Connect with us

Telaah

Andai Pemerintah Minta Maaf – Islami[dot]co

Published

on

Andai Pemerintah Minta Maaf – Islami[dot]co

[ad_1]

Akhir-akhir ini malaikat Izrail sepertinya sedang riweuh. Kabar kematian ada di mana-mana. Tidak saja dari pelantang masjid, kabar kematian sekarang telah merangsek secara massif di tiap scrolling lini masa media sosial. Tidak perlu gugling, biang keroknya mudah ditebak, yaitu pandemi Covid-19 yang tak kunjung khatam. Kecuali kalo kamu adalah penganut teori konspirasu, mungkin bakal menyangkal. Ya, konspirasu. Saya tidak sedang salah ketik.

Rumah Sakit (RS) Sardjito di Yogyakarta dikabarkan kewalahan. Tapi RS Sardjito tidak sendirian. Nyaris semua RS di Indonesia mengalami overcapacity. Ini semua menunjukkan bahwa semua kita pada dasarnya bertanggungjawab terhadap krisis.

Tapi, sebagai rakyat, kita terkadang lupa kalau punya pembantu. Namanya adalah Government. Bahasa Indonesia mengartikan sebagai pemerintah. Dan, jangan dibalik. Itu jika demokrasi masih menjadi sistem yang kita imani.

Sayangnya, sejak awal pandemi (tertanggal 2 Maret 2020 ketika Presiden Jokowi mengungumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia) pembantu kita terlanjur kebingungan dan pada derajat tertentu justru tampak kedodoran dalam membaca situasi.

Di masa sebelumnya, pembantu rakyat Indonesia terlalu sibuk dengan proyek satu lustruman bernama Pemilu, Pilkada, Pilpres atau apalah itu. Kalaupun ada pencapaian yang extravaganza, itu semua tidak lepas dari tabungan citra untuk persiapan periode selanjutnya. Kalau tidak orang yang bersangkutan, sekurang-kurangnya adalah partai politik yang bersangkutan.

Lebih dari itu, pembantu kita tidak pernah menjumpai pandemi dengan tingkat akslerasi secepat dan semasif Covid-19. Maka, tidak heran jika yang terjadi adalah upaya untuk menciptakan mitos misoginis yang menyebut corona laiknya istri, atau malah menganggap enteng pandemi Covid-19 sebagai wacana alternatif, untuk tidak menyebut gagap.

Nahas, rakyat ternyata tidak tinggal diam. Kinerja pemerintah yang dianggap lamban, plus serangan panik yang manusiawi itu berdampak pada fenomena kekerasan lewat bahasa yang terjadi di banyak tempat dan kesempatan. Terpaksa, rakyat harus mengambil-alih peran pembantunya.

Di awal masa pandemi, kampung-kampung terlihat sibuk melakukan gerakan masif yang mereka sebut sebagai lockdown, seolah menutup-mata terhadap kinerja pemerintah yang telah bersusah payah menerbitkan aturan bernama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Barangkali, setrategi kebudayaan segenap rakyat itu terinspirasi oleh gerakan lockdowndi banyak negara. Mereka menutup pintu-pintu masuk kampung dan hanya menyisakan jalan yang cukup berbelit. Ini dimaksudkan agar tidak semua orang bisa mengaksesnya, kecuali penduduk kampung setempat. Alasan keamanan dan keselamatan warga agar tidak terkena virus corona merupakan isu utamanya.

Dalam beberapa pekan, inisiatif warga yang “melampaui” pemerintah dirayakan dengan sukacita lewat media sosial. Setiap orang yang melihat umumnya akan tertarik, tersipu, dan lalu membagikan kepada orang lain karena dianggap menghibur, lucu, kreatif, sekaligus sinis.

Walhasil, foto banneryang viral di berbagai media sosial dan grup whatsapptersebut kemudian ditiru oleh kampung-kampung lain di wilayah-wilayah yang berbeda. Tulisan tersebut seakan hanya merupakan sebuah tanda menggunakan bahasa untuk memproteksi diri warga, tetapi pemilihan bahasa di dalam tulisan tersebut sebetulnya memuat aspek kekerasan bahasa yang bersifat maskulin.

Ilustrasi: Banner Lockdown di Manisrenggo, Klaten

Ahmad Munjid (2020) dalam sebuah esai di tirto.id mensinyalir jika penggunaan bahasa kekerasan di masa pandemi itu berdampak pada tindakan-tindakan ekstrim, baik oleh pengurus, karang taruna, maupun orang-orang yang mendadak muncul sebagai “penjaga” kampung.

Tidak hanya itu, Satgas Covid-19 bahkan terdiri dari orang-orang yang dianggap berpengaruh. Muncul pahlawan-pahlawan baru di kampung-kampung dengan penonjolan pada sisi-sisi maskulinitas. Di sebuah kampung di wilayah Sleman Yogyakarta, misalnya, Satgas Covid-19 dibentuk dengan komposisi berikut: ketuanya adalah pensiunan perwira militer, lalu dibantu oleh Ketua RT yang merupakan penjaga sebuah asrama berbasis agama, dan seorang pengusaha yang mengklaim sebagai yang paling lama tingggal di kampung itu. Tujuannya adalah untuk melakukan pendisiplinan (Wening Udasmoro, 2021).

Pendisiplinan yang mereka lakukan antara lain adalah melakukan lockdown, mengunci pintu masuk kampung secara rapat di sisi-sisi yang berbeda, membuat kode kunci, melakukan pengawasan lewat CCTV yang telah mereka pasang di puluhan sudut dengan tujuan untuk mengecek siapa orang luar yang datang ke kampung, serta memancang bannerbannersebagai peringatan bagi mereka yang akan masuk ke wilayah kampung. Tak lupa, pengawasan juga ditujukan kepada anak kos yang secara kuantitas sebetulnya lebih mendominasi penghuni di kampung tersebut.

Rupanya, kekerasan lewat bahasa itu memunculkan efek domino yang seolah menginspirasi adanya bentuk kekerasan lainnya, baik bersifat fisik maupun aksi. Apapun itu, yang namanya kekerasan pastilah melibatkan exercise of power yang dalam kasus ini berupa proses eksklusi terhadap pihak-pihak yang dianggap the others. Adapun the others adalah orang-orang yang positif corona, atau jenazah terindikasi Covid, atau ODP, atau PDP, atau OTG, atau apalah itu istilahnya.

Menyusul grafik kasus Covid-19 yang tak kunjung landai di awal 2020, umpamanya, sejumlah warga di beberapa daerah menolak jenazah orang yang terindikasi d/a positif corona. Di titik ini, ada satu mentalitas yang bertransformasi. Dalam konteks kebudayaan di Indonesia, jenazah biasanya diberi penghormatan yang tinggi. Mereka yang sebelumnya adalah bagian dari the sacredsehingga jenazah musti diperlakukan dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan, mendadak berubah secara dramatis pada masa Covid-19.

Baca Juga, Mereka Yang Merayakan Penolakan Jenazah Korban Terduga Covid

Dari sini saja, kita seharusnya bisa menyadari bahwa semua kasus di atas menunjukkan lemahnya legitimasi moral pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Ironisnya, di tengah krisis kepercayaan rakyat, sayup-sayup terdengar korupsi dana Bansos oleh pembantunya pembantu. Bukan main, nilainya miliyaran boskuhh… Padahal, dengan duit segitu, kalau mau dibikin banner lockdown mungkin bisa menutupi Jawa-Bali sehingga tidak perlu bertaruh kebijakan PPKM mikro darurat jilid ntahlah.

Tapi apa?? Apakah pemerintah pernah meminta maaf?!

Saya mencoba melakukan penelusuran di Google dengan kata kunci “pemerintah minta maaf soal covid”. Hasilnya seragam dan the only one: hanya Wapres Ma’ruf Amin yang dikabarkan sempat minta maaf terkait penanganan Covid-19 dan itupun terjadi di momentum Idulfitri 2020. Selebihnya, permintaan maaf justru datang dari para relawan kemanusiaan. LaporCOVID yang menerima laporan pasien COVID-19 untuk bantuan mencari rujukan rumah sakit menyatakan sudah kewalahan.

“Mulai 1 Juli 2021 kanal LaporCOVID-19 tidak mampu menerima permintaan bantuan pencarian rumah sakit karena relawan kami sudah sangat kesulitan mencari fasilitas kesehatan. Sekali lagi mohon maaf, warga silakan langsung ke puskesmas, rumah sakit, Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan atau kantor pemerintahan lainnya,” kata Inisiator LaporCOVID-19 Irma Hidayana, seperti dikutip Tirto, (2/7/2021)

Tak hanya itu, jaringan masyarakat yang bergerak sebagai relawan kemanusiaan selama pandemi COVID-19 di DIY juga menyatakan kewalahan dengan terjadinya lonjakan kasus COVID-19. Sejumlah jaringan masyarakat sipil yang telah menyatakan sikapnya itu di antaranya adalah Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) DIY; Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC); perwakilan Nahdlatul Ulama; Jaringan Gusdurian, dan gerakan SONJO atau Sambatan Jogja.

Di saat yang sama, Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X tengah menjadi sorotan publik. Sebelumnya, Sultan menyebut akan memberlakukan lockdown untuk wilayah Yogyakarta. Belakangan dia meralat pernyataan itu karena anggaran pemerintah dianggap tak akan kuat menopang pengganti pemasukan rakyat untuk belanja kebutuhan jika lockdownatau karantina wilayah diberlakukan.

Sebagai gantinya, Sultan meminta kepada semua dukuh atau kepala Rukun Kampung (RK), ketua Rukun Wilayah (RW), dan ketua Rukun Tetangga (RT) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk pengendalian penyebaran virus corona. Dana operasional Satgas tersebut bisa menggunakan dana swadaya masyarakat dengan semangat gotong royong dan jaga warga (dana jimpitan atau sumber lain yang sah).

Permintaan Sultan tersebut tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443/13429 tentang Optimalisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro Tingkat Pedukuhan atau Rukun Kampung, Rukun Warga, dan Rukun Tetangga.

Yah, begitulah… Orang bijak berkata, tuan yang baik adalah tuan yang tidak merepotkan pembantunya. Jadi, sebagai rakyat yang baik, mari kita bantu pemerintah, baik daerah maupun pusat, untuk mengentaskan krisis yang ntah berapa purnama lagi khatamnya. Yok bisa yokk :))



[ad_2]

Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1112

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

12001

12002

12003

12004

12005

12006

12007

12008

12009

12010

20001

20002

20003

20004

20005

20006

20007

20008

20009

20010

30001

30002

30003

30004

30005

30006

30007

30008

30009

30010

10236

10237

10238

10239

10240

11010

11011

11012

11013

11014

11015

11017

11018

11019

12011

12012

12013

12014

12015

12016

12017

12018

12019

12020

20011

20012

20013

20014

20015

20016

20017

20018

20019

20020

30011

30012

30013

30014

30015

30016

30017

30018

30019

30020

11020

11021

11022

11023

11024

11025

11026

11027

11028

11029

11030

11031

11032

11033

11034

12021

12022

12023

12024

12025

12026

12027

12028

12029

12030

12031

12032

12033

12034

12035

20021

20022

20023

20024

20025

20026

20027

20028

20029

20030

20031

20032

20033

20034

20035

30021

30022

30023

30024

30025

30026

30027

30028

30029

30030

30031

30032

30033

30034

30035

9041

9042

9043

9044

9045

10196

10197

10198

10200

10201

10202

10203

10204

10205

11035

11036

11037

11038

11039

11040

11041

11042

11043

11044

30036

30037

30038

30039

30040

30041

30042

30043

30044

30045

10191

10192

10193

10194

10195

11045

11046

11047

11048

11049

11050

11051

11052

11053

11054

11055

11056

11057

11058

11059

12036

12037

12038

12039

12040

12041

12042

12043

12044

12045

12046

12047

12048

12049

12050

20036

20037

20038

20039

20040

20041

20042

20043

20044

20045

20046

20047

20048

20049

20050

30046

30047

30048

30049

30050

30051

30052

30053

30054

30055

30056

30057

30058

30059

30060

10176

10177

10178

10179

10180

11060

11061

11062

11063

11064

11065

11066

11067

11068

11069

11070

11071

11072

11073

11074

12051

12052

12053

12054

12055

12056

12057

12058

12059

12060

20051

20052

20053

20054

20055

30061

30062

30063

30064

30065

30066

30067

30068

30069

30070

10086

10087

10088

10089

10090

10091

10092

10093

10094

10095

10096

10097

10098

10099

10100

11000

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

11009

20056

20057

20058

20059

20060

20061

20062

20063

20064

20065

30071

30072

30073

30074

30075

30076

30077

30078

30079

30080

30081

30082

30083

30084

30085

30086

30087

30088

30089

30090

news-1112
news-1112

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

12001

12002

12003

12004

12005

12006

12007

12008

12009

12010

20001

20002

20003

20004

20005

20006

20007

20008

20009

20010

30001

30002

30003

30004

30005

30006

30007

30008

30009

30010

10236

10237

10238

10239

10240

11010

11011

11012

11013

11014

11015

11017

11018

11019

12011

12012

12013

12014

12015

12016

12017

12018

12019

12020

20011

20012

20013

20014

20015

20016

20017

20018

20019

20020

30011

30012

30013

30014

30015

30016

30017

30018

30019

30020

11020

11021

11022

11023

11024

11025

11026

11027

11028

11029

11030

11031

11032

11033

11034

12021

12022

12023

12024

12025

12026

12027

12028

12029

12030

12031

12032

12033

12034

12035

20021

20022

20023

20024

20025

20026

20027

20028

20029

20030

20031

20032

20033

20034

20035

30021

30022

30023

30024

30025

30026

30027

30028

30029

30030

30031

30032

30033

30034

30035

9041

9042

9043

9044

9045

10196

10197

10198

10200

10201

10202

10203

10204

10205

11035

11036

11037

11038

11039

11040

11041

11042

11043

11044

30036

30037

30038

30039

30040

30041

30042

30043

30044

30045

10191

10192

10193

10194

10195

11045

11046

11047

11048

11049

11050

11051

11052

11053

11054

11055

11056

11057

11058

11059

12036

12037

12038

12039

12040

12041

12042

12043

12044

12045

12046

12047

12048

12049

12050

20036

20037

20038

20039

20040

20041

20042

20043

20044

20045

20046

20047

20048

20049

20050

30046

30047

30048

30049

30050

30051

30052

30053

30054

30055

30056

30057

30058

30059

30060

10176

10177

10178

10179

10180

11060

11061

11062

11063

11064

11065

11066

11067

11068

11069

11070

11071

11072

11073

11074

12051

12052

12053

12054

12055

12056

12057

12058

12059

12060

20051

20052

20053

20054

20055

30061

30062

30063

30064

30065

30066

30067

30068

30069

30070

10086

10087

10088

10089

10090

10091

10092

10093

10094

10095

10096

10097

10098

10099

10100

11000

11001

11002

11003

11004

11005

11006

11007

11008

11009

20056

20057

20058

20059

20060

20061

20062

20063

20064

20065

30071

30072

30073

30074

30075

30076

30077

30078

30079

30080

30081

30082

30083

30084

30085

30086

30087

30088

30089

30090

news-1112