Doa Singkat Ini Bisa Diamalkan di Masa Pandemi, Berikut Faedahnya - Bagyanews.com
Connect with us

Kalam

Doa Singkat Ini Bisa Diamalkan di Masa Pandemi, Berikut Faedahnya

Published

on



loading…

Doa adalah sumber kekuatan bagi orang beriman. Ada satu doa singkat memiliki faedah agung yang bisa kita amalkan di masa pandemi ini.

Doa ini disebut di dalam Kitab Riyadhus Shalihin yang bersumber dari Hadis riwayat Imam At-Tirmidzi dan Abu Dawud. Redaksinya memang pendek, namun kandungannya luar biasa karena mencakup segala kebaikan dan perlindungan dari segala keburukan.

Baca Juga: Doa Memohon Perlindungan dari Wabah agar Pandemi Segera Pergi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kalimat ‘Afiyah dalam doa ini. Beliau meminta kepada Allah berupa ‘Afiyah di dunia dan akhirat.

‘Afiyah merupakan hal yang tidak ada bandingannya. Barangsiapa yang diberikan ‘Afiyah di dunia dan akhirat maka sungguh telah disempurkan kebaikan dalam jumlah yang besar padanya.

Diceritakan, Al-Abbas (paman Nabi) pernah bertanya: “Wahai Rasulullah, ajarkanlah sesuatu padaku yang dengannya aku berdoa kepada Allah? Nabi Sallam menjawab: “Mintalah (berdoalah) kepada Allah mintalah ‘Afiyah”.

Kemudian Al-Abbas tidak bertemu beliau selama beberapa hari lalu datang lagi menemui Nabi dan bertanya: “Wahai Rasulullah, ajarkanlah sesuatu padaku yang dengannya aku berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla?” Lalu beliau menjawab: “Wahai Paman Rasulullah, berdoalah kepada Allah mintalah ‘Afiyah pada urusan dunia dan akhirat.

Berikut Doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِى دِينِى وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

Allahumma innii As Alukal ‘Afwa wal ‘Aafiyah Fii Diini wad Dun-Yaa wal Akhirah.

Artinya:
Yaa Allah aku memohon kepada-Mu kemaafan dan ‘Afiyah dalam urusan agamaku, duniaku dan akhiratku.

Banyak beranggapan doa ini pendek, mari perhatikan kandungannya. ‘Afiyah artinya menyelamatkan diri dari semua kesusahan yang menimpa.

Untuk menjadi sehat, kita perlu berada di dalam ‘Afiyah. Untuk mempunyai uang yang cukup, kita harus berada di dalam ‘Afiyah. Untuk terus hidup sejahtera, kita harus berada di dalam ‘Afiyah.

Agar anak-anak dilindungi, kita perlu berada di dalam ‘Afiyah. Dan jika kita sudah diampuni dan tidak dihukum, kita berada dalam ‘Afiyah.

Jadi, hakikatnya ‘Afiyah itu sama dengan memohon: “Ya Allah, lindungilah aku dari segala kesakitan, kesusahan dan penderitaan baik di dunia maupun di akhirat.”

Sayyidina Abbas berfikir tentang ini dan kemudian datang kembali kepada Nabi lalu berkata: “Ya Rasulullah, doa ini sepertinya sedikit pendek. Saya minta sesuatu yang lebih panjang.”

Nabi berkata: “Wahai pamanku yang dikasihi, mohonlah kepada Allah untuk ‘Afiyah, maka tidak ada pemberian yang lebih baik daripada ‘Afiyah. Ia adalah satu doa yang mudah namun terbaik.

Setiap doa yang kita panjatkan seperti memohon keselamatan, dijauhkan dari kesusahan, kesulitan, kesedihan, bahaya (musibah). Semua itu masuk di dalam doaAllahumma Inni As Alukal ‘Aafiyah“. Semoga kita dapat mengamalkan doa ini baik dalam sholat maupun di luar sholat.

Wallahu A’lam

Baca Juga: Doa-doa Harian yang Dibaca Rasulullah, Faedahnya Luar Biasa

(rhs)



Berita Selengkapnya

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalam

Mengenal Tugas Lain Malaikat Jibril

Published

on

By



loading…

Tugas Malaikat Jibril yang kita ketahui adalah menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Namun timbul pertanyaan, setelah Baginda Rasul wafat, apakah tugas Malaikat Jibril selesai pula?

Dan ternyata, masih ada tugas-tugas lain yang dilaksanakan Malaikat Jibril ini terkait kehidupan manusia di bumi. Apa saja tugasnya? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tugas-tugas lain daru Malaikat Jibril yang perlu kita ketahui, antara lain:

Baca juga: Jibril Malaikat Paling Mulia, Pakaiannya Sutera, Berhiaskan Permata dan Intan

1. Menjadi pemimpin para malaikat untuk turun ke bumi.

Tugas ini dilakukan setidaknya satu tahun sekali., yakni pada malam Lailatul Qadr di bulan Ramadhan. Pada malam yang mulia tersebut, para malaikat turun ke bumi untuk memberi keselamatan dan keberkahan.

2. Memenuhi dan menahan hajat orang yang berdoa

Hal ini sebagaimana riwayat Imam Al-Baihaqi dari Tsabit, dia berkata,

“Telah sampai kepadaku bahwa Allah Swt mendelegasikan Malaikat Jibril dalam urusan memenuhi hajat hidup manusia. Apabila seorang mukmin berdoa, maka Allah pun berkata kepada Jibril; Wahai Jibril, tahan dulu untuk memenuhi hajatnya karena Aku sungguh sangat senang mendengar lantunan doanya. Apabila orang kafir berdoa, Allah pun berkata kepadanya; Wahai Jibril, penuhi apa yang menjadi hajatnya karena sesungguhnya Aku tidak suka mendengar lantunan doanya.”

3. Mendampingi orang yang sakaratul maut dalam keadaan suci

Saat seseorang mengalami sakaratul maut dan orang tersebut dalam keadaan suci, malaikat Jibril turun ke sisi orang tersebut. Dia kemudian membawa tugas dari Allah untuk membawa rahmat dan kemudahan bagi orang yang sedang sekarat tersebut.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Hal ini juga ditegaskan oleh Syekh Nawawi dalam kitab Nuruzh Zhalam. Dia menjelaskan,

“Imam Jalaluddin Al-Suyuthi berkata bahwa Malaikat Jibril menghadiri kematian seseorang yang meninggal dalam keadaan punya wudhu.”

4. Mengurus angin

Semua urusan yang berkaitan dengan angin, maka semuanya dikendalikan oleh Malaikat Jibril. Ini sebagaimana riwayat Imam Al-Baihaqi dalam kitab Syuabul Iman berikut,

“Empat Malaikat yang mengurusi urusan dunia yaitu Jibril, Mikail, Malaikat Maut, dan Israfil. Jibril diserahi untuk mengatur angin dan para tentara (malaikat). Mikail diserahi untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan. Malaikat Maut diserahi untuk mencabut nyawa, sedangkan Israfil diserahi tugas menyampaikan perintah kepada mereka.”

Itulah beberapa tugas malaikat Jibril selain menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad Saw. Hal ini membuktikan bahwa Malaikat Jibril saat ini tidak menganggur. Ia masih memiliki tugas yang perlu diembannya sampai dengan hari kiamat nanti walaupun Nabi Muhammad Shalllallahu alaihi wa sallam sudah wafat.

Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Kahfi Dicicil?

Wallahu A’lam

(wid)



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Kalam

Surga yang Warnanya Hijau Tua

Published

on

By


loading…

Ustaz Mukhlis Mukti Al Mughni
Yayasan Pustaka Afaf,
Lulusan Al-Azhar Mesir

Surat Ar-Rahman dijuluki sebagai pengantinnya Al-Qur’an. Surat ini bercerita tentang aneka nikmat Allah yang wajib kita syukuri.

Di dalam Surat Ar-Rahman, Allah mengingatkan manusia dengan ayat yang diulang-ulang sebanyak 31 kali: “Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzibaan” (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?).

Berikut lanjutkan Tadabur Ar-Rahman Ayat 63-70. Allah mengabarkan tentang nikmat surga dan keindahannya. Ganjaran surga ini diperuntukkan bagi mereka yang bertakwa dan beramal saleh ketika di dunia.

Ayat 63:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 63)

Ayat 64:

مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ

“Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.” (Ar-Rahman: 64)

Pesan dan Hikmah:
1. Gambaran dua surga lainnya adalah terlihat hijau tua. Yang tentunya sedap dipandang mata dan menentramkan jiwa.

Ayat 65:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 65)

Ayat 66:

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ

“Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.” (Ar-Rahman: 66)

Pesan dan Hikmah:
1. Beda dengan dua surga sebelumnya yang mata airnya mengalir. Di dua surga lainnya ini disebutkan mata air yang terus memancar namun tidak mengalir.

Ayat 67:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 67)

Ayat 68:

فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ

“Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.” (Ar-Rahman: 68)

Pesan dan Hikmah:
1. Disebutkan dua nama buah tersebut menunjukkan keistimewaan, manfaat juga khasiat dari buah tersebut.

Ayat 69:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 69)

Ayat 70:

فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ

“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar-Rahman: 70)

Pesan dan Hikmah:
1. Dalam dua surga lainnya diberikan pula layanan bidadari yang berkahlak baik dan cantik jelita.

Menurut Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H, selain dari surga itu ada dua surga lagi yang terbuat dari perak, yakni bentuk bangunan, perhiasan, bejana-bejana dan dan apa yang ada pada keduanya yang diperuntukkan bagi golongan kanan. Kedua surga tersebut (kelihatan) hijau tua warnanya. Keduanya berwarna hijau pekat karena sangat hijau dan subur.

Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar yakni memancur. Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dari berbagai macam jenis buah-buahan, khususnya kurma dan delima yang memiliki sangat banyak manfaat dan kegunaannya.

Wallahu A’lam

Baca Juga: Tadabur Ar-Rahman Ayat 47-50: Gambaran Surga dan Keindahannya

(rhs)



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Kalam

5 Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Published

on

By



loading…

Kewajiban paling utama dalam mendidik anak adalah mengenalkan Allah Ta’ala kepada mereka. Ini agar si anak mencintai Allah Ta’ala, tuhan semesta alam. Harus ditanamkan pada diri si anak bahwa Allah Ta’ala yang menciptakan dirinya dan seluruh alam semesta.

Wajib juga kepada si anak dijarkan untuk mengenal dan mencintai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Kenalkan si anak kepada Allah dan rasulNya dengan cara-cara yang baik dan sabar.

Baca juga: Pentingnya Mendidik Anak Berorientasi Akhirat

Dengan mengenal Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka si anak mengenal dan memahami syariat Islam secara benar untuk diamalkan. Maka, wajib diajarkan tauhid kepada si anak, yaitu bagaimana menanamkan dalam hati bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya tiha. Jauhkan serta laranglah anak dari berbuat syirik.

Ini sebagaimanan nasihat Luqman kepada anaknya, :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau memperskutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.’” (QS. Luqman: 13).

Ulama menuntun untuk mengajarkan lima hal kepada anak anak kita, yaitu:

1. Mengenalkan nama-nama Allah Ta’ala yang Maha Agung.

2. Mengucap salam saat masuk rumah.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika masuk rumah, maka salamlah, menjadi berkah bagimu dan ahlul baitmu.
HR Tarmidzi, hasan.

Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Kahfi Dicicil?

3. Mengajarkan Surat Al-Fatihah

Karena akan dia baca tiap hari berkali-kali, maka pahalanya mengalir terus.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Al-Fatihah adalah surat teragung yang diberikan padaku.” (HR Bukhari).

4. Mengajarkan cara shalat yang sesuai sunnah.

Karena ia shalat tiap hari maka pahala mengalir terus. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Ajarilah anak shalat di usia 7 tahun.” (HR Tarmidzi).

5. Ajarkan tiga wirid sebelum tidur.



Berita Selengkapnya

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved