lebih besar ketimbang menggunakan cara alami . Tetapi karena hasilnya jauh lebih cepat dan praktis maka banyak perempuan yang merasa tidak keberatan dengan biaya yang akan dikeluarkan. Oleh sebab itu teknologi kecantikan pada saat ini menjadi salah satu fenomena di era modern, terutama di kalangan wanita termasuk muslimah.

Baca juga: Mengenal 7 Pintu Neraka yang Mengerikan

Pada dasarnya, Islam tidak melarang seorang muslimah untuk mempercantik diri. Namun demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang perbuatan yang berlebihan, terlebih sampai mencelakai diri sendiri. Mempercantik diri boleh saja selama hal itu tidak ditujukan untuk dosa dan kemaksiatan serta tidak mendatangkan kemudharatan.

Dan tahukah Anda, bahwa ternyata banyak kontribusi ilmuwan Muslim di bidang teknologi kecantikan yang sekarang berkembang ini. Parfum misalnya. Parfum telah dikenal di Jazirah Arab sejak sebelum datangnya Islam, kemudian oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam disunnahkan dipakai oleh laki-laki setiap akan ke masjid, dan oleh wanita setiap akan bertemu suaminya. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah beberapa ilmuwan peletak ilmu dasar teknologi kecantikan:

Baca juga: Anak Perempuan Penghalang dari Api Neraka

1. Al-Hayan dan Al Kindi untuk cikal bakal parfum

Ahli kimia Jabir al-Hayan (lahir 722 M) dan Al-Kindi (lahir 801 M) mengembangkan banyak sekali teknik untuk membuat parfum dan kosmetik sebagaimana obat-obatan. Mereka mengembangkan teknik destilasi, evaporasi dan filtrasi untuk mendapatkan koleksi bau harum berbagai jenis bunga, buah, kulit buah, kulit pohon, daun hingga akar dari ratusan jenis tumbuhan. Sebagian zat ini ada yang larut di air, ada pula yang di minyak.

2. al-Kindi, penemu sabun

Sebenarnya produk utama ilmu kimia adalah sabun. Sabun ini awalnya dibuat dari reaksi kimia yang melibatkan minyak sesam, potassium, alkali, kapur dan tanah lumpur. Namun sabun modern yang dibuat dari minyak nabati dan aromatik, resep awalnya juga ditemukan oleh ilmuwan Muslim. Sabun ini berbeda dari sabun awal yang berubah menjadi deterjen. Al-Kindi menyediakan resep paling awal untuk memproduksi zat-zat ini dalam bukunya Kitab Kimiya’ al-‘Itr (Book of the Chemistry of Perfume). Pekerjaan al-Kindi ini dilanjutkan terus sampai ke masa Abu Ali ibn Sina di abad 11 M.

Baca juga: Berbuat Baik Kepada Binatang

3. Abu al-Qasim az-Zahrawi, penemu lipstik

Pada 1000 M, Abu al-Qasim az-Zahrawi menemukan lipstik dalam bentuk yang bertahan hingga kini.

4. Abu l-Hasan ‘Ali Ibn Nafi‘, perintis sekolah kecantikan

Sekitar abad 8-9 M, seorang saintis dan musisi Andalusia Abu l-Hasan ‘Ali Ibn Nafi‘ – yang lebih dikenal dengan nama Ziryab, telah meletakkan dasar-dasar kosmetika dan estetika dengan membuka sekolah kecantikan pertama di Alcazar, Cordoba. Di sana, Ziryab pertama-tama mengajari istrinya sendiri dan beberapa wanita – yang kemudian menjadi para asistennya untuk mengajari wanita-wanita lainnya – berbagai hal, dari mendesain mode pakaian hingga membentuk bulu mata dan bercelak. Dia juga menemukan depilatori untuk menghilangkan bulu tubuh yang berlebihan, deodoran yang dioleskan di ketek dan menemukan pasta gigi, meskipun bahan-bahannya sekarang sudah tidak diketahui lagi.

Baca juga: Anies Tidak Tartarik Bahas Pembongkaran Jalur Sepeda, Sedang Fokus Masalah Covid-19

Kala itu, Ziryab juga menyarankan untuk memakai jenis pakaian yang berbeda untuk pagi, siang dan malam hari, bahkan mode yang berbeda setiap pergantian musim. Hal ini membuat seorang sejarawan Perancis Henri Terrace menyebut Ziryab “Bapak fashion”, yang mempengaruhi keseluruhan industri fashion hingga hari ini.

Sedangkan untuk memperkuat suasana indah, Ziryab juga memperkenalkan tata cara makan yang sekarang disebut sebagai table manner, di mana ada tiga tahap: soup, main course dan desert. Dia juga memulai tradisi baru menggunakan tempat minum dari bahan gelas atau kristal, menggantikan cangkir logam, sehingga keindahan minuman dapat ditonjolkan untuk membangkitkan selera. Makanan yang halal dan baik adalah kunci kesehatan, dan kesehatan adalah kunci kecantikan.

Baca juga: Kini Media Sosial Jadi Primadona Tempat Jualan



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved