Dunia Ini Penjara Bagi Kaum Mukmin, Begini Maksudnya - Bagyanews.com
Connect with us

Kalam

Dunia Ini Penjara Bagi Kaum Mukmin, Begini Maksudnya

Published

on



loading…

Dunia adalah penjara bagi kaum mukmin dan surga bagi orang-orang kafir. Demikian pesan Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang patut kita imani.

Allah Ta’ala mengabarkan dalam Al-Qur’an bahwa “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (QS Al-Baqarah Ayat 212)

Baca Juga: Peringatan Allah Tentang Tipu Daya Dunia dan Bahayanya

Artinya, kehidupan dunia dijadikan oleh Allah terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir. Mereka sangat mencintai dunia dan berlomba-lomba mencari kesenangan dunia sehingga lupa kepada akhirat.

Pandangan manusia memang selalu cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Akan tetapi, di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.

Mari kita simak pesan Baginda Nabi berikut:

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Dunia itu penjara seorang mukmin dan surga bagi orang kafir”. (HR Muslim No 2956)

Penjelasan:
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan hadis ini dengan perkataan bahwa semua orang Mukmin di dunia ini dipenjara atau dilarang dari syahwat-syahwat (perkara-perkara yang disukai) yang diharamkan dan dimakruhkan, dibebani dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan yang berat.

Maka apabila dia telah meninggal dunia, dia istirahat dari ini, dan dia kembali menuju perkara yang telah dijanjikan oleh Allah Ta’ala untuknya, berupa kenikmatan abadi dan istirahat yang bebas dari kekurangan.

Sedangkan orang kafir, maka dia mendapatkan kenikmatan di dunia, dengan sedikitnya kenikmatan itu dan disusahkan dengan perkara-perkara yang menyusahkan. Jika dia mati, dia menuju siksaan abadi dan kecelakaan yang kekal. (Syarh Nawawi pada Shahih Muslim No 2956)

Dalam riwayat lain, Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

“Demi Allah, sungguh dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian”. (HR Muslim)

Pesan ini mengingatkan kita agar tidak silau dengan dunia. Tidak menjadikan dunia sebagai tujuan hidup. Akan tetapi orang beriman hendaknya memanfaatkan hidup di dunia untuk beramal saleh, berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

Karena itu, mari kita jadikan dunia ini sebagai ladang amal terbaik untuk kehidupan akhirat yang abadi sebagaimana telah dijanjikan Allah kepada orang-orang beriman.

Wallahu A’lam

Baca Juga: Dunia Lebih Hina Daripada Bangkai Anak Kambing

(rhs)



Berita Selengkapnya

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalam

Mengenal Tugas Lain Malaikat Jibril

Published

on

By



loading…

Tugas Malaikat Jibril yang kita ketahui adalah menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Namun timbul pertanyaan, setelah Baginda Rasul wafat, apakah tugas Malaikat Jibril selesai pula?

Dan ternyata, masih ada tugas-tugas lain yang dilaksanakan Malaikat Jibril ini terkait kehidupan manusia di bumi. Apa saja tugasnya? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tugas-tugas lain daru Malaikat Jibril yang perlu kita ketahui, antara lain:

Baca juga: Jibril Malaikat Paling Mulia, Pakaiannya Sutera, Berhiaskan Permata dan Intan

1. Menjadi pemimpin para malaikat untuk turun ke bumi.

Tugas ini dilakukan setidaknya satu tahun sekali., yakni pada malam Lailatul Qadr di bulan Ramadhan. Pada malam yang mulia tersebut, para malaikat turun ke bumi untuk memberi keselamatan dan keberkahan.

2. Memenuhi dan menahan hajat orang yang berdoa

Hal ini sebagaimana riwayat Imam Al-Baihaqi dari Tsabit, dia berkata,

“Telah sampai kepadaku bahwa Allah Swt mendelegasikan Malaikat Jibril dalam urusan memenuhi hajat hidup manusia. Apabila seorang mukmin berdoa, maka Allah pun berkata kepada Jibril; Wahai Jibril, tahan dulu untuk memenuhi hajatnya karena Aku sungguh sangat senang mendengar lantunan doanya. Apabila orang kafir berdoa, Allah pun berkata kepadanya; Wahai Jibril, penuhi apa yang menjadi hajatnya karena sesungguhnya Aku tidak suka mendengar lantunan doanya.”

3. Mendampingi orang yang sakaratul maut dalam keadaan suci

Saat seseorang mengalami sakaratul maut dan orang tersebut dalam keadaan suci, malaikat Jibril turun ke sisi orang tersebut. Dia kemudian membawa tugas dari Allah untuk membawa rahmat dan kemudahan bagi orang yang sedang sekarat tersebut.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Hal ini juga ditegaskan oleh Syekh Nawawi dalam kitab Nuruzh Zhalam. Dia menjelaskan,

“Imam Jalaluddin Al-Suyuthi berkata bahwa Malaikat Jibril menghadiri kematian seseorang yang meninggal dalam keadaan punya wudhu.”

4. Mengurus angin

Semua urusan yang berkaitan dengan angin, maka semuanya dikendalikan oleh Malaikat Jibril. Ini sebagaimana riwayat Imam Al-Baihaqi dalam kitab Syuabul Iman berikut,

“Empat Malaikat yang mengurusi urusan dunia yaitu Jibril, Mikail, Malaikat Maut, dan Israfil. Jibril diserahi untuk mengatur angin dan para tentara (malaikat). Mikail diserahi untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan. Malaikat Maut diserahi untuk mencabut nyawa, sedangkan Israfil diserahi tugas menyampaikan perintah kepada mereka.”

Itulah beberapa tugas malaikat Jibril selain menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad Saw. Hal ini membuktikan bahwa Malaikat Jibril saat ini tidak menganggur. Ia masih memiliki tugas yang perlu diembannya sampai dengan hari kiamat nanti walaupun Nabi Muhammad Shalllallahu alaihi wa sallam sudah wafat.

Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Kahfi Dicicil?

Wallahu A’lam

(wid)



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Kalam

Surga yang Warnanya Hijau Tua

Published

on

By


loading…

Ustaz Mukhlis Mukti Al Mughni
Yayasan Pustaka Afaf,
Lulusan Al-Azhar Mesir

Surat Ar-Rahman dijuluki sebagai pengantinnya Al-Qur’an. Surat ini bercerita tentang aneka nikmat Allah yang wajib kita syukuri.

Di dalam Surat Ar-Rahman, Allah mengingatkan manusia dengan ayat yang diulang-ulang sebanyak 31 kali: “Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzibaan” (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?).

Berikut lanjutkan Tadabur Ar-Rahman Ayat 63-70. Allah mengabarkan tentang nikmat surga dan keindahannya. Ganjaran surga ini diperuntukkan bagi mereka yang bertakwa dan beramal saleh ketika di dunia.

Ayat 63:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 63)

Ayat 64:

مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ

“Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.” (Ar-Rahman: 64)

Pesan dan Hikmah:
1. Gambaran dua surga lainnya adalah terlihat hijau tua. Yang tentunya sedap dipandang mata dan menentramkan jiwa.

Ayat 65:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 65)

Ayat 66:

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ

“Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.” (Ar-Rahman: 66)

Pesan dan Hikmah:
1. Beda dengan dua surga sebelumnya yang mata airnya mengalir. Di dua surga lainnya ini disebutkan mata air yang terus memancar namun tidak mengalir.

Ayat 67:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 67)

Ayat 68:

فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ

“Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.” (Ar-Rahman: 68)

Pesan dan Hikmah:
1. Disebutkan dua nama buah tersebut menunjukkan keistimewaan, manfaat juga khasiat dari buah tersebut.

Ayat 69:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 69)

Ayat 70:

فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ

“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar-Rahman: 70)

Pesan dan Hikmah:
1. Dalam dua surga lainnya diberikan pula layanan bidadari yang berkahlak baik dan cantik jelita.

Menurut Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H, selain dari surga itu ada dua surga lagi yang terbuat dari perak, yakni bentuk bangunan, perhiasan, bejana-bejana dan dan apa yang ada pada keduanya yang diperuntukkan bagi golongan kanan. Kedua surga tersebut (kelihatan) hijau tua warnanya. Keduanya berwarna hijau pekat karena sangat hijau dan subur.

Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar yakni memancur. Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dari berbagai macam jenis buah-buahan, khususnya kurma dan delima yang memiliki sangat banyak manfaat dan kegunaannya.

Wallahu A’lam

Baca Juga: Tadabur Ar-Rahman Ayat 47-50: Gambaran Surga dan Keindahannya

(rhs)



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Kalam

5 Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Published

on

By



loading…

Kewajiban paling utama dalam mendidik anak adalah mengenalkan Allah Ta’ala kepada mereka. Ini agar si anak mencintai Allah Ta’ala, tuhan semesta alam. Harus ditanamkan pada diri si anak bahwa Allah Ta’ala yang menciptakan dirinya dan seluruh alam semesta.

Wajib juga kepada si anak dijarkan untuk mengenal dan mencintai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Kenalkan si anak kepada Allah dan rasulNya dengan cara-cara yang baik dan sabar.

Baca juga: Pentingnya Mendidik Anak Berorientasi Akhirat

Dengan mengenal Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka si anak mengenal dan memahami syariat Islam secara benar untuk diamalkan. Maka, wajib diajarkan tauhid kepada si anak, yaitu bagaimana menanamkan dalam hati bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya tiha. Jauhkan serta laranglah anak dari berbuat syirik.

Ini sebagaimanan nasihat Luqman kepada anaknya, :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau memperskutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.’” (QS. Luqman: 13).

Ulama menuntun untuk mengajarkan lima hal kepada anak anak kita, yaitu:

1. Mengenalkan nama-nama Allah Ta’ala yang Maha Agung.

2. Mengucap salam saat masuk rumah.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika masuk rumah, maka salamlah, menjadi berkah bagimu dan ahlul baitmu.
HR Tarmidzi, hasan.

Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Kahfi Dicicil?

3. Mengajarkan Surat Al-Fatihah

Karena akan dia baca tiap hari berkali-kali, maka pahalanya mengalir terus.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Al-Fatihah adalah surat teragung yang diberikan padaku.” (HR Bukhari).

4. Mengajarkan cara shalat yang sesuai sunnah.

Karena ia shalat tiap hari maka pahala mengalir terus. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Ajarilah anak shalat di usia 7 tahun.” (HR Tarmidzi).

5. Ajarkan tiga wirid sebelum tidur.



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved