Connect with us

Kilas Balik

Keramat Wali dan Sakralitas Perjalanan Haji

Published

on

Keramat Wali dan Sakralitas Perjalanan Haji

[ad_1]

Jika Anda menyusuri jalanan di Kota Trenggalek, baik dari arah Tulungagung maupun Ponorogo, Anda akan melintasi Pondok Ngasinan, yang terletak di barat jalan, tepatnya di seberang selatan Sungai Ngasinan, Kelutan, Trenggalek. Mbah Dahnan, nama kiai pendiri pondok tersebut, dikenal masyarakat setempat sebagai kiai linuwih atau punya keramat.

Keramatnya yang cukup masyhur adalah—sebagaimana cerita tutur yang beredar di masyarakat—saban Jumat ia menyelenggarakan Jumatan-nya di Makkah. Menurut salah satu riwayat, tiap datang waktu Jumat, Mbah Dahnan segera akan masuk kamarnya dan dari sana ia melakukan perjalanannya ke Makkah.

Mula-mula saya mengira bahwa kisah tokoh yang menyelenggarakan salat Jumat(an) di Makkah ini cuma identik dengan kisah satu orang. Tetapi, dengan berjalannya waktu, ketika mendapatkan banyak variasi kisahnya dari banyak tempat, dengan pokok cerita yang mirip, sebagaimana contoh kisah di paragraf pembuka tulisan ini dan dua kisah lain nanti di paragraf selanjutnya, saya menduga cerita-cerita itu sebagian mengandung unsur sureal—untuk tidak menganggapnya sekadar imajiner.

Iklan – Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Sebetulnya, kisah-kisah serupa selalu bermunculan di setiap masa pada diri tiap tokoh linuwih. Di Jawa misalnya, kerap sekali terdapat kesamaan pola-pola peristiwa dalam satu-dua kisah yang melingkupi figur-figur keramat. Kesamaan peristiwa itu bukan hanya ihwal “Jumatan di Makkah”, melainkan juga di banyak jenis kisah dan peristiwa.

Mereka, para auliya’/kiai yang dianggap mempunyai linuwih ini, beberapa cerita keramatnya tersimpan dalam ingatan kolektif masyarakat. Kisah-kisah itu ada yang bersumber dari dunia pesantren (hidup di benak para santri dan mereka yang pernah berkecimpung di pesantren); sebagian yang lain bersumber dari “lapangan”: yang  sering diabadikan dalam buku-buku historiografi dan etnografi.

Salah satu kisah Jumatan di Makkah yang lain—sebagaimana dicatat Martin van Bruinessen (2015: hlm 5-6)—adalah perihal cerita sebuah lorong gua besar di Pamijahan (Tasikmalaya Selatan, Jawa Barat), lokasi pusat persebaran tarekat Syattariyah di pulau Jawa.

Menurut penjelasan juru kunci setempat, konon gua tersebut saban Jumat dilalui Syaikh Abdul Muhyi untuk pergi ke Makkah.

Begitu pula, di Cibulakan (Pandeglang, Banten), ada sebuh sumur yang konon terhubung dengan sumur Zamzam di Makkah. Menurut riwayat setempat, Maulana Mansur—seorang wali lokal yang makamnya berada di Cikaduwen—kembali dari Makkah juga melewati sumur tersebut.

Barangkali satu-dua kisah ajaib yang melingkupi sosok-sosok linuwih ini sebagian memang benar terjadi, namun sebagian yang lain ada yang sengaja dibentuk kemudian dimitoskan oleh komunitas masyarakat tertentu.

Khusus mengenai kisah Jumatan di Makkah, kemungkinan patron kisahnya telah menyebar luas ke seluruh penjuru Nusantara semenjak dahulu, berbarengan dengan proses penyebaran Islam di tanah Jawa, dan Nusantara umumnya.

Menurut banyak sumber yang pernah dikumpulkan oleh Martin van Bruinessen, kisah-kisah seperti itu muncul dikarenakan banyak orang Islam di Jawa sejak dahulu begitu menyakralkan Kota Makkah.  Di Makkah—kiblat seluruh umat Islam dari penjuru dunia—banyak lokasi-lokasi mustajab untuk merapal doa dan memanjatkan permintaan.

Sejak pertengahan abad ke-17, orang Islam, khususnya di Jawa, memang sudah banyak yang pergi haji. Dan, cerita-cerita ajaib tersebut berpangkal sejak lampau dari riwayat-riwayat kesakralan Makkah, melalui pengalaman orang-orang yang telah datang ke sana menunaikan rukun Islam yang kelima.

Peristiwa-peristiwa dalam kisah tersebut tumbuh sebagai semacam magnet. Sebab zaman dulu, Makkah adalah pusat kosmik baru bagi penduduk Nusantara, sekaligus menjadi lokasi utama pusat kerinduan orang Islam untuk berdekat-dekat dengan Tuhan. Terlebih, kala itu, Islam masih dipeluk oleh sebagian saja dari penduduk Jawa.

Apa yang bisa kita tangkap dari cerita tersebut adalah bahwa fenomena ini menunjukkan kuatnya arti perjalanan makna haji bagi orang-orang Jawa zaman lampau.

Bahkan pergi Haji bisa digunakan untuk melegitimasi keilmuan dan kekeramatan seorang tokoh (sebagai sarana dakwah juga). Tokoh tersebut rata-rata adalah kiai lokal, yang dikenal masyarakat sebagai sosok yang disegani.

Dulu Makkah adalah pusat kosmis bagi Islam putihan di Jawa, yakni kalangan santri, penghuni perdikan, dan penduduk kauman. Sementara bagi orang Jawa, pergi ke Makkah selain karena ibadah menunaikan rukun Islam dan menuntut ilmu di pesantren-pesantren di Makkah (disebut zawiyah), juga merupakan gelaran perjalanan yang terbilang susah dilakukan, butuh waktu panjang (karena menumpang kapal uap), disertai hambatan-hambatan dan kemusykilan yang tak terbayangkan di perjalanan.

Kakbah adalah tempat sakral. Kesakralan Kakbah dan lokasi-lokasi lainnya di Makkah  dan Madinah yang dilalui jalur ritual haji, melahirkan sikap, pandangan, perasaan kagum, dan kerinduan yang luar biasa membuncah di hati kaum Muslimin.

Baik bagi mereka yang telah mengunjunginya maupun bagi mereka yang cuma mendengar keterangannya dari kitab-kitab serta dari mereka yang telah terlebih dulu sampai di sana.

Bukankah kesakralan itu dekat dengan hal-hal ajaib? Meski semua kegiatan manusia pada mulanya adalah kegiatan sakral.

Menurut Eliade, setiap aktivitas yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan tertentu, termasuk dalam kategori aktivitas ritual (sakral). Sebaliknya, setiap aktivitas atau kegiatan yang tak memiliki model untuk dicontoh adalah bagian dari aktivitas profan. Dengan begitu, aktivitas profan adalah aktivitas yang tidak memiliki makna mitis.

Dalam pemahaman orang zaman dulu, masih mengutip Eliade, objek atau tindakan dikatakan real hanya sejauh tindakan tersebut meniru atau mengulangi arketipe.

Realitas diperoleh hanya melalui pengulangan atau partisipasi. Dengan demikian, segala sesuatu yang tidak memiliki model untuk ditiru, dengan sendirinya menjadi tidak bermakna, tersebab tak memiliki realitas (Eliade, 2002: hlm 35).

Karenanya, ”meniru” atau “membuat padanan”, atau yang lazim di zaman ini disebut simulasi, adalah kreasi manusia untuk mengembangkan berbagai tradisi/kearifan warisan pengetahuan awal.

Di situ, duga saya bahwa prototipe kisah-kisah seputar “Jumatan di Makkah” pada mulanya punya arketipe sebagai kenyataan (entah natural atau supranatural).

Tapi kepingan-kepingan cerita yang beredar di tengah masyarakat pada tahap-tahap selanjutnya, sebagian belum tentu sungguh-sungguh terjadi (real); kalaupun terjadi bisa jadi masuk wilayah supranatural. Sebuah wilayah gaib yang hanya pelakunya dan Tuhan saja yang tahu. Wallahu a’lam.

[ad_2]

Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1112

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

12001

12002

12003

12004

12005

12006

12007

12008

12009

12010

20001

20002

20003

20004

20005

20006

20007

20008

20009

20010

30001

30002

30003

30004

30005

30006

30007

30008

30009

30010

10236

10237

10238

10239

10240

11010

11011

11012

11013

11014

11015

11017

11018

11019

12011

12012

12013

12014

12015

12016

12017

12018

12019

12020

20011

20012

20013

20014

20015

20016

20017

20018

20019

20020

30011

30012

30013

30014

30015

30016

30017

30018

30019

30020

11020

11021

11022

11023

11024

11025

11026

11027

11028

11029

11030

11031

11032

11033

11034

12021

12022

12023

12024

12025

12026

12027

12028

12029

12030

12031

12032

12033

12034

12035

20021

20022

20023

20024

20025

20026

20027

20028

20029

20030

20031

20032

20033

20034

20035

30021

30022

30023

30024

30025

30026

30027

30028

30029

30030

30031

30032

30033

30034

30035

9041

9042

9043

9044

9045

10196

10197

10198

10200

10201

10202

10203

10204

10205

11035

11036

11037

11038

11039

11040

11041

11042

11043

11044

30036

30037

30038

30039

30040

30041

30042

30043

30044

30045

10191

10192

10193

10194

10195

11045

11046

11047

11048

11049

11050

11051

11052

11053

11054

11055

11056

11057

11058

11059

12036

12037

12038

12039

12040

12041

12042

12043

12044

12045

12046

12047

12048

12049

12050

20036

20037

20038

20039

20040

20041

20042

20043

20044

20045

20046

20047

20048

20049

20050

30046

30047

30048

30049

30050

30051

30052

30053

30054

30055

30056

30057

30058

30059

30060

10176

10177

10178

10179

10180

11060

11061

11062

11063

11064

11065

11066

11067

11068

11069

11070

11071

11072

11073

11074

12051

12052

12053

12054

12055

12056

12057

12058

12059

12060

20051

20052

20053

20054

20055

30061

30062

30063

30064

30065

30066

30067

30068

30069

30070

10086

10087

10088

10089

10090

10091

10092

10093

10094

10095

10096

10097

10098

10099

10100

11000

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

11009

20056

20057

20058

20059

20060

20061

20062

20063

20064

20065

30071

30072

30073

30074

30075

30076

30077

30078

30079

30080

30081

30082

30083

30084

30085

30086

30087

30088

30089

30090

news-1112
news-1112

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

12001

12002

12003

12004

12005

12006

12007

12008

12009

12010

20001

20002

20003

20004

20005

20006

20007

20008

20009

20010

30001

30002

30003

30004

30005

30006

30007

30008

30009

30010

10236

10237

10238

10239

10240

11010

11011

11012

11013

11014

11015

11017

11018

11019

12011

12012

12013

12014

12015

12016

12017

12018

12019

12020

20011

20012

20013

20014

20015

20016

20017

20018

20019

20020

30011

30012

30013

30014

30015

30016

30017

30018

30019

30020

11020

11021

11022

11023

11024

11025

11026

11027

11028

11029

11030

11031

11032

11033

11034

12021

12022

12023

12024

12025

12026

12027

12028

12029

12030

12031

12032

12033

12034

12035

20021

20022

20023

20024

20025

20026

20027

20028

20029

20030

20031

20032

20033

20034

20035

30021

30022

30023

30024

30025

30026

30027

30028

30029

30030

30031

30032

30033

30034

30035

9041

9042

9043

9044

9045

10196

10197

10198

10200

10201

10202

10203

10204

10205

11035

11036

11037

11038

11039

11040

11041

11042

11043

11044

30036

30037

30038

30039

30040

30041

30042

30043

30044

30045

10191

10192

10193

10194

10195

11045

11046

11047

11048

11049

11050

11051

11052

11053

11054

11055

11056

11057

11058

11059

12036

12037

12038

12039

12040

12041

12042

12043

12044

12045

12046

12047

12048

12049

12050

20036

20037

20038

20039

20040

20041

20042

20043

20044

20045

20046

20047

20048

20049

20050

30046

30047

30048

30049

30050

30051

30052

30053

30054

30055

30056

30057

30058

30059

30060

10176

10177

10178

10179

10180

11060

11061

11062

11063

11064

11065

11066

11067

11068

11069

11070

11071

11072

11073

11074

12051

12052

12053

12054

12055

12056

12057

12058

12059

12060

20051

20052

20053

20054

20055

30061

30062

30063

30064

30065

30066

30067

30068

30069

30070

10086

10087

10088

10089

10090

10091

10092

10093

10094

10095

10096

10097

10098

10099

10100

11000

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

11009

20056

20057

20058

20059

20060

20061

20062

20063

20064

20065

30071

30072

30073

30074

30075

30076

30077

30078

30079

30080

30081

30082

30083

30084

30085

30086

30087

30088

30089

30090

news-1112