Connect with us

IT

Indonesia Virtual Fair 2021 Dihelat Guna Dorong Ekonomi Saat Pandemi

Published

on



Teknologi – Pandemi Covid-19 telah memukul industri meetings, incentives, conferences, dan exhibition (MICE). Namun begitu, para pelaku di industri ini terus mencoba beradaptasi dengan dampak pandemi, seperti pembatasan sosial. Peluang berkarya dan menghasilkan pendapatan masih terbuka lebar,dengan memanfaatkan kreativitas dan teknologi terkini.

“Meski kondisi ekonomi nasional masih belum bangkit selama pandemi, kami terus mencoba berinovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi terkini guna menciptakan kinerja dan kreativitas tanpa batas. Kami yakin semangat dan keinginan untuk terus berkegiatan membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan,” kata Ronald Kamijaya CEO Kami Virtual Venus, salah satu pelaku MICE.

Hal ini ditunjukkan dengan menggelar Indonesia Virtual Fair (Indo V-Fair) 2021 yang berlangsung dari tanggal 16 April–15 Juni 2021. Ini adalah perhelatan akbar yang memadukan belanja, jalan-jalan dan hiburan di dalam dunia virtual.

“Kami berharap Indo V-Fair menjadi penggerak perekonomian Indonesia untuk pengusaha besar dan usaha kecil dan menengah (UKM),” tambahnya.

Ajang virtual ini mengusung tema Experiencing is believing. Ronald percaya gelaran ini akanbisa menghadirkan atmosfer pekan raya pertama dalam bentuk virtual, yang dapat diakses melalui gadget dengan feel yang tidak jauh beda dengan pekan raya sebelum pandemi.

“Dengan semangat beradaptasi sesuai dengan kebutuhan saat ini, kami yakin konsep virtual event dapat menjaga kelangsungan hidup penggiat event di Indonesia,” ucap Ronald.

Indonesia Virtual-Fair 2021 merupakan pameran virtual terbesar di Indonesia. Menyediakan lebih dari 1000 slot (Total 1110 slot) untuk para tenant untuk berpartisipasi di dalam acara in Indo V-Fair 2021. Ini merupakan sebuah terobosan pertama di Indonesia dengan mengadopsi fitur FPV (First Person View), untuk mengoptimalkan pengalaman menjelajah dunia virtual yang bisa di akses melalui aplikasi di gadget.

Pameran virtual ini dibagi menjadi beberapa area dan cluster. Setiap cluster-nya terdiri dari beberapa booth template dengan desain kekinian, yang juga bisa di-custom sesuai dengan karateristik masing-masing tenant.

Pameran ini juga menggandeng e-commerce partner, seperti Blibli. Kemudian, ada berbagai merek dari perusahaan-perusahaan besar, seperti Orang Tua Group, Mayora (flavacino), Adakom, Cordlife, Holiwings, dan banyak lagi. Total peserta ada lebih dari 250 tenant yang mengisi hampir dari 1000 slot.

Atmosfer Indo V-Fair didisain seuai dengan suasana pekan raya. Selain itu, Indo V-Fair 2021 punya beberapa spot untuk iklan, seperti videotron, zepelin dan truck ads yang akan membuat suasana virtual event ini dapat mengobati kerinduan suasana physical event.

Pengunjung Indo V-Fair juga dapat menikmati aneka hiburan menarik. “Sebuah main stage yang megah dan futuristik, untuk para sponsor dan tenant mengisi acara, mulai dari Lelang barang, short movie, band perfomance, sampai talkshow yang semuanya bisa dibuat sesuai keinginan sponsor dan tenant,” pungkasnya.


 

Shan Santi
Latest posts by Shan Santi (see all)





Sumber Berita

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IT

Perkuat Sinyal Deteksi Dini Tsunami BPPT Siapkan 3 Alat Canggih yang Dilengkapi Sinergi Pentahelix

Published

on

By





Teknologi – Indonesia berada di zona “Ring of fire”, Jalur yang dilalui pertemuan lempeng inilah yang menjadi zona rawan gempa di Indonesia. melihat hal tersebutdan belajar dari histori bencana yang terjadi di indonesia. Pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan sistem peringatan dini tsunami atau yang lebih dikenal dengan Indonesia Tsunami Early Warning System atau Teknologi InaTEWS.

“Indonesia Tsunami Early Warning System atau Teknologi InaTEWS mengunakan pengembangan sistem peringatan bencana berbasis teknologi tersebut mengunakan berbagai instrumen sesuai dengan kebutuhan lokasi, seperti Teknologi Buoy (InaBuoy), Teknologi Kabel Optik Bawah Laut (InaCBT – Cable Based Tsunameter), Teknologi Coastal Acoustic Tomografi (InaCAT), hingga Pemodelan berbasis Kecerdasan Artifisial,” hal itu di ungkapkan oleh Kepala BPPT Hammam Riza dalam Media Gathering yang bertemakan Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Buoy, Kabel Serat Optik, dan Akustik Tomografi, Selasa (8/6).

Ia juga menjelaskan BPPT sejak Tahun 2019 telah membangun tiga teknologi tersebut dalam rangka mendukung InaTEWS Nasional BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Sensor tsunami dari InaTEWS BPPT dapat mengirimkan data secara berkesinambungan kepada BMKG dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana tsunami di Indonesia.

Untuk menunjang hal tersebut BPPT telah menyusun grand design peta jalan teknologi mitigasi dengan mengoperasikan InaBuoy di 13 lokasi, InaCBT di 7 lokasi, InaCAT di 3 lokasi dan didukung dengan pengolahan kecerdasan artifisial. Semua Teknologi InaTEWS ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2024, tambah Hammam.

Sejumlah peristiwa bencana alam seperti bencana besar di Tahun 2018 yang menerpa Lombok, Palu, dan Selat Sunda menjadi pengalaman berharga bagi semua pihak dalam memperingatkan datangnya bencana sedini mungkin.


Photo Credit : Kepala BPPT Hammam Riza (berbaaju putih) dalam Media Gathering yang bertemakan Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Buoy, Kabel Serat Optik, dan Akustik Tomografi, Selasa (8/6)/Doc/ist


 

Atti K.





Sumber Berita

Continue Reading

IT

Perkuat Sinyal Deteksi Dini Tsunami, BPPT Siapkan Pentahelix

Published

on

By





Teknologi – Indonesia berada di zona “Ring of fire”, Jalur yang dilalui pertemuan lempeng inilah yang menjadi zona rawan gempa di Indonesia. melihat hal tersebutdan belajar dari histori bencana yang terjadi di indonesia. Pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan sistem peringatan dini tsunami atau yang lebih dikenal dengan Indonesia Tsunami Early Warning System atau Teknologi InaTEWS.

“Indonesia Tsunami Early Warning System atau Teknologi InaTEWS mengunakan pengembangan sistem peringatan bencana berbasis teknologi tersebut mengunakan berbagai instrumen sesuai dengan kebutuhan lokasi, seperti Teknologi Buoy (InaBuoy), Teknologi Kabel Optik Bawah Laut (InaCBT – Cable Based Tsunameter), Teknologi Coastal Acoustic Tomografi (InaCAT), hingga Pemodelan berbasis Kecerdasan Artifisial,” hal itu di ungkapkan oleh Kepala BPPT Hammam Riza dalam Media Gathering yang bertemakan Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Buoy, Kabel Serat Optik, dan Akustik Tomografi, Selasa (8/6).

Ia juga menjelaskan BPPT sejak Tahun 2019 telah membangun tiga teknologi tersebut dalam rangka mendukung InaTEWS Nasional BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Sensor tsunami dari InaTEWS BPPT dapat mengirimkan data secara berkesinambungan kepada BMKG dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana tsunami di Indonesia.

Untuk menunjang hal tersebut BPPT telah menyusun grand design peta jalan teknologi mitigasi dengan mengoperasikan InaBuoy di 13 lokasi, InaCBT di 7 lokasi, InaCAT di 3 lokasi dan didukung dengan pengolahan kecerdasan artifisial. Semua Teknologi InaTEWS ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2024, tambah Hammam.

Sejumlah peristiwa bencana alam seperti bencana besar di Tahun 2018 yang menerpa Lombok, Palu, dan Selat Sunda menjadi pengalaman berharga bagi semua pihak dalam memperingatkan datangnya bencana sedini mungkin.


Photo Credit : Kepala BPPT Hammam Riza (berbaaju putih) dalam Media Gathering yang bertemakan Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Buoy, Kabel Serat Optik, dan Akustik Tomografi, Selasa (8/6)/Doc/ist

 

Atti K.





Sumber Berita

Continue Reading

IT

Kominfo Ajak WSIS Kembangkan Masyarakat Digital

Published

on

By




Teknologi – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak delegasi dari Azerbaijan, Bangladesh, Bulgaria, Chili, Ghana, Guinea, Yordania, Rumania, dan Thailand, serta ITU, UNESCO, UNDP, UNCTAD dan delegasi lain untuk meningkatkan komitmen dalam mengembangkan masyarakat digital. Upaya itu dilakukan dengan memperkuat tiga sektor yakni infrastruktur digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.

“Antusiasme delegasi dari berbagai belahan dunia menandakan komitmen untuk mencapai masyarakat digital. Di mana setiap orang dapat berkreasi, mengakses, memanfaatkan dan berbagi informasi, baik di platform offline maupun online,” jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba dalam Minesterial Round Table WSIS Forum 2021, dari Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Mewakili Menkominfo Johnny G. Plate, Sekjen Mira Tayyiba menegaskan komitmen membangun masyarakat digital memiliki kontribusi penting dalam pemulihan pascapandemi COVID-19. Sekjen Kementerian Kominfo menyontohkan upaya Indonesia dalam melakukan percepatan pemulihan dengan menyeimbangkan kebijakan kesehatan dan ekonomi, untuk yang hasilnya cukup menjanjikan.

“Beberapa indikator menunjukkan peningkatkan optimisme Indonesia dalam pengelolaan COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Untuk tingkat kasus aktif tercatat 5,2%, lebih rendah dari global tingkat 11,09% dan tingkat pemulihan 92% lebih tinggi dari tingkat global 86,83%,” paparnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Sekjen Mira menyatakan kondisi perekonomian Indonesia mulai membaik pada kuartal pertama 2021 ini.

“Ditutup pada pertumbuhan -0,74% tahun ke tahun, jika dibandingkan dengan -2.19% tahun-ke-tahun di Q4 tahun 2020,” paparnya.

Dalam acara itu, Sekjen Kementerian Kominfo menjelaskan Pemerintah Indonesia telah melakukan program vaksinasi COVID-19 paling awal. Melalui program vaksinasi, Pemerintah Indonesia akan membangun bangsa yang kuat dan siap menghadapi tantangan potensial di tahun-tahun mendatang.

“Sejak Januari 2021, kami telah meluncurkannya tiga dari empat fase vaksinasi massal. Pada hari ini, 13.8 juta orang telah divaksinasi dari 181,5 juta penerima yang ditargetkan,” paparnya.

Dalam acara itu, sesuai arahan Menkominfo, Sekjen Mira mendorong diskusi antardelegasi fokus pada upaya dan pengembangan insiatif dalam mengatasi masalah multidimensi berkaitan dengan teknologi digital.

“Mempertimbangkan masalah multi-dimensi digital, saya juga menantikan diskusi yang memperkaya diantara semua para pemangku kepentingan hadir di Forum ini,” ungkapnya.

