Connect with us

Menginspirasi

Ketergantungan | Cerita Motivasi @ Inspirasi

Published

on


Di tepi sebuah hutan, tampak dua lelaki muda sedang berlari pontang-panting sambil berteriak-teriak minta tolong. Rupanya mereka sedang dikejar-kejar oleh seekor serigala besar yang liar dan kelaparan.

Kebetulan, teriakan mereka didengar oleh seorang pemburu yang berada tidak jauh dari tempat itu. Si pemburu bergegas datang dengan senapan berburu siap di tangan.

Setelah mendapatkan posisi yang tepat, si pemburu langsung menembakkan senapannya.

Dor… dor…! Dua tembakan beruntun tepat mengenai sasaran dan langsung merobohkan serigala itu.

Kedua laki-laki muda pun bersyukur sekali setelah selamat dari maut. Masih dengan tubuh gemetaran dan berlinang air mata, keduanya mendekati si pemburu dan memperkenalkan diri.

“Terima kasih Bapak telah menolong kami. Jika tidak ada Bapak, mungkin kami berdua sudah di mangsa oleh serigala buas tadi…”

Setelah saling berkenalan, ketiganya sepakat untuk menjadikan serigala yang tewas sebagai santap malam bersama. Segeralah mereka bertiga membuat api untuk menghangatkan diri sekaligus memanggang daging serigala.

Sambil menyantap daging serigala bakar itulah, kedua laki-laki muda tadi menceritakan asal-usul dan pekerjaan mereka.

Ternyata, laki-laki muda yang satu adalah seorang pedagang beras dan minyak. Sedangkan laki-laki muda satunya lagi bekerja sebagai penjual senapan.

Hari itu, mereka baru saja menyelesaiakan jual beli barang dagangan di sebuah desa di seberang hutan. Setelah puas berbincang dan saling bertukar cerita, mereka sepakat untuk bertemu kembali tiga bulan kemudian di tempat itu.

“Sebagai tanda terima kasih, saya akan segerobak beras dan minyak goreng untuk mencukupi kebutuhan keluarga Bapak selama tiga bulan,” janji si pedagang beras.

Si penjual senapan tidak mau kalah. “Karena Bapak sudah menyelamatkan nyawa saya, saya akan bawakan hadiah berupa senapan terbaru beserta seribu butir peluru.”

Esok harinya, mereka bertiga berpisah dengan perasaan puas di hati masing-masing. Kedua laki-laki muda itu meneruskan perjalanannya, sementara si pemburu pulang ke rumah sambil membawa sisa daging serigala.

Setibanya di rumah, dengan bersemangat ia menceritakan kisah kepahlawanannya kepada istri dan anaknya.

Istriku, mulai saat ini, kamu tidak perlu lagi bekerja susah payah. Karena tak lama lagi, pemuda yang ku selamatkan nyawanya itu akan datang menemuiku dengan membawa segerobak beras dan minyak. Senapan tua ku ini pun sudah saatnya di musnahkan, karena aku akan mendapat ganti senapan baru beserta seribu peluru dari pemuda yang satunya lagi. Nasib baik sedang berpihak kepada kita. Kini tiba waktunya untuk bersantai dan beristirahat panjang dari kerja keras.”

Singkat cerita, tiga bulan berlalu sudah, tapi pemuda itu tidak datang juga di tempat yang sudah di sepakati. Hingga bulan keempat berlalu, barulah si pedagang beras tergopoh-gopoh datang membawa segerobak beras dan minyak.

“Maaf, saya datang terlambat sebulan. Desa saya tertimpa musibah banjir sehingga panen gagal. Ini beras dan minyak yang saya janjikan dulu,” kata si pedagang beras.

Si pemburu langsung tertunduk lesu setelah memandangi si pedagang beras dan gerobaknya yang berisi bahan-bahan makanan. Belum sempat mengucapkan sepatah kata pun, tiba-tiba muncul si penjual senapan beserta barang bawaannya.

Maafkan saya datang terlambat. Di kota ku sedang terjadi kerusuhan. Semua jenis senjata dilarang diperjualbelikan dan peluru susah di dapat. Jadi baru sekarang saya membawa kemari senapan dan peluru yang saya janjikan dulu,” kata si penjual senapan memohon maaf.

Si pemburu masih terduduk lesu dan sekali-sekali mengusap air matanya. Tubuhnya kurus kerontang dan napasnya tersengal-sengal.

Terima kasih, kalian akhirnya datang juga,” katanya pelan sekali.

“Tetapi semua pemberian ini percuma saja. Pemberian kalian tidak akan bisa menghidupkan lagi anak dan istriku. Ketahuilah… berbulan-bulan kami menunggu hantaran barang kalian sambil menahan lapar. Akhirnya anak istriku tak tahan dan mati kelaparan…”

Usai mengatakan cerita yang menyayat hati itu, si pemburu menghembuskan napas yang terakhir. Kedua pemuda itu pun menangis pilu menyesali keterlambatan mereka sehingga menyebabkan terjadinya peristiwa tragis tersebut.

Menggantungkan diri pada pemberian, bantuan, atau belas kasihan orang lain, dan pada saat yang sama hidup bermalas-malasan, jelas merupakan sikap hidup yang sama dan akan fatal akibatnya.

Karena, tidak peduli apapun dan bagaimanapun keadaan kita, kita sendiri lah yang harus bertanggung jawab kepada hidup kita sendiri.

Walau tahu akan fatal akibatnya, namun banyak orang menempuh sikap hidup seperti itu.

Banyak contoh, misalnya seorang anak tergantung pada bantuan orangtuanya. Ada juga anak yang hanya mengandalkan warisan orangtuanya.

Dalam keluarga, ada juga sanak saudara yang terus menerus mengharapkan belas kasihan anggota keluarga lainnya.

Ketergantungan itu biasanya selalu diikuti dengan sikap malas dan tidak mau berupaya lebih keras untuk mengubah kehidupannya sendiri.



Sumber Berita

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menginspirasi

Menghargai Waktu Bersama | Cerita Motivasi @ Inspirasi

Published

on

By


Hari-hari sekarang ini adalah hari yang tak menentu.

Kita tak bisa memprediksi apa yang bakal terjadi dalam keluarga dan lingkungan kita dalam 3 hari ke depan. 

Kita sudah melihat teman-teman yang 3 hari lalu masih menyapa, tiba-tiba tiada. Tuhan Yang Maha Kuasa memanggil lantaran covid-19.

Tidak terduga.

Karena itu hargailah waktu kebersamaan kita.

Kalau anak rewel, nakal, bikin kotor, syukurilah.

Mereka masih ada bersama kita.

Jangan marah-marah. Diberitahu dengan lembut. 

Ajari mereka juga untuk menghargai waktu mereka bersama kita.

Karena siapa tahu mereka juga bisa kehilangan kita.

Kalau diingatkan demikian, respon mereka akan berbeda. 

Mereka juga takut kehilangan. Hargailah waktu ketika mereka masih ada.

Jika suami atau istri menjengkelkan, tidak kooperatif, ngomel terus, bersikap tidak seperti yang kita harapkan, syukurilah.

Mereka masih hadir dalam hidup kita, masih tidur di samping kita walaupun menjengkelkan.  

Jangan diajak bertengkar.

Siapa salah, siapa benar.

Tidak penting. Suami-istri itu satu kesatuan. 

Kalau salah, ya dua-duanya.

Kalau benar, ya dua-duanya.

Diingatkan saja bahwa waktu bersama itu bisa mendadak hilang.

Jadi harus dinikmati selama masih ada. 

Jika suatu hari tempat di sebelah kita tidur itu kosong, kita akan berharap partner kita tetap ada walaupun sering menjengkelkan.

Hargailah waktu selama partner kita masih ada.

***

Kalau orangtua kita yg sudah lansia dan tidak mandiri lagi, merepotkan, ngomel terus, tak mau pake pampers, dll. 

Sekali-kali jangan dibentak, jangan dimarahi. 

Syukuri mereka masih bisa merepotkan kita. 

Kasihilah mereka tanpa syarat. 

Karena mereka jadi demikian bukan kemauan sendiri. 

Bukan kemauan mereka menjadi orang yang menjengkelkan. 

Mereka paling rentan. 

Lindungi mereka dari tertular penyakit.

Hargailah selama mereka masih ada.

***

Kalau saudara-saudara atau teman-teman kita ada yang menjengkelkan, maafkan mereka.

Syukuri mereka masih ada.

Karena kita tidak tahu apakah besok atau lusa mereka masih ada. 

Jangan tersinggung,

Jangan sakit hati,

Manusia tak ada yang sempurna termasuk kita.

Siapa tahu di mata mereka, kita juga sering menjengkelkan.

Hargailah ketika mereka masih ada. 

***

Dan jangan lupa hargailah waktu kita sendiri karena kita hidup bukan untuk diri sendiri.

Hidup kita juga berarti bagi orang lain. 

Demi mereka yg mengasihi kita, bersyukurlah kita masih ada buat mereka.

****

Covid membawa banyak efek negatif dalam hidup kita. 

Tapi satu hal positif yang diajarkan kepada kita adalah mensyukuri waktu kita yang ada dan mengasihi tanpa pamrih.

Jangan sampai pelajaran mahal ini kita sia-siakan.

Salam sehat dan berbahagia.

Semoga kita semua terbebas dari wabah covid ini dan pandemi segera berakhir. Amin.

sex movies
white amateur gets railed. porn videos sexy men lucky for him he met the bukkake folks and got what he.
xnxx hindi



Sumber Berita

Continue Reading

Menginspirasi

Menangis Adalah Jeda | Cerita Motivasi @ Inspirasi

Published

on

By


Di balik senyum ada tangis, di balik tangis ada senyum.

Di dalam senyum ada tangis, di dalam tangis ada senyum.

Setelah senyum ada tangis, setelah tangis ada senyum.

Senyum adalah tangis yang tertunda, begitu pula tangis adalah senyum yang tertunda.

Jika hari ini kamu menangis, percayalah, besok kamu akan tersenyum.

Jika hari ini kamu tersenyum, bukan tidak mungkin besok akan menangis.

Senyum dan tangis adalah dua sisi yang saling melengkapi dan mengisi…

Jangan tunda senyummu.

Jangan ragu-ragu mengeluarkan tangismu.

sex movies
white amateur gets railed. porn videos sexy men lucky for him he met the bukkake folks and got what he.
xnxx hindi



Sumber Berita

Continue Reading

Menginspirasi

Karena Menahan Tangis Itu Tidak Baik

Published

on

By


Dia itu selalu membawa keceriaan adalah yang paling pandai menyembunyikan kesedihan terdalam.

Orang itu adalah ayahku, orang yang paling pandai menyembunyikan masalah dengan senyum lebarnya atau atraksi-atraksi di film.

Kau tahu, setiap orang punya masalah bukan, bahkan bayi kecil juga sudah punya masalah ketika ia harus berjuang untuk dapat bicara, berdiri, belajar berjalan, atau naik sepeda.

Tetapi ayahku memilih untuk menyembunyikan dalam humor-humornya.

Baginya, tidak setiap orang boleh tahu masalahnya, semua hanya berhak mendapatkan keceriaannya, tetapi tidak untuk hatinya, karena tidak sembarang orang harus tahu dengan kesedihan yang kita alami.

Ayah sudah tak peduli seandainya orang-orang menuduhnya, senyummu palsu, kecerianmu palsu, tidak…tidak… jangan salahkan ayah.

Sebab, ia tak ingin orang lain ikut bersedih dengan masalahnya.

Ayah benar-benar seorang aktor watak berbakat, pandai bermain peran, pandai menyimpan kesedihannya, kecuali hanya mampu dirasakan oleh tembok-tembok kamarnya saja, atau corat-coretan kertas tempat ia menumpahkan semuanya.

Jika awalnya ayah sangat kuat, tetapi perlahan bendungan di pelupuk matanya jebol juga.

Ia menangis sejadi-jadinya, aku pernah memergokinya, tetapi ia keluar kemudian sarapan bersama ibu dengan mata kemerahan yang kata ayah adalah rasa kantuk yang belum hilang.

Aku putrinya tahu, ayah tengah bersedih.

Saat kutanya pelan-pelan tanpa ibu, ia pun hanya tersenyum kemudian mengelus rambutku, kemudian menasihatiku…

Jika kau tak ingin kelihatan bersedih, menangislah pada saat hujan turun, kau hujan-hujanan di situ, padahal tanpa diketahui orang lain, kau tengah menangis bersama hujan.

[Geraldine Chaplin, anak dari Charlie Chaplin]

sex movies
white amateur gets railed. porn videos sexy men lucky for him he met the bukkake folks and got what he.
xnxx hindi



Sumber Berita

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved

VERIFIED & SECURED
BY: R3
SSL Valid: Jun 21, 2021 - Sep 19, 2021