Menginspirasi

Hidup Ini, Tak Hanya Sebatas Untung & Rugi

18Views

Di pinggir jalan ada bapak jualan cemilan.  Aku beli tiga bungkus kripik.

Ku tanya, “berapa, pak?”

Sambil nunduk bapak itu jawab “Silahkan diambil, apa saja?”

Aku spontan mengernyitkan dahi, batinku, “koq bapaknya kenapa tanya, yah?”
“Tiga kripik, pak.”

“28 ribu, ibu,”  jawabnya.

Ku sodorkan uang selembar 100 ribu.

“Berapa bapak uangnya?” masih dalam posisi nunduk beliau bertanya.

Aku mulai bingung dengan pertanyaannya.

Ku jawab, “100 ribu, pak.”

Bapak itu lalu berdiri meraba-raba kantong celananya sambil mengeluarin beberapa uang.

Astaga, … ternyata bapak itu ada masalah di matanya dan sepertinya enggak bisa melihat.

Ya Tuhan.. kenapa aku tak pandai menjaga hati.

Maafkan jika hati ini belum mampu berbaik sangka sama orang

Bapaknya sibuk membongkar uang yang dikeluarkan dari kantong celananya. Nyaris, dikeluarkan semua di tangannya.

Lalu dia pun berkata, “ambil saja, bapak ini kembaliannya.”

Seketika aku terkejut mendengar intruksi dari si bapak.

Lalu secara spontan aku bertanya pada bapak itu, “Pak, kalau saya kasih uangnya 10 ribu terus saya ambil kembalinya 50 ribu dari tangan bapak dan bapak kan, tidak tahu. Terus nanti bapak rugi dong?”

Lagi lagi jawaban yang sederhana muncul dari mulutnya, “Tuhan tidak akan salah alamat kasih rejeki.”

Bapak itu melanjutkan, “Kalau sekarang saya harus rugi, saya yakin, Tuhan pasti lagi menyiapin rejeki lain buat saya.  Hidup ini, tak hanya sebatas untung dan rugi, tapi hidup belajar tentang sabar dan ikhlas,” katanya.

Sontak, tidak bisa menahan air dari pelupuk mata ini.  Ooh Tuhan… Gemetar hati ini mendengarnya.

Bapak itu, bertanya lagi, “sudah ambil kembaliannya belum pak ?” (rada bingung & ragu)..akhirnya

Kujawab, “ga usah, pak! Hari ini Tuhan kirim rejeki untuk bapak.”

Bapaknya senyum sambil berkata, “Terima kasih, pak eh om.”

Aku terus sadar..

Ya Tuhan.. Ampuni aku.., maafkan aku..dari setiap kegelisahan dan keraguan hati ini akan rezeki dariMu..

Di saat semakin susahnya mencari uang… si bapak penjual cemilan ini dengan keterbatasan matanya tetap bertahan dan yakin bahwa Tuhan selalu ada bersamanya..

Hari ini belajar lagi dari manusia hebat penjual cemilan bahwa hidup tak hanya sebatas untung dan rugi.

Semoga TUHAN senantiasa melindungi kita semua, Amin.

Tinggalkan Balasan