Kisah Sufi Jalaluddin Rumi: Kucing dan Daging Kambing - Bagyanews.com
Connect with us

Kalam

Kisah Sufi Jalaluddin Rumi: Kucing dan Daging Kambing

Published

on



loading…

Jalaluddin Rumi bercerita: Alkisah, hiduplah seorang istri yang amat licik. Ia selalu menghabiskan setiap makanan yang dibawa oleh suaminya pulang, dan berbohong tentang hal itu.

Baca juga: Jalaluddin Rumi tentang Kisah Pemuda Qazwin dan Tato Singa

Suatu saat, suaminya pulang dengan membawa daging kambing untuk dihidangkan kepada tamunya yang akan tiba. Suami itu telah bekerja selama dua ratus hari untuk bisa membeli daging mahal tersebut.

Ketika suaminya tidak di tempat, istri yang rakus itu segera memotong daging dan memasaknya menjadi kebab (sebuah hidangan khas Timur Tengah, -red.) Dan ia makan semua masakan itu, diselingi dengan minum anggur.

Suaminya datang ke rumah bersama tamu yang dijemputnya. “Daging itu dimakan kucing,” istrinya berbohong, “kalau kau masih punya uang, belilah lagi.”

Sang suami lalu meminta pelayan untuk membawakan timbangan dan kucing yang dituduh itu. Berat
kucing itu adalah tiga kilogram. “Daging kambing itu beratnya tiga kilogram dan satu ons,” ujar suami itu sambil menggendong kucing. “Kalau benda ini adalah kucing, lalu di mana daging kambingnya? Kalau benda ini adalah daging kambing, lalu di mana kucingnya? Carilah mana kucing itu, atau mana daging kambing itu!”

Rumi menutup cerita itu dengan menulis: Jika kau memiliki raga, lalu di mana ruhnya? Jika kau memiliki ruh, lalu di mana raganya?

Baca juga: Jalaluddin Rumi: Jawaban untuk Seseorang yang Bodoh Adalah Diam

(mhy)



Berita Selengkapnya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved