Connect with us

IT

Kepala BRIN Sebut Jepang Mitra Penting di Bidang Teknologi

Published

on



Teknologi – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Jepang, YM Kanasugi Kenji.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Bambang mengungkapkan, bahwa Jepang merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia, khususnya dalam kerja sama pengembangan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

“Dalam konteks kerja sama bidang IPTEK, Jepang merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia, bukan hanya karena memiliki program (penelitian bersama) seperti SATREPS yang cukup diminati oleh peneliti Indonesia, tetapi juga kerja sama antar universitas dan banyak peneliti Indonesia yang merupakan lulusan Jepang seperti di BPPT dan LIPI,” katanya, Selasa (13/04/2021).

Dalam pertemuan itu, keduanya juga bertukar pandangan mengenai upaya penanganan pandemi Covid-19 yang menjadi perhatian masyarakat global saat ini. Salah satunya, Bambang menyebutkan, kerjasama yang terjalin antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT Panasonic Healthcare Indonesia dalam pembuatan ventilator CPAP Ven-I Essential 3.5.

“Ada satu produk ventilator yang dirancang oleh ITB yang sekarang menjadi bagian dari produksi Panasonic Health Care Indonesia, ini merupakan kemajuan dimana kita tidak hanya bicara tentang riset dasar, tetapi juga bagaimana membawa output riset ke dalam industri,” jelasnya.

Selain ventilator, Menteri Bambang juga mengungkapkan bentuk kolaborasi riset lainnya mengenai vaksin COVID–19 antara ITB dan Osaka University.

“Kita perlu meneruskan kerja sama pengembangan riset vaksin ini, meskipun bukan yang pertama, namun kita masih punya waktu untuk terus mengidentifikasi dan menyelesaikan varian baru yang belum dapat teratasi hingga saat ini,” imbuhnya.

Selain itu, Bambang juga membahas program kerjasama yang telah berjalan seperti Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS), serta kerja sama pengembangan fasilitas laboratorium Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dan Science Techno Park di beberapa universitas yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB).

Dalam pertemuan tersebut, Bambang dan YM Kanasugi saling menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Jepang, dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Keduanya berharap hubungan yang telah terjalin baik antara Indonesia dan Jepang dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang.


Photo Credit : Menteri Riset, dan Teknologi/Kepa BRIN Bambang Brodjonegoro, saat menjadi Opening Keynote dalam Kegiatan Data Gov AI 2019 Summit di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. (07/11/19). FILE/RISTEK/BRIN

 

Muhamad Nurabain
Latest posts by Muhamad Nurabain (see all)





Sumber Berita

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IT

Momen Lebaran, Indosat Ooredoo Optimalkan Pengalaman Digital

Published

on

By



Teknologi – Indosat Ooredoo mendukung upaya pemerintah agar masyarakat tidak mudik Idul Fitri atau Lebaran dengan menyediakan kualitas dan kapasitas jaringan di seluruh Indonesia. Bukan hanya itu, jelang Lebarang juga dimanfaatkan operator seluler ini untuk mengajak karyawannya menyalurkan donasi pada mereka yang membutuhkan.

Berbekal pengalaman di masa Ramadan dan Lebaran tahun sebelumnya, Indosat Ooredoo melakukan penanganan khusus terhadap area-area dengan peningkatan trafik tertinggi selama Lebaran, seperti Botabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.

Hal ini dilakukan dengan dukungan model operasi digital berbasis Artificial Intelligence dan otomatisasi yang dicanangkan sejak tahun lalu. Indosat Ooredoo berkomitmen bahwa kenaikan trafik telekomunikasi khususnya data akan diimbangi dengan kinerja jaringan 4G berkualitas video yang prima. Terbukti di awal Ramadan kecepatan unduh rata-rata berhasil meningkat 6% di tengah kenaikan trafik data sebesar 8% dibandingkan hari biasa.

Sementara itu kualitas layanan telekomunikasi lainnya seperti telepon dan SMS tetap terjaga dengan baik. Hal ini membuktikan pelanggan Indosat Ooredoo tetap bisa menikmati pengalaman berkomunikasi yang lancar di jaringan 4G berkualitas video meskipun terjadi tren peningkatan trafik khususnya data, yang diprediksi akan terus naik sampai puncaknya di Lebaran nanti. Untuk diketahui trafik data tercatat naik sekitar 50% di kuartal pertama 2021 dibandingkan perode yang sama tahun lalu. Kecepatan unduh rata-rata juga meningkat hampir 50%.

Director and Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dan masyarakat Indonesia di masa yang penuh tantangan ini dengan menyediakan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan. Menjelang Lebaran, kebutuhan telekomunikasi pelanggan akan semakin meningkat meskipun dengan pergerakan terbatas. Kami bertekad menjaga kualitas jaringan agar terus optimal baik di perkotaan maupun pedesaan, karena di masa ini silaturahmi menjadi yang terpenting meskipun dilakukan secara virtual.

Menghadapi kebutuhan telekomunikasi pelanggan yang terus meningkat, tahun ini Indosat Ooredoo telah membangun jaringan 4G berkualitas video dengan jauh lebih cepat dari yang direncanakan. Lebih dari 50% rencana site baru 2021 sudah selesai dibangun di kuartal pertama. Tidak hanya itu saja, lebih dari 32% rencana peningkatan kapasitas jaringan dan lebih dari 33% rencana fiberisasi berhasil dieksekusi dalam periode yang sama.

Komitmen memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan khususnya di masa Ramadan dan Lebaran tahun ini, semakin diperkuat dengan Command Center sejak H-4 Lebaran. Seluruh site secara nasional akan dimonitor secara khusus melalui Indosat Ooredoo Network Operation Center (INOC) dan Indosat Ooredoo Service Operation Center (ISOC), dengan dukungan lebih dari 1.600 petugas teknis yang bersiaga sepanjang waktu.

Layanan pelanggan Indosat Ooredoo juga membantu pelanggan dan tersedia di berbagai saluran seperti aplikasi MyIM3, call center 185, media sosial dan websitenya.

“Semua upaya Indosat Ooredoo untuk terus memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan di bulan suci ini, sejalan dengan semangat #SilaturahmiTanpaHenti, sebuah kampanye sarat makna dari IM3 Ooredoo yang mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga silaturahmi dan selalu terhubung dengan orang terdekatnya,” imbuhnya.

Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk berbagi, didukung para pelanggan dan karyawannya, jelang Lebaran, Indosat Ooredoo menyalurkan ribuan paket bantuan program donasi #RamadanBangkitBersama kepada masyarakat yang membutuhkan di 10 kota seluruh Indonesia. Program donasi #RamadanBangkitBersama telah berjalan sejak 13 April hingga 9 Mei.

“Kali ini Indosat Ooredoo mengajak para pelanggan dan karyawannya untuk menjadi jembatan kebaikan dengan berdonasi melalui BenihBaik.com. Hasil donasi tersebut kemudian disalurkan secara langsung kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Aceh, Bali, Bogor, Jakarta, Kebumen, Makassar, Mamuju, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta,” jelas Steve Saerang, SVP- Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Setelah hampir satu bulan digelar hingga menjelang Lebaran, maka di hari yang baik ini karyawan Indosat Ooreodo bersama BenihBaik.com terjun langsung menyalurkan bantuan hasil donasi program #RamadanBangkitBersama ke berbagai lokasi panti asuhan, yayasan peduli anak berkebutuhan khusus, pusat pelatihan difabel, sekolah luar biasa, panti jompo, dan desa berdaya di seluruh Indonesia.


 

Didik Fitrianto
Latest posts by Didik Fitrianto (see all)





Sumber Berita

Continue Reading

IT

PA GMNI Dorong Teknologi dan Pendidikan Berbasis Pancasila

Published

on

By



Teknologi – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Nadiem Anwar Makarim menegaskan Pancasila akan senantiasa menjadi ideologi bangsa.

Menurut Nadiem, pengajaran Pancasila bagi anak-anak perlu disempurnakan. Hal itu disampaikan oleh Nadiem dalam webinar ke IV PA GMNI yang bertema “Pendidikan, Riset, dan Teknologi untuk Mewujudkan Keadilan Sosial”, Jumat (07/05/2021).

Webinar itu menghadirkan narasumber antara lain, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN, Laksana Tri Handoko; Wakil Rektor Bidang Kerjasama UGM dan Ketua DPD PA GMNI DIY, Paripurna Poerwoko Sugarda serta Ketua Bidang Riset, Teknologi dan Informasi DPP PA GMNI/Institut Sarinah, Eva Kusuma Sundari dan dipandu oleh Ketua Bidang Ideologi DPP PA GMNI dan Guru Besar ITB Nanang Tyas Puspito.

“Pancasila akan terus menjadi falsafah dan ideologi bangsa Indonesia. Kita perlu menyempurnakan cara mengajarkan Pancasila kepada anak. Selama ini, pendidikan Pancasila lebih banyak pada hafalan tanpa dibarengi contoh dan teladan nyata sehari-hari. Akibatnya, nilai dan gagasan mulia Pancasila sulit diinternalisasi generasi muda,” kata Nadiem.

Nadiem juga ingin mengubah agar pendidikan Pancasila menjadi lebih holistik dan kreatif. seperti dalam pembelajaran berbasis project-project sosial, yang nantinya akan membentuk pelajar Pancasila di lapangan.

Nadiem menjelaskan dari program tersebut diharapkan para pelajar dapat mempelajari keberagaman bisa lewat pertukaran pelajar.

“Mempelajari keberagaman bisa lewat pertukaran pelajar yang berbeda golongan, tingkat sosial ekonomi, agama, dan perbedaan lain. Mereka akan berbaur agar mereka tak hanya mencintai toleransi tetapi juga menjadikan toleransi bagian kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Kepapa BRIN, saat ini Indonesia adalah negara kedua terbesar di dunia setelah Brazil yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Dicontohkan, kenapa produk seni budaya perlu ditopang riset dan teknologi. Para perajin rotan tentu sulit bersaing di pasar global jika hanya menjual bahan mentah. Di satu sisi, produk kerajinan rotan bisa ditolak di pasar Eropa jika tidak memiliki sertifikasi keamanan produk. Jadi selain membuka peluang kreatif para perajin namun juga ada aspek riset dan teknologi agar produk budaya nasional diterima pasar.

Webinar PA GMNI “Pendidikan, Riset, dan Teknologi untuk Mewujudkan Keadilan Sosial”

“Fokus riset Indonesia ke depan pada digital, green, dan blue economy. Basisnya sumber daya lokal dan keanekaragaman hayati, geografis, serta seni budaya. Riset berperan penting dan menyokong keanekaragaman di Indonesia sehingga mempunyai nilai ekonomi,” kata Laksana.

“Dunia ke depan bukan lagi digital atau elektronik melainkan bioteknologi. Kita yang punya banyak koleksi biodiversity, harus lebih unggul dibanding negara lain. Oleh karena itu, kita perlu melakukan refocusing pada kekayaan alam dan budaya kita lewat dukungan riset yang kuat,” jelas mantan Kepala LIPI itu.

Sebagai lembaga baru yang memimpin arah baru riset dan inovasi Indonesia, Kepala BRIN menjelaskan arah dan target BRIN. Lembaga ini diarahkan untuk melakukan konsolidasi sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sebelumnya tersebar di beberapa institusi pemerintah. BRIN juga menciptakan ekosistem riset standar global yang inklusif dan kolaboratif serta diharapkan dapat menghasilkan fondasi ekonomi yang berbasis riset yang kuat dan berkesinambungan.

Targetnya antara lain konsolidasi lembaga riset utama pemerintah pada 1 Januari 2022, transformasi proses bisnis dan manajemen riset secara menyeluruh untuk percepatan peningkatan critical mass sumber daya manusia, infrastruktur, dan anggaran iptek; menjadikan Indonesia sebagai pusat dan platform riset global berbasis riset berbasis sumber daya alam dan keanekaragaman (hayati, geografi, seni budaya) lokal. Serta mendorong dampak ekonomi langsung dari aktivitas riset dan menjadikan iptek sebagai tujuan investasi jangka panjang dan penarik devisa.

Nara sumber lain, Paripurna Purwoko Sugarda, Wakil Rektor Bidang Kerjasama UGM mendukung apa yang disampaikan Laksana Tri Handoko soal kemajuan bangsa berbasiskan keanekaragaman hayati. Ia menjelaskan kebutuhan energi di Indonesia yang sangat besar merupakan peluang untuk mengembangkan energi terbarukan (renewable energy). Indonesia punya potensi besar atas energi terbarukan seperti tenaga angin, air, ombak, tenaga surya, panas bumi, biomass, dan lain sebagainya.

“Agar menjadi pemenang bidang energi di tingkat ASEAN, Indonesia perlu mengembangkan biofuel dan biomass, mengembangkan strategi teknologi energi, mendorong energi terbarukan berbasis maritim, serta mendukung memperbarui limbah air sehingga dapat digunakan kembali,” jelasnya.

Bagi Paripurna, melahirkan teknologi hingga hilirisasi tepat guna bukanlah hal yang sederhana. Membutuhkan kolaborasi pentahelix, mulai dari institusi negara, lembaga riset, kolabolariasi dengan BUMN dan sektor industri lain, menguatkan startup tanah air, bahkan harus cerdik menghadapi kompetitor teknologi dari negara lain.

“Mindset nasionalisme teknologi itu harus kita alami. Fanatik terhadap teknologi dalam negeri harus ada serta mencegah terburu-buru membeli teknologi asing dengan alasan lebih murah,” ungkap Guru Besar Fakultas Hukum UGM itu.

Sementara itu, Eva Kusuma Sundari, yang merupakan Ketua Bidang Riset,Teknologi, dan Informasi DPP PA GMNI, mengingatkan prinsip ajaran Bung Karno soal tidak boleh ada rakyat kelaparan, kemiskinan dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Tidak boleh ada eksploitasi manusia atas manusia serta bangsa terhadap bangsa lain.

Eva merujuk pada survei pengembang perangkat lunak global (2020), sebagian besar pengembang adalah berjenis kelamin laki-laki 91,5%, perempuan hanya 8,5%. Realitas pekerjaan pengembangan perangkat lunak didominasi pria.

“Adanya problem kultur tentang rendahnya perempuan yang berkiprah di bidang teknologi karena mereka sejak kecil tidak dididik sebagai risk taker yang boleh salah mengambil keputusan. Sementara laki-laki waktu kecil dididik sebagai risk taker,” kata Eva.

Solusi mengatasi kesenjangan tersebut, menurut Eva Sundari, ialah perlunya dorongan agar pendidikan teknologi bisa diakses bagi perempuan dan anak miskin. Karena biaya pendidikan teknologi mahal, ada problem stigmatisasi terhadap perempuan dan anak miskin yang takut menjangkaunya. Hal ini harus diperangi agar mereka mendapatkan akses pendidikan dan teknologi yang inklusif. Kondisi ini juga terkait beban ganda yang dialami perempuan yang jatuh miskin di saat pandemi Covid-19 saat ini.


Photo Credit: PA GMNI dorong pemerintah menerapkan riset dan pengembangan serta pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila. SHUTTERSTOCK

 

A. Chandra S.
Latest posts by A. Chandra S. (see all)





Sumber Berita

Continue Reading

IT

TikTok Ajak Pelaku UKM Fesyen Tampil Lebih Kreatif

Published

on

By



Teknologi – Pandemi yang melanda sejak tahun lalu berhasil mengubah perilaku belanja konsumen. Salah satunya perilaku mengonsumsi produk kesehatan, kecantikan, dan fesyen.

Di era kenormalan baru, sektor ini termasuk yang memperlihatkan performa positif. Laporan Kantar Indonesia yang berjudul Beauty Shoppers: Road to Recovery April 2021 menyebutkan industri kecantikan mengalami pemulihan seiring dengan konsumen yang ingin terlihat dan merasa ‘baik’ (looking and feeling good).

Contohnya, optimalisasi riasan mata saat keluar rumah dan feeling good dengan melakukan perawatan wajah di rumah.

“Konsumen semakin melakukan penyesuaian antara prioritas konsumsi produk kesehatan dan kecantikan. Pelaku industri ini harus memahami kebutuhan dan preferensi target konsumen agar bisa memasarkan produknya dengan efektif,” tutur Adisti Bramanti, Commercial Director Kantar Indonesia Worldpanel Division.

Ia menambahkan, menjadi relevan adalah yang terpenting saat ini. Di masa konsumen yang semakin mencermati produk sesuai dengan kebutuhannya, Konsumen akan mencari tahu lebih dalam apakah produk tersebut cocok untuk mereka. Kalau tidak cocok, mereka akan cenderung mencari produk yang lebih cocok.

Astarini, Head of Business Marketing TikTok Indonesia mengatakan Fesyen dan kecantikan kini menjadi top konten di platformnya. Faktor meningkatnya engagement di kategori tersebut adalah konten yang relevan.

Jika dilihat dari Januari 2020, terjadi kenaikan lima kali lipat untuk views video kategori fesyen dan kecantikan di TikTok. TikTok kemudian berusaha melihat perilaku penontonnya, terutama untuk kategori fesyen dan kecantikan. Kebanyakan dari mereka (80%) melakukan riset sebelum membeli produk fesyen. Sementara, 69% konsumen mempercayai review yang ada di platform daring. Kegiatan ini dilakukan di banyak platform, termasuk melalui video TikTok.

“TikTok berhasil menciptakan tren fesyen dan kecantikan lewat ragam konten relevan yang dihadiran kreator. Bisa dilihat dari tagar #situashion atau #tipsberpakaian. Konten-konten ini memberikan nilai tambah kepada pengguna berupa inspirasi dan edukasi trivia seputar fesyen dan kecantikan,” imbuhnya.

Pelaku bisnis di sektor ini bisa memanfaatkan tren ini sebagai peluang untuk meningkatka relevansi dalam kegiatan marketingnya. Pelaku bisnis bisa berperan menjadi kreator yang mewakili mereknya. Dengan menambahkan unsur kreativitas dan berusaha untuk relevan, strategi ini bahkan bisa menciptakan tren baru di lanskap pemasaran digital.

“Always On! atau tampil secara konsisten akan membuat audiens lebih familiar dengan brand dan mereka akan menjadi konsumen seiring hal tersebut. Melalui TikTok for Business, kami mengajak pelaku bisnis di sektor fesyen dan kecantikan untuk lebih kreatif dalam meningkatkan engagement-nya di era digital ini,” pungkasnya.


 

Shan Santi
Latest posts by Shan Santi (see all)





Sumber Berita

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved