Connect with us

News

ADAM/Ikuta Zen | Obrolan Santai – SastraMagz.com

Published

on

banner 468x60


 

 

 

 

ADAM/Ikuta Zen

Karena ular mungkin setan menyerupai
ia terteguk buah mirip mangga
atau bisa juga kasturi

Menyeberang ke suatu tempat
dan tak tahu dimana
sambil mulut ternganga

Kejatuhannya jadi riwayat
dan dongeng sebelum tidur
yang kekal di bumi
julukannya si manusia pertama

Berkumpul satu-persatu
makhluk hidup dan mati membuka mulut
kau darimana dan jatuh kenapa
ia diam sekejap dengan mata berdebu
melihat angkasa yang gemuruh
bukan lagi putih yang melayang di cakrawala

Banjarmasin, Desember 2015 

 

Kalau melihat foto profilnya penyair muda ini adalah seorang wanita, Konon dia tinggal di Banjarmasin, Kalimantan. Dari belum banyak puisi yang diunggahnya ke Jendela Sastra. ADAM sangat menarik untuk dibaca.

Pertama karena kisah Adam di surga rasanya jarang disentuh oleh penulis muda. Kedua kisah Adam dalam puisi ini bisa dikatakan tidak menyentuh Hawa, sebagaimana yang kebanyakan orang menulisnya.

Kotabaru Karawang 17 Mei 2021/0831

Source link

banner 300x250


[ad_2]
Sumber Berita

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

MERENDAM DENDAM Nur Rofik KS

Published

on

By


 

 

 

 

 

MERENDAM DENDAM Nur Rofik KS

 

Malam memekikkan sunyi

Angan merendam pilu

Hayalan melambung tinggi

Tentang dendam lalu

 

Kemana kaki melangkah pasti

Bila kau jauhkan diri

Dari kepasrahan pada Ilahi

 

Panggul, 17 Juni 2020

 

Bagus. Sudah bagus. Koreksi hanya pafa kata “hayalan”. Menurut kakek seharusnya :khayalan” tapi coba buka KBBI .. mungkin kakek yang salah.

Ayo coba #4334

 

Selamat berlatih.

Source link


[ad_2]
Sumber Berita

Continue Reading

News

TERTIMBUN TANAH | Obrolan Santai – SastraMagz.com

Published

on

By


TERTIMBUN TANAH

Jagat Satria Pasopati

 

Belati menusuk merajam

Lukanya begitu dalam

Jiwa menjadi kelam

Terkapar pada malam

 

Tercecer percikan yang merah

Sungguh menyengat amis darah

Raga mati tertimbun tanah

 

Jateng, 17-06-20

 

Bagus. Tak ada yangh mesti dikoreksi. Silakan coba #4334.

Source link


[ad_2]
Sumber Berita

Continue Reading

News

Puisi-puisi Dody Kristianto termuat di MataPuisi Agustus 2020 – SastraMagz.com

Published

on

By


Kaidah
Diet Ketat

Kau
diusir oleh perjamuan ini

sebab
harus kau tetak segera

raksasa
bersarang dalam

rimba
raya diri.

 

Adab
ini bakal menghalaumu

dari
semua kenikmatan.

Yang
di depanmu andaikanlah

hampa
belaka.

 

Sebab
bila kau kalah

oleh
lipuran pandang,

anasir
suram menyerang

diam-diam
merambah tubuh,

merambani
peraluranmu,

mengunci
liku lenggak gerikmu.

 

Bukankah
perutmu disawang

kian
membubung, melambung.

Bukankah
kau pantang terpikat

gelagat
loba yang tak puas

meski
gunung membentang

telah
tertelan.

 

Tenangkan
nafsumu.

Ikat
hasrat menggelegakmu.

Tekan
simpul-simpul laparmu.

 

Susu
murni biar umpama nanah

yang
jijik di kerongkongan.

Pun
aroma rempah  menguar dari

gulai
dan kari tak lebih kebohongan

di
meja makan.   

 

(2019)

Kantuk

 

Aku
datang dengan sopan.

Kau
jangan berlalu dari

gelanggang
berirama ini.

 

Sudah
kutata kursi, televisi.

Kurapikan
perabot. Tergelar

selimut
panjang sepanjang

 

ranjang.
Maka sandarkan

puisimu,
kendurkan urat

kencang
kata-katamu.

 

Aku
pula maujud rayuan

yang
menggerakkan kelopak

matamu
biar renang ke seberang.

 

Melintasi
palung dangkal ini.

Kian
kusedapkan hawa dingin

dengan
secangkir susu paling

 

suam.
Pulang segera dari segala

jaga.
Simpan ia rapat-rapat

di
lemarimu. Bukankah sebidang

 

kasur
adalah haribaan paling setia

menyandingmu
menyaksikan

gulita
langit malam ini dalam

 

mimpi.
Sebab ia yang paling tak

kau
tunggu, paling kau hindarkan

dari
gelanggang tanpa aran, akan

 

bijak
menyelinap dan memindah

segala
di ruang tamu tanpa

menguar
kidung gaduh.

 

(2019)
 


Pemirsa blog saia yang budiman, setelah empat tahunan lebih saya tidak memutakhirkan blog saia ini, tibalah waktu bagi saia untuk mengaktifkan kembali blog ini. Sembari sambilan pula saya dan kawan-kawan di Kabe Gulbleg mempersiapkan sebuah project. Untuk awalan aktif ngeblog lagi, saia akan suguhkan beberapa puisi saia yang termuat pada medio 2019-2020-an. Berikut adalah dua puisi yang termuat pada zine pdf Matapuisi edisi Agustus 2020 yang digawangi oleh duet penyair Hasan Aspahani dan Dedy Tri Riyadi. Ada tujuh puisi yang tersiar di terbitan Matapuisi Agustus 2020 yang juga secara khusus mengulas almarhum Sapardi Djoko Damono. Ada pun versi lengkapnya, kawan-kawan bolehlah berlangganan Matapuisi dengan menghubungi Bang Hasan Aspahani atau Mas Dedy Tri Riyadi. Terima kasih.   



Sumber Berita

Continue Reading

Trending Artikel

Copyright © 2021 BagyaNews.com. . All Rights Reserved