Perkuat Tiga Sektor Digital

Dalam forum itu, Sekjen Mira Tayyiba memaparkan fokus pengembangan teknologi digital di Indonesia sebagai penopang percepatan pemulihan perekonomian dan penanggulangan pandemi COVID-19. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia.

“Di saat sektor lain terdampak wabah virus Corona, sektor TIK mengalami peningkatan kumulatif ke kumuatif sebesar 10,58% pada tahun 2020. Sementara pada kuartal pertama 2021 bertumbuh pada 8,72% tahun-ke-tahun. Perekonomian Indonesia membaik pada kuartal pertama 2021 ini, ditutup pada pertumbuhan -0,74% tahun ke tahun, jika dibandingkan dengan -2.19% tahun-ke-tahun di Q4 tahun 2020,” paparnya.

Berkaca pada kondisi itu, Sekjen Kementerian Kominfo memaparkan adanya potensi pemanfaatan teknologi digital yang terus meningkat dan membuat Pemerintah Indonesia optimistis dengan potensi digital yang sangat besar.

“Kami akan bisa mampu mengatasi krisis saat ini dan bangkit kembali lebih kuat,” tegasnya.

Sekjen Mira menyatakan saat ini Pemerintah Indonesia fokus melaksanakan percepatan transformasi digital.

“Peta Jalan Digital Indonesia ini untuk memberikan pedoman strategis bagi pemerintah untuk berubah menjadi sepenuhnya terhubung ke dalam masyarakat digital melalui empat sektor yang meliputi: infrastruktur digital, tata kelola digital, digital ekonomi, dan masyarakat digital,” tuturnya.

Sekjen Kementerian Kominfo menyoroti sektor infrastruktur digital, ekonomi digital dan masyarakat digital yang diharapkan menjadi penopang pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Pada sektor infrastruktur digital, Indonesia terus mengupayakan jangkauan Internet yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tangguh, melalui penyebaran serat optik, tautan gelombang mikro, dan satelit teknologi,” tuturnya.

Sementara di sektor ekonomi digital, Pemerintah Indonesia berupaya untuk terus meningkat kapabilitas digital di sektor prioritas untuk mendorong produktivitas, pertumbuhan berbasis inovasi. “Sambil mengintensifkan teknologi digital dalam bisnis dan startup. Ini termasuk memfasilitasi 30 juta UMKM untuk bergabung secara digital pada tahun 2024,” jelas Sekjen Mira.

Pada sektor masyarakat digital, Sekjen Kementerian Kominfo mengatakan Pemerintah Indonesia terus berusaha untuk mempertajam keterampilan talenta digital bangsa melalui penyediaan pelatihan keterampilan digital untuk 100.000 profesional dan melakukan pemberian sertifikasi kebijakan digital kepada 300 pembuat kebijakan senior di sektor publik maupun swasta.

“Sehubungan dengan hal ini, saya juga ingin mengingat bahwa Gerakan Nasional Literasi Digital sendiri dianugerahi sebagai salah satu Pemenang WSIS tahun lalu. Nilai-nilai SIBERKREASI terletak pada peran literasi digital, yang penting dalam mendorong masyarakat untuk menggunakan internet dengan cara yang aman dan produktif,” tegasnya.

Sekjen Mira menjelaskan, Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi ini menerapkan empat pilar utama sebagai kurikulumnya yang mencakup etika digital, keamanan digital, keterampilan digital, dan digital budaya.

“Untuk tahun 2021, Siberkreasi menargetkan 12,4 juta unit orang-orang dengan pembinaan literasi digital yang memadai dan diharapkan jumlahnya akan semakin terakumulasi menjadi 100 juta orang di tahun-tahun mendatang.” tuturnya.

Adapun tujuan diselenggarakannya forum ini adalah sebagai pedoman TIK untuk masyarakat dan ekonomi yang Inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.


Photo Credit: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. ANTARA/Galih Pradipta

 

Koes Anindya
Latest posts by Koes Anindya (see all)





Sumber Berita

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved