Komisi Program Munas-Konbes NU 2021 Bahas 3 Hal Strategis - Bagyanews.com
Connect with us

News

Komisi Program Munas-Konbes NU 2021 Bahas 3 Hal Strategis

Published

on


Jakarta, NU Online

Komisi Program Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) mengambil sejumlah program strategis, seperti perekonomian, pendidikan, dan kesehatan, hingga meneguhkan kembali jalan ideologi organisasi untuk dirumuskan dengan seksama, pada Sabtu (25/9/2021).


Ketua Komisi Program, Sulthonul Huda, memberikan gambaran garis besar terkait pembahasan program ini. Dia mengatakan, ada lima bahasan yang diangkat merupakan bagian dari Muktamar NU pada tahun 2015. 


Pertama, pembentukan atau pendampingan hukum bagi warga NU terutama kaum rentan (TKW, wanita, dan area konflik agraria). Kedua, mengirim da’i/mubaligh NU ke daerah-daerah terpencil. Ketiga, membentuk indikator keberhasilan program kerja PBNU.


“Keempat, sinergitas antara Pengurus Besar (PB), Pengurus Wilayah (PW), hingga Pengurus Cabang NU. Kelima, memberikan beasiswa program doktor NU,” kata Sulthon, sapaan akrabnya.


Terkait program PBNU, Sekretaris Komisi Program, Suwadi D Pranoto, menyampaikan agar yang diamanatkan di Muktamar Jombang (pembentukan indikator keberhasilan program kerja PBNU) agar tidak dihilangkan dalam muktamar ini.


“Penguatan ahli sunnah, penguatan organisasi, dan penguatan warga NU (pendidikan dan kesehatan). Ringkasnya itu,” bebernya.


Berkaitan dengan perekonomian, pendidikan, dan pengembangan pelayanan kesehatan disebutkan dalam draft komisi program adalah sebagai berikut:


Peningkatan Kuakitas Perekonomian:

1). Mengembangkan konsep dan sistem (blueprint) ekonomi ummat yang mandiri. 

2). Memperjuangkan kebijakan-kebijakan perekonomian yang pro rakyat di tingkat daerah maupun tingkat pusat. 

3). Mengembangkan dan memfasilitasi kelompok-kelompok usaha di pedesaan (petani,nelayan), pengrajin dan usaha kecil lainnya agar dapat mengakses sumber-sumber modal yang tersedia.


Peningkatan Kualitas Pendidikan: 

1). Melakukan penataan dan pengembangan terhadap mutu institusi-institusi pendidikan di lingkungan NU. 

2). Revitalisasi pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin yang menghasilkan ulama. 

3). Membangun jaringan kerja sama antar lembaga pendidikan antar lingkungan NU maupun dengan pihak luar, terutama adanya BLK (Balai Laihan Kerja) 


Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan: 

Mengupayakan dan meningkatkan layanan kesehatan dan kualitas sarana dan prasarana kesehatan dalam bentuk akses jaminan kesehatan kemasyarakatan dan pendirian Rumah Sakit, Klinik, dan Balai Kesehatan.


Selain itu, lanjut dia, dilakukan upaya mengembankan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi serta kampanye hidup sehat secara berkesinambungan.


Kontributor: Syifa Arrahmah

Editor: Musthofa Asrori



Sumber Berita

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